Jakarta, TopBusiness – PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Persero) alias JIEP kembali terpilih menjadi finalis dalam ajang TOP BUMD Awards 2021. Saat ini, event tahunan bergengsi nasional yang diselenggarakan Majalah TopBusiness bekerja sama dengan berbagai lembaga independen ini memasuki tahap penjurian.
Dalam presentasi dan wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2021 yang berlangsung secara virtual pada 18 Juni 2021, manajemen PT JIEP memaparkan soal inovasi dan terobosan bisnis guna mewujudkan visi perusahaan sebagai pengembang kawasan modern terintegrasi bertaraf Internasional dan berwawasan lingkungan.
Manajemen PT JIEP yang hadir dalam penjurian TOP BUMD Awards 2021 ini antara lain Arief A. Sanjaya (Direktur Keuangan & SDM ), Trihadi Nurahmansyah (AVP HSE), Vera Sandriana (AVP Estate Management), Arini Medina (AVP General Affair), M Ihsan (AVP Total Logistic Solution), Izhar Rahman (AVP Business Monitoring), dan Nabila Maharani (Corporate Communication).
Sedangkan dewan juri yang hadir antara lain Prof Dr Satya Arinanto (i-Otda), Prof Dr Wahyudin Zarkasyi (FEB Universitas Padjajaran), Thendri Supriatno (penasihat TopBusiness/konsultan), Nitiswati (LKN), Melani Harriman PhD (Melani K Harriman Association), dan Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem).
JIEP merupakan perusahaan pengembang dan pengelola Kawasan Industri Pulogadung (KIP) yang dimiliki oleh Pemerintah Pusat diwakili oleh Kementerian BUMN dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan porsi saham masing-masing 50 persen. Proporsi usaha JIEP adalah 96 persen meraup laba dan 4 persen layanan sosial berupa Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kepada dewan juri, Arief Sanjaya menjelaskan, strategi bisnis yang dilakukan JIEP untuk meningkatkan kinerja bisnis perusahaan adalah Remasterplan Kawasan, Pengembangan Kawasan Industri (KI) baru, Optimization dan Redefine Existing Business. Dengan remasterplan tersebut, Kawasan Industri Pulaugadung nantinya tidak hanya menjadi kawasan industri semata, tapi juga dikembangkan kawasan komersial, residensial, dan zona campuran.
Dari total luas KIP sekitar 500 Hektare (Ha), kawasan industri saat ini masih mendominasi dengan menempati area seluas 311 Ha. Sesuai remasterplan, area kawasan industri akan dikurangi menjadi hanya 91 Ha. Sedangkan kawasan komersial diperluas dari 25 Ha menjadi 37 Ha, dan untuk kawasan residensial ditingkatkan dari 12 Ha menjadi 68 Ha. Dalam remasterplan juga terdapat zona campuran 68 Ha, dari sebelumnya tidak ada.
“Remaster plan ini juga untuk mendukung visi presiden RI 2014-2024 terkait pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM dan juga untuk meningkatkan investasi,” kata Arief.
Sesuai remasterplan juga, di Kawasan Industri Pulogadung nantinya akan ada 50 ribu hunian dengan penambahan populasi penduduk sebanyak 200 ribu jiwa, serta mengakomodasi 230 tenaga kerja. Di KIP juga akan dilengkapi dengan jalur pejalan kaki dan sepeda sepanjang 30 Km, ruang terbuka hijau 94 Ha, dan kawasan retensi air seluas 27 Ha.
“Kawasan ini sesuai rencana nantinya terintegrasi dengan empat moda transportasi umum yatu KRL Commuter, MRT, LRT dan Transjakarta. Di kawasan ini juga akan terdapat 17 titik perhentian transportasi umum dan rencana depo MRT,” tutur Arief.
Kinerja Keuangan
Menurut Arief, kinerja keuangan JIEP pada 2020 diakui terdampak pandemi covid-19. Total aset sedikit berkurang dari Rp 801,18 miliar pada 2019 menjadi Rp 800,26 miliar. Pendapatan turun dari Rp 370,22 miliar menjadi Rp 181,88 miliar. Laba bersih tergerus dari Rp 154,7 miliar pada 2019 menjadi Rp 30,38 miliar pada 2020.
“Tapi pendapatan dan laba bersih yang tidak tercapai target itu tidak semata-mata karena pandemi covid 19, tapi ada kaitannya juga dengan pernyataan keuangan secara akuntansi, di mana kami JIEP sudah menerapkan PSAK 73 dengan metode full retrospektif atas pendapatan pemanfaatan lahan (SPPTI),” tutur dia.
