Jakarta, TopBusiness – Tepatlah jika PT Bumi Siak Pusako punya slogan atau motto: “Memancang Tapak, Mengangkat Marwah” sebab kiprahnya selama kurang lebih 20 tahun di industri oil & gas di tanah air memang patut diacungi jempol.
Sejak didirikan pada 17 Oktober 2001, PT Bumi Siak Pusako (BSP) bertekad menunaikan amanah masyarakat dalam mengelola Blok Coastal Plain Pekanbaru (CPP) yang ada di Provinsi Riau dengan profesional dan usaha terbaik yang bisa dilakukan (best efforts).
Pembentukan PT Bumi Siak Pusako berdasarkan, pertama, Perda Kabupaten Siak No. 6 Tahun 2004 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroan Terbatas (PT) Bumi Siak Pusako (Lembaran Daerah Kabupaten Siak Tahun 2004 No. 10 Seri E); kedua, Perda Kabupaten Siak No. 9 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Siak No. 6 Tahun 2004 tentang BUMDPT Bumi Siak Pusako (Lembaran Daerah Kabupaten Siak Tahun 2007 No. 9); ketiga, Perda Kabupaten Siak No. 5 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kabupaten Siak No. 6 Tahun 2004 tentang BUMDPT.
Susunan pemegang saham BSP per 31 Desember 2020, berdasarkan surat Gubernur Riau No. 500/Ekbang/22.12a tanggal 30 April 2008: Pemprov Riau 18,07 persen; Kabupaten Siak 72,29 persen; Kabupaten Kampar 6,02 persen; Kabupaten Pelalawan 2,41 persen; dan Pemkot Pekanbaru 1,21 persen.
Visi: Menjadi BUMD Energi terkemuka dan bereputasi Internasional. Misi: Memberi nilai tambah bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah; Menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah; Membentuk dan memberdayakan sumber daya insani yang profesional dalam bisnis energi; Mengelola industri hulu dan hilir migas secara profesional; dan Mengoptimalkan potensi kekayaan sumber daya daerah.
Tanggal 6 Agustus 2002, BSP dan Pertamina menandatangani perjanjian Production Sharing Contract (PSC) dengan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), sekarang SKK Migas, untuk mengelola wilayah kerja Blok CPP selama 20 tahun, terhitung tanggal 9 Agustus 2002 hingga 8 Agustus 2022, dengan Participating Interest (PI) masing-masing 50 persen.
Dalam mengelola Blok CPP, BSP dan Pertamina membentuk konsorsium Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako–Pertamina Hulu (BOB BSP–Pertamina Hulu). Pola kerjasama yang diterapkan kerja sama Konsorsium Manajemen dan Konsorsium Operasi yang dipayungi oleh Joint Management Agreement (JMA) dan Joint Operating Agreement (JOA) sebagai pedoman operasional BOB BSP-Pertamina Hulu.
- Total Area: 9,865.95 Km2
- Lapangan-lapangan mature (Lapangan Kasikan mulai berproduksi sejak 1975)
- Total 34 lapangan, 28 produksi
- Total 704 sumur
- 21 lapangan tahap primary, 7 lapangan secondary (2 pressure maintanance, 5 waterflood)
- 3 area produksi: Zamrud area (12 lapangan), Pedada area (10 lapangan) dan West area (6 lapangan)
- Umumnya berproduksi dari multi layers dan commingle
Kinerja Bisnis
Sebagai Finalis TOP BUMD Awards 2021, BSPtelah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan dewan juri yang diselenggarakan secara online pada Selasa, 08Juni 2021. Mewakili perusahaan mengikuti tahapan ini: Iskandar, selaku Direktur Utama.
Dalam presentasinya terkait kinerja BUMD yang dipimpinnya, Iskandar menjelaskan,”Kami berhasil menahan laju penurunan produksi minyak dari blok yang kami kelola. Tahun 1998 hingga 2002, saat dikelola PT CPI, menurun 17 persen. Namun, mulai tahun 2002 hingga 2017, saat dikelola BOB Pertamina Hulu–BSP, menurun hanya 7 persen. Ini dicapai berkat pemanfaatan teknologi di bidang perminyakan yang kami gunakan, khususnya EOR.”
