Jakarta, TopBusiness – Tak mudah menghadapi rentenir yang kerap menjerat masyarakat dan para pedagang kecil di pasar tradisional melalui pinjaman cepat dengan bunga mencekik. Meski demikian, sebagai perusahaan pelat merah milik pemerintah daerah (BUMD), Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Gianyar (Perseroda) tak mudah menyerah untuk berupaya keras mengikis praktik “lintah darat” ini. Salah satu senjatanya melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) Gianyar Aman Sejahtera (Kurda GAS).
Mudah, tanpa harus memberikan jaminan atau agunan dengan proses pinjaman yang juga cepat. Strategi inilah yang banyak dilakukan BPR Bank Daerah Gianyar, Bali untuk mempersempit gerak para rentenir yang kini masih banyak dijumpai di tengah masyarakat.
Bahkan pihak bank juga menurunkan petugas ke lapangan, melakukan strategi jemput bola dengan mendatangi masyarakat kecil atau para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional yang dilengkapi perangkat mobile collection untuk memudahkan petugas di lapangan melakukan proses transaksi yang bisa dilakukan secara online.
Dengan aplikasi Mobile Collection, berbasisandroid ini juga yang memungkinkan funding, mendukung marketing, AO dalam melakukan transaksi di luar kantor, kapan pun dengan mudah, cepat dan akurat.
“Bagaimana mempersempit gerak para rentenir, ini memang masih menjadi salah satu PR (Pekerjaan Rumah) tersendiri bagi kami. Apalagi sebagai BPR, di mana kehadiran bank ini salah satu misinya adalah memberikan penguatan permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil dan koperasi,” ungkap Direktur Utama Bank Daerah Gianyar, I Nyoman Suparsa Widana saat presentasi dan wawancara penjurian “Top BUMD Awards 2021” yang diselenggarakan Majalah TopBusiness Jakarta, pada Selasa (22/6/2021) secara online.
“Karena itu, berbagai strategi terus kami lakukan untuk mengikis praktik rentenir ini. Bahkan kami juga ada program khusus, kredit melawan rentenir melalui penyediaan akses untuk penyaluran permodalan kepada masyarakat miskin melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah Gianyar Aman Sejahtera (Kurda GAS),” sambungnya.
Dijelaskan, program kredit untuk melawan rentenir ini merupakan bagian dari program Kurda yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar sebagai pemilik tunggal BPR Bank Daerah Gianyar yang disalurkan dalam bentuk pinjaman dengan menggunakan pola executing.
Kurda GAS juga merupakan lanjutan dari kebijakan Pemkab Gianyar dalam menyediakan akses keuangan berbiaya murah bagi masyarakat pra sejahtera, di mana PT BPR Bank Daerah Gianyar (Perseroda) sebagai bank penyalur.
Guna mempercepat proses pemberian kredit ini, Bank Daerah Gianyar juga menggunakan aplikasi digital, terutama untuk percepatan proses verifikasi data yang sudah terintegrasi dengan data Keluarga Miskin Kabupaten Gianyar. Selain itu, di tengah pandemi juga dilakukan terobosan baru melalui penguatan teknologi digital banking, termasuk untuk mendukung proses analisa kredit secara digital (AO Mobile) – on progress.
“Pelaksanaan program Kurda ini sudah dilakukan sejak tahun 2018 dengan jumlah dana yang juga terus meningkat. Selain Kurda GAS, juga ada Kurda untuk pelaku UMKM dan Kurda bagi pengembangan koperasi,” katanya.
“Di tengah pandemi Covid-19, penyaluran kredit ini terus kami tingkatkan sebagai bagian dari upaya penguatan permodalan bagi usaha masyarakat. Pada tahun 2020 penyaluran Kurda UMKM mencapai Rp 11,1 miliar, Kurda Koperasi Rp2,1 miliar, dan Kurda GAS sebesar Rp 7 juta,” ujarnya didampingi Direktur PT BPR Bank Daerah Gianyar, Anak Agung Gede Bagus Dama Arimbawa, SE.
Sampai saat ini, program Kurda telah tersalurkan di 7 kecamatan kepada 840 debitur dengan jumlah dana mencapai lebih dari Rp30 miliar untuk berbagai bidang usaha. Seperti jasa perdagangan, peternakan, pertanian, perikanan dan lainnya.
“Kami terus berupaya agar serapan Kurda ini dapat maksimal, sehingga bisa membantu mendukung pemulihan ekonomi masyarakat agar cepat bangkit dari dampak pandemi Covid 19 ini,” ujarnya.
Di hadapan dewan juri (Prof. Dr. H. M. Wahyudin Zarkasyi., CPA-Guru Besar Universitas Padjajaran Bandung, Ir Tendri Supriatno Ketua Solusi Kinerja Bisnis (SKB), Sri Nitiswati (Lembaga kajian Nawa Cita (LKN), serta Dr. Aldrin Hernawi pengajar Unpad), I Nyoman Suparsa Widana juga mamaparkan banyak hal terkait kinerja usaha dan sejumlah inovasi baru yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19, baik terkait sistem manajemen, operasional maupun layanan pelanggan.
