Jakarta, TopBusiness – Konversi bisnis yang dijalankan manajemen PT Bank NTB Syariah dari bank konvensional menjadi bank umum syariah pada 2018 membuahkan hasil positif. Kinerja bank BUMD milik Pemerintah Provinsi NTB ini mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam dua tahun terakhir ini.
“Alhamdulillah pencapaian kinerja kami di tahun 2019 dan 2020 tumbuh dibandingkan saat kami baru berkonversi menjadi bank umum syariah tahun 2018,” ujar H. Kukuh Rahardjo, Direktur Utama Bank NTB Syariah dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang dilakukan secara daring oleh Majalah TopBusiness, Selasa (15/6/2021).
Tim manajemen Bank NTB Syariah yang hadir dalam penjurian ini adalah Direktur Pembiayaan H. Muhamad Usman, Direktur Dana dan Jasa H. Nurul Hadi, Direktur Keuangan dan Operasional Hj. Baiq Dien Rosana Juwita, serta Direktur Kepatuhan dan Manjemen Risiko Ika Ranti Hidayah.
Perbaikan kinerja bisnis itu terlihat dari total aset Bank NTB Syariah tahun 2020 yang mencapai 10,42 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 dan 2019 yang masing-masing sebesar Rp 7,03 triliun dan Rp 8,6 triliun.
Demikian pula realisasi Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 2020 meningkat dengan portofolio Rp 7,4 triliun ketimbang pada 2018 dan 2019 yang masing-masing Rp 4,92 triliun dan Rp 6,81 triliun. Jumlah nasabah meningkat dari 37.920 pada 2019 menjadi 42.129 nasabah.
Meskipun ada pandemi covid-19, pembiayaan Bank NTB Syariah tercatat naik menjadi Rp 6,41 triliun, dibanding Rp 4,869 triliun (2018) dan Rp 5,58 triliun (2019). Namun, laba Bank NTB Syariah tahun 2020 turun menjadi Rp 130 miliar, ketimbang Rp 152 miliar pada 2018 dan Rp 163 miliar pada 2019. Ini terjadi karena dampak pandemi covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020.
Meski demikian, menurut Kukuh, rasio-rasio keuangan Bank NTB Syariah pada 2020 masih aman dan sesuai ketentuan otoritas keuangan, seperti CAR 31,6 persen, BOPO 81,39 persen, NPF 1,26 persen, ROA 1,74 persen, ROE 9,54 persen, FDR 86,53 persen.
Tingkat kesehatan bank tahun 2020, Bank NTB Syariah tidak ada perubahan composit di tengah tantangan pandemi covid-19. Bank BUMD ini tetap dalam kondisi yang Sehat dengan peringkat komposit 2, baik dari sisi profil risiko, GCG, permodalan, dan rentabilitas.
Sampai saat, Bank NTB Syariah memiliki jaringan kantor sebanyak 54 unit, ATM 250 unit, mobile banking tercatat 19.436 user (10 persen dari potensi yang ada), SMS banking 1.311 user, SMS Notifikasi 72.539 user, EDC 438 unit, Laku Pandai untuk BSA 950 dan Agen 183, Corporate Management System (CMS) 583 user, dan ada bayar PBB dapat menggunakan GoPay.
“Untuk menunjang transkasi nontunai, Bank NTB Syariah sudah melengkapi dengan Co-Branding QREN (QR Code). InsyaAlloh bulan Juli 2021 QREN ini sudah dimiliki secara langsung oleh Bank NTB Syariah,” tutur Kukuh.
Dalam materi presentasinya yang berjudul “Kinerja BUMD Hebat, Menuju NTB Gemilang”, Kukuh menyampaikan soal visi Bank NTB Syariah yakni Menjadi Bank Syariah yang Amanah, Terkemuka, dan Pilihan Masyarakat. Untuk mencapai visi tersebut, ada lima misi yang dijalankan BUMD ini yakni memberikan layanan prima dan menyediakan produk perbankan syariah yang inovatif sesuai kebutuhan nasabah.
Kedua, mengembangkan SDI yang profesional dan sejahtera melalui penerapan sistem berbasis kinerja yang konsisten. “Alhamdulillah sejak kami berkonversi menjadi bank umum syariah, pola penilaian kinerja sudah berbasis kepada KPI, baik KPI unit maupun KPI induk,” kata dia.
Misi ketiga adalah mendorong pertumbuhan perekonomian daerah. Misi selanjutnya adalah memperluas cakupan layanan untuk akses dan bertransaksi melalui penerapan teknologi yang handal.
Misi kelima adalah memberikan kontribusi maksimal kepada pemegang saham dan meningkatkan peran kepedulian sosial. “Kami menambahkan peran kepedulian sosial ini sejalan POJK terkait dengan keuangan berkelanjutan,” ujar Kukuh.