“Untuk tahun 2020, rata-rata produksiBlok CPP (Observed), dari lapangan Pedada, Zamrud, West Area, sebanyak 9,598 BOPD,” ujarnya kepada dewan juri.
Iskandar mengungkapkan, prestasi berikutnya, yang menurutnya paling membanggakan, “PT. Bumi Siak Pusako, selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kerja (WK) Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) mendapatkan Perpanjangan Kontrak Wilayah Kerja CPP untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun ke depan (9 Agustus 2022 – 8 Agustus 2042). Artinya, PT BSP akan mengelola WK CPP 100 persen alias sendiri.”
“WK CPP akan digarap menggunakan Skema PSC Gross Split dengan: Participating Interest 100 persen BSP; Signature Bonus sebesar US$ 10.000.000, dan Komitmen Pasti selama 5 tahun pertama sebesar US$ 130.415.000.-. Kami sudah setor dana untuk Signature Bonus dan Komitmen Pasti.”
“Penandatangani perpanjangan kontrak WK CPP untuk masa kontrak 2022-2042 oleh Pemerintah melalui Menteri ESDM RI pada telah dilaksanakan pada tanggal 29 November 2018 sehingga PT BSP mendapatkan kepastian keberlangsungan bisnisnya hingga 20 tahun ke depan,” imbuhnya.
Manajemen, Tata Kelola dan Teknologi Informasi
Dalam kesempatan ini, kepada dewan juri, Iskandar juga menyampaikan sejumlah pencapaian positif yang telah diraih BSP dari aspek manajemen, tata kelola, dan Teknologi-Informasi (TI).
“Untuk Pencapaian Key Perfomance Indextahun 2020 dan Kepuasan Pelanggan, kami telah melakukan audit yang dilakukan oleh pihak ketiga diluar BSP. Menurut catatan saya, ini untuk pertama kalinya dilakukan audit sejenis ini. Saya yang minta dilakukan agar didapat penilaian yang objektif terhadap kinerja BSP yang saya pimpin.”
“Terkait Pencapaian Bobot Kinerja, untuk posisi direktur, dengan aspek penilaian meliputiFinancial, Customer & Market, Operational Excellence, Learning & Growth, diperoleh total nilai 82 persen.”
“Selanjutnya, Perhitungan Kinerja BSP, untuk posisi direktur, aspek penilaian meliputi Keuangan, Pelanggan, Operasional, SDM & Administrasi, didapat total nilai kinerja 79 artinya BAIK,” ujar Iskandar
“Sebelumnya pada tahun 2018, BPKP Perwakilan Riau telah melakukan Audit Kinerja pada PT BSP dan mendapat Penilaian BAIK.”
Terkait aspek Tata Kelola, telah juga dilakukan evaluasi penerapan GCG pada BSP Tahun Buku 2020,dengan capaian skor 66,52% kategori predikat CUKUP. “Tentu capaian skor ini akan kami tingkatkan di tahun berikutnya,” kata Iskandar.
Selain itu, telah juga dilakukan audit operasional BSP oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Riau, yang dilakukan sejak tahun 2008 hingga 2020. “Semua temuan dari BPK telah kami tindaklajuti,” Iskandar menegaskan.
Ia melanjutkan, “Laporan Keuangan Konsolidasi PT Bumi Siak Pusako dan Entitas Anaknya Tahun Buku 2020 dan 2019Telah Diaudit oleh Akuntan Publik Tanubrata SutantoFahmi Bambang dan Rekan dengan Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).”
Untuk aspek TI, “Kami memiliki Kebijakan Teknologi Informasi yang berlaku sejak 1 Agustus 2019. Ini mengatur penggunaan e-mail, internet, password, perlindungan dari malware, standar perangkat keras pc desktop/laptop, standar perangkat lunak pc desktop/laptop, penyimpanan data, dan penggunaan wifi perusahaan,” papar Iskandar.
“Untuk media informasi, ada website resmi www.bsp.co.id, dan Instagram PT Bumi Siak Pusako.”