Disebutkan, dalam beberapa tahun terakhir, performa dan kinerja BPR milik Pemerintah Kabupaten Gianyar ini juga terus menunjukkan kemajuan, baik dari aspek usaha, maupun dalam mengemban tugas dan misinya, terutama dalam upaya membantu mengerakkan ekonomi masyarakat daerah melalui dukungan permodalan.
Di tengah pandemi Covid-19, tahun lalu perusahaan ini masih mampu membukukan laba hingga Rp2,6 miliar dan memberikan setoran PAD ke Pemkab Gianyar sebesar Rp1,4 miliar. “Setiap tahun kami bisa memberikan kontribusi untuk setoran PAD ke Pemerintah Kabupaten Gianyar yang sampai dengan tahun 2020 telah mencapai sebesar Rp16,5 miliar dari Rp10 miliar modal setor yang ditempatkan,” ujarnya.
Ditambahkannya, tugas-tugas pemerintahan yang diberikannya kepada Bank Daerah Gianyar juga telah berhasil dituntaskan dengan baik. Misalnya saat penyaluran BLT dana desa. Dalam waktu yang sangat terbatas, Bank Daerah Gianyar telah berhasil membuat puluhan ribu rekening (9.098) penerima BLT dengan ketelitian yang tinggi. Sehingga saat itu, Gianyar paling cepat prosentasenya dalam penyaluran BLT dana desa.
Menyiasati situasi pandemi yang mengharuskan adanya social distancing, PT. BPR. Bank Daerah Gianyar (Perseroda) juga banyak melakukan terobosan inovasi baru berbasis teknologi informasi untuk layanan digital banking. Untuk operasional, saat ini telah memiliki 6 (enam) Kantor Kas di setiap Kecamatan di Kabupaten Gianyar dan telah terhubung secara Online dengan Kantor Pusat. Dalam hal ini, BPR Bank Daerah Gianyar telah memiliki Core Banking System berbasis IT secara terintegrasi yang bisa mendukung operasional 24/7 dan juga memiliki fasilitas DRC yang ditempatkan di luar daerah seperti yang dipersyaratkan dalam POJK 75/POJK.03/2016.
Selain itu, untuk mendukung operasional dan layanan nasabah di tengah pandemi, serta memberikan kemudahan layanan, seperti melakukan setoran & pembayaran, transfer juga telah diimplementasikan virtual account. Bank Daerah Gianyar kini juga telah berhasil secara teknis dan terbatas mengoperasikan layanan ATM Cardless yang makin memudahkan nasabahnya.
Dengan strategi penguatan layanan berbasis digital ini, masyarakat atau nasabah bisa dengan mudah melakukan transaksi dan mendapatkan layanan Bank Daerah Gianyar meski sedang pandemi. Bahkan mereka juga bisa melakukan berbagai transaksi, kapanpun dan dimanapun dengan perangkat mobile seperti smartphone.
Selain itu, perusahaan juga telah menerapkan digitalisasi Sistem Kepegawaian melalui SIMPEG-Mobile BDG, termasuk untuk mendukung proses penilaian kinerja, sistem rewards, hingga payroll system. Prestasi lain masih banyak, termasuk keberhasilkan dalam meningkatkan asset, penghimpunan dana masyarakat (DPK), dan lainnya. Perusahaan juga berhasil menjaga soliditas, kinerja dan kesehatan bank, seperti rasio non performing loan (NPL) yang tetap terjaga di bawah ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah 5%.
Dengan performa yang makin solid, sejak awal tahun ini, bank milik Pemkab Gianyar ini telah dilakukan peningkatan status perusahaan, dari sebelumnya PD. BPR Werdhi Sedana, berubah nama menjadi PT. BPR. Bank Daerah Gianyar (Perseroda). Peresmian perubahan nama dan logo dilakukan oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra yang dilakukan di kantor Bank Daerah Gianyar, pada (17/2/2021).
Perubahan ini juga telah disetujui oleh OJK. Perubahan Bentuk Badan Hukum dan Nama ini, selain untuk menjalankan amanat perundang–undangan yang berlaku, juga sebagai upaya penguatan branding sebagai bank daerah dengan ciri khas, yakni sebagai bank milik Pemerintah Kabupaten Gianyar.
Dengan sederet prestasi tersebut, tahun ini untuk pertama kalinya terpilih menjadi salah satu finalis dan masuk nominasi 200 BUMD Terbaik, dari sekitar 1.150 BUMD di Indonesia di ajang penilaian atau corporate rating “TOP BUMD AWARDS 2021.”
Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Penulis: Ahmad Chury