Keuangan Berkelanjutan
Kukuh menjelaskan, keberlanjutan saat ini sudah menjadi isu global yang perlu didukung dan diwujudkan, baik dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Untuk mewujudkan nilai-nilai keberlanjutan pada aspek ekonomi, kehadiran Bank NTB Syariah tidak hanya berorientasi keuntungan.
“Lebih dari itu sebagai lembaga keuangan yang berlandaskan syariat Islam, Bank NTB Syariah selalu berupaya untuk memberikan manfaat bagi kehidupan,” ucap dia.
Ada beberapa layanan kepada nasabah dan masyarakat dari Bank NTB syariah yang mengacu pada keuangan berkelanjutan. Pertama Layanan Purnabakti. Bank NTB Syariah mengkoversi satu layanan yang khusus melayani para purnabakti atau pensiunan. Kedua, Peningkatan Inklusi dan Literasi Keuangan. Ketiga, Pengembangan Layanan E-Banking. Selanjutnya, Ketersediaan layanan di daerah tertinggal (Laku Pandai dan mobil layanan keliling).
Bank NTB juga memberikan pembiayaan UMKM Ramah Lingkungan (peternak dan petani yang menggunakan pakan dan obat-obatan alami atau organik). Ini juga sekaligus mendukung pembiayaan UMKM di masa pandemi covid-19.
Bank NTB juga memiliki Program Pembiayaan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Mawar Emas). Pembiayaan ini tanpa ada margin atau bagi hasil. “Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang terkena jerat rentenir, kami bantu tanpa ada adamargin satu rupiah pun,” ujar Kukuh.
Bank NTB Syariah juga giat melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Secara internal misalnya penghematan energi listrik dan pengurangan sampah plastik di kantor Bank NTB Syariah . Sedangkan kegiatan eksternalnya antara lain Program Peduli Air Bersih di Dusun Gunung Mas, Lombok Barat. Ada pula Program Pengembangan Prototype Motor Listrik Pengangkut Sampah yang dilakukan di SMKN 1 Lingsar.
Bank NTB Syariah memiliki Program Pengelolaan Sampah Berbasis Pemberdayaan bekerja sama dengan Bank Sampah UNU NTB. Ada pula Program Penghijauan Berbasis Pemberdayaan yang dilakukan di Ponpes Modern SMK Al Kahfi. Selain itu, Program Pompa Air Tenaga Surya bekerja sama dengan Universitas Teknologi Sumbawa. “Ini salah satu upaya kami untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang pada 2020 terkena dampak pandemi,” kata dia. Jumlah karyawanBank NTB Syariah pada akhir 2020 sebanyak 1.265 orang dengan sekitar 56,4 persen adalah sarjana S1.
Dukungan Teknologi Informasi
Untuk memudahkan layanan kepada nasabah dan mendukung operasional perusahaan, Bank NTB Syariah juga terus melakukan digitalisasi layanan. Dukungan Tteknologi informasi (TI) terhadap bisnis Bank NTB Syariah antara lain terlihat dalam CMS Corporate mendukung transfer online (ATM bersama, SKN, RTGS, payment Telko & PLN).
Selain itu juga dalam pembayaran retribusi parkir berbasis QRIS di Kota Mataram yang berhasil mendongkrak 300 persen pendapatan dari retribusi parkir. Aplikasi TI juga dilakukan dalam pembayaran pajak dan retribusi berbasis Virtual Account melalui EDC Bank NTB Syariah dengan piloting di Kota Mataram
Bank NTB Syariah juga mengaplikasikan TI dalam CMS Kasda untuk transaksi pembayaran SP2D (rekening RKUD) secara realtime dari Kasda ke mitra. Sistem IT juga diterapkan dalam pembayaran PBB melalui e-channel Bank NTB Syariah (teller, atm, mobile) yang sudah terintegrasi dengan Fintech (Gopay), ritel modern channel (Indomaret), dan e-commerce (Tokopedia)
Berkat terobosan TI tersebut, kinerja e-channel Bank NTB Syariah terus meningkat terutama dalam empat tahun terakhir ini. Nilai transaksi mobile banking sejak 2017 naik berturut-turut dari Rp 1 miliar, kemudian Rp 8 miliar (2018), Rp 18 miliar (2019), dan Rp 35 miliar pada 2020. Frekuens transaksi di mobile banking juga terus meningkat dari 4.490 kali menjadi 34.075 kali. Sedangkan jumlah pengguna mobile banking naik dari 2.701 pada 2017 menjadi 18.312 pada 2020.
Kondisi serupa juga terjadi pada transaksi EDC yang meningkat baik dari sisi nilai dan frekuensinya. Pendapatan e-channel Bank NTB Syariah meningkat dari hanya Rp 580 juta pada 2017, kemudian naik menjadi Rp 1,38 miliar pada 2018, selanjutnya Rp 6,38 miliar pada 2019 dan Rp 9,63 miliar pada 2020.