Menurut Iskandar, semua capaian positif itu, selain karena dukungan pemda dan masyarakat, juga berkat kekuatan Sumber Daya Manusia (Human Capital)yang dimiliki BSP.“Untuk SDM Kantor Pusat,di tahun 2020 berjumlah 32 karyawan, ini meningkat dari 2019 dengan jumlah 27 karyawan.”
“Kami juga memiliki SDM Secondeedi BOB. Berjumlah 226karyawan atau sebesar 82 persen dari jumlah total karyawan BOB sebesar 278 orang. Dari 226secondee BSP di BOB itu, yang bekerja pada bagian core sebanyak 46 persen, sub-core 23 persen, dan sisanya 31 persen bekerja pada bagian supporting,”
“SDM BSP memiliki banyak keahlian dan pengalaman, utamanya terkait bidang oil & gas, antara lain: Water Flooding dan Optimisasi injeksi di Lapangan Pedada, Pusaka, Beruk, Zamrud dan Sabak; Steam Huff and Puff di Lapangan Kasikan; Alkaline dan Greenzyme Injection di Lapangan Pedada; EOR, G&G Modelling untuk Lapangan-lapangan di Blok CPP; Extended Stimulasi Surfactant pilot dengan metoda “HUFF & PUFF” untuk lapangan Pedada dan Zamrud; EOR chemical untuk Lapangan-lapangan Zamrud, Pedada, Beruk dan Pusaka.
“Kemudian, Core Flooding dan Pekerjaan Laboratorium untuk Chemical Flooding; Hydraulic Fracturing,Acidizing dilapangan Pedada, Zamrud, Beruk, dll; Horizontal Well Drilling, Deviated Well, Side Track Short Radius Horizontal Well; Eksplorasi dengan Play Concept baru antara lain; Stratigraphy Trap, Fracture Basement, Weather Basement, dll; Production Facility Design.”
“Kami juga memiliki SDM yang tersertifikasi sesuai bidangnya masing-masing, seperti: Ahli Pengendali Perawatan sumur (APS); Sertifikasi Ahli Pengendali Bor & Juru Bor (APB dan JB); Sertifikasi OPLP –operator kepala; Sertifikasi Kualifikasi Verifikator TKDN Migas; Akuntansi Migas; PTK 007; Export dan import migas; IT management system; Risk management; Engineering powerplant; Certified Human Resources Profesionals.”
Iskandar melanjutkan, BSP juga memberlakukan Reward and Punishmentkepada karyawan, “Kami ada pemberian penghargaan masa kerja 5, 10, 15 Tahun kepada Karyawan dan SecondeeBSP; memberikan penghargaan khusus kepada Tim Perpanjangan WK CPP; dan memberangkatkan karyawan menunaikan ibadah Haji dan Umroh karyawan.
Strategi Menghadapi Pandemi Covid-19
Seiring terjadinya Pandemi Covid-19, BSP telah menerapkan sejumlah kebijakan Manajemen, antara lain: Work from Home; perjalanan dinas selektif dan terbatas; penyediaan alat ukur suhu tubuh dan cairan pembersih tangan; himbauan agar karyawan hidup bersih-sehat, rajin olah ragadan cuci tangan; pemeriksaan kesehatan karyawan dan pemberian vitamin; pemberian APD kepada tenaga medis; dan vaksinasi Covid-19 ke karyawan.
Selain itu, kepada dewan juri, Iskandar juga memaparkan BSP juga punya Panduan Pencegahan Covid-19 Dalam Masa New Normal:
- Mengisi Form Self Asessment Covid-19 setiap Seminggu sekali (Form 1)
- Petugas Keamanan akan melakukan pemeriksaaan Suhu tubuh setiap kali akan memasuki ruangan kantor (Form 2)
- Wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer
- Wajib menerapkan physical distancing dalam semua aktifitas kerja
- Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui Pola Hidup Sehat dan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat
- Membawa Peralatan Sholat Sendiri untuk mencegah penggunaan sajadah atau Mukena secara Bersama sama
- Wajib menggunakan Masker selama beraktifitas di dalam maupun diluar Perusahaan
Sedangkan kepada masyarakat, BSP memberikan bantuan berupa CSR BSP Peduli Covid-19 yang di tahun 2020 berjumlah Rp402.010.000,-. “CSR ini berupa bantuan APD dan paket sembako dibagikan di Provinsi Riau, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Kampar,” jelas Iskandar.
Yang tidak kalah pentingnya, menurut Iskandar, ada 2 tantangan yang dihadapi BSP saat ini, “Pertama, pelaksanaan “Operasi Ekslusif” yang menjadi komitmen BSP dalam menjaga produksi diakhir kontrak WK CPP 2022 menjadi tantangan tersendiri bagi BSP untuk menjalankan operasi secara optimum dan seefisien mungkin.”
“Kedua, Pandemi Covid-19 yang membuat konsumsi energi menurun secara drastis, kebijakan lockdown, fluktuasi nilai tukar rupiah, belum lagi dengan kesehatan para pekerja migas yang harus menyesuaikandiri dengan kegiatan operasi yang harus terus berlangsung meski di tengah pandemik.”
“Solusinya, kami menetapkan Strategi Operasi 2020 menghadapi Pandemi Covid-19 dan Penurunan harga Minyak Mentah, “Pada 5 Mei 2020, kami mengirim surat ke pemegang saham yang menjelaskan perkembangan harga minyak dunia yang turun dan langkah-langkah yang dijalankan manajemen BSP untuk mengatasinya,” ungkap Iskandar kepada dewan juri.
“Salah satu isi surat itu, kami menjelaskan konsekuensi dari langkah-langkah yang kami ambil, yaitu penurunan jumlah lifting minyak yang berdampak pada pendapatan BSP, dan setoran deviden yang akan berkurang. Dan pemegang saham dapat memahaminya.”
“Meski menghadapi tantangan yang tidak ringan dan di tengah Pandemi Covid-19 ini, kami tetap melakukan investasi yaitu pembangunan Gedung BSP dengan konsep kombinasi futuristik dan klasik. Dengan skema pembiayaan BSP 30 persen, BSI 70 persen,” tegas Iskandar.
Kontribusi BSP ke Daerah
Dari tahun 2002 hingga 2020 kontribusi BSP ke daerah tercatat total laba bersihRp 3,52 triliun dan total pembagian deviden Rp 3,16 triliun “Untuk tahun 2020 lalu, kami meraih laba bersih Rp 28,44 miliar dan membagikan deviden sebesar Rp 21,72 miliar,” ungkap Iskandar.
Kemudian, total penyaluran Dana CSR dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2020 telah mencapai Rp 78,14 miliar. CSR itu berupa: Bantuan Gedung Rice Miling Desa; Renovasi 3 Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kab. Siak; Bantuan Venue Sepatu Roda PON XVIII 2012; Bantuan Alat Pertanian di Kab. Pelalawan; Program bantuan listrik “BSP Bersinar”, dan Bantuan perlengkapan sekolah bagi masyarakat kurang mampu.
Iskandar menjelaskan laporan CSR BSP tiap tahun di Audit oleh Kantor Akuntan Publik dan selalu mendapat Opini “WTP”. “Ke depan, kami terus berkomitmen dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan CSR. Terlebih dengan diraihnya perpanjangan kontrak Wilayah Kerja CPP hingga 2042,” ujarnya.
Keberhasilan dan Kontribusi BSP lainnya
Di bagian akhir presentasinya, Iskandar memaparkan serangkaian penghargaan yang berhasil diraih BSP dari Pemprov Riau, SKK Migas, Pertamina, Kementerian ESDM, KLHK, Tenaga Kerja.
“Selain itu, kami juga jadi Role Model BUMD Energi di Indonesia yang dibuktikan dengan kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI tahun 2018 ke PT Bumi Siak Pusako.”
“Menjadi Acuan bagi Pemda penghasil Migas untuk melahirkan BUMD yang mandiri dalam mengelola industri Migas dengan adanya studi banding Pemda Prabumulih; Pemkab Penajam Paser Utara; Pemkab Solok; Pemkab Aceh Tamiang; Pemkab Bangkalan; Pemda Kaltim; Pemkab Bekasi; Pemkab Karawang; dan Pemda Jatim.”
“Kami juga berperan aktif di Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM),” tutup Iskandar.
Penulis: Teguh Imam S