Pada periode sebelumnya, kata Arief, pendapatan tersebut diakui sebesar nilai kontrak saat ditandatangani kontrak. Sedangkan dalam PSAK 73 diatur bahwa pendapatan diakui berdasarkan manfaat yang sudah diberikan sesuai periode waktunya. Selisih pendapatan yang sudah diakui sesuai jangka waktu dengan nilai kontrak dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka (liabilitas), sehingga ekuitas turun dari Rp 635,83 miliar menjadi Rp 231,37 miliar pada 2020.
“Pendapatan dan laba bersih tidak dapat tercapai 100 persen, namun secara aset dan saldo kas dapat dipertahankan di tengah pandemi,” kata dia.
Dari sisi kinerja penjualan, menurut Arief, pada 2020 JIEP masih bisa menambah lima pelanggan baru, sesuai target yang ditetapkan awal tahun. “Kok hanya lima tenant? Alasannya karena kawasan industri kami yang mencapai 500 ha ini disewa oleh tenant-tenant yang menyewa dengan lahan yang luas, jadi itu cukup realistis,” ucap Arief.
Berdasarkan hasil audit keuangan, skor kinerja PT JIEP pada 2020 mencapai 77,25 atau A.
Manajemen JIEP bekerja sama dengan Markplus rajin melakukan survei untuk mengetahui persepsi customer terhadap layanan perusahaan. Tahun 2018-2020 indeks kepuasan pelanggan angkanya terus meningkat, dari 6,55, kemudian 7,26 dan 7,87 di tahun 2020.
“Secara agregat pertumbuhan indeks kepuasan customer dari 2016 hingga 2020 mencapai 6,6 persen. Jadi pertumbuhan ini cukup signifikan di tengah pandemi covid-19,” kata dia.
Saat pandemi covid-19, JIEP juga meningkatkan pengalaman layanan kepada pelanggan (reimagine customer experience ) di tengah protokol kesehatan yang ketat. Inovasi yang dilakukan di antaranya menggunakan aplikasi Jklik untuk membantu penyelesaian keluhan dari pelanggan . “SLA tadinya perlu dua hari, sekarang sudah bisa diselesaikan dalam hitungan jam,” ucap dia.
Manajemen SDM Berbasis Kinerja
Sedangkan inovasi terkait sumber daya manusia (SDM), menurut Arief, JIEP menerapkan manajemen kinerja yang telah disusun bersama konsultan manajemen kinerja. Penilaian manajemen kinerja terlaksana secara 360. Seluruh kinerja masing-masing karyawan diolah dan ditampilkan secara digital dalam HCIS (Human Capital Informastion System).
“Tahun 2020 merupakan tahun pertama PT JIEP melaksanakan operasional menggunakan ERP dari Oracle Cloud System,” tutur dia.
Selain survei ke pelanggan, JIEP juga survei kepuasan karyawan yang a hasilnya dari tahun ke tahun selalu meningkat. Tahun 2018 nilai kepuasan karyawan mencapai 3,4 dari skala 5, selanjutnya di 2019 sebesar 3,6 dan 2020 3,78.
“Ada yang membuat pemeringkatan ini menjadi lebih baik, pertama adalah lingkungan kerja, kedua pengembangan kualitas SDM yang cukup bagus dan ketiga adalah reward kepada karyawan yang cukup baik,” ujar Arief.
Kendati demikian, menurut Arief, manajemen berupaya untuk terus melakukan perbaikan di bidang SDM ini, misalnya terkait benefit dan jenjang karier. Untuk mendukung keterikatan karyawan ini, manajemen JIEP berupaya meningkatkan peran milenial dalam pengelolaan perusahaan terutama di level middle atau senior manajemen.
“Kami memberikan jenjang karier yang lebih baik kepada para milenial ini,” kata Arief yang dalam penjurian ini juga didampingi para milenial yang sudah menduduki jabatan level menengah dan senior.
Dia juga memastikan bahwa meski perusahaan terdampak pandemi covid-19, manajemen tidak mengurangi benefit untuk karyawan. Pihaknya juga berupa menjaga semangat karyawan untuk survive di tengah pandemi.
JIEP saat ini juga fokus mengubah kultur dan value perusahaan dari 7E (Enthusiast, Empowerment, Eco-Green, Excelent, Engagement, Experience, dan Ethical) menjadi AKHLAK sesuai nilai yang dipegang BUMN pada umumnya. AKHLAK merupakan singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Berkat tata kelola yang baik, JIEP dalam tiga tahun terakhir meraih skor penilaian GCG yang terus meningkat. Pada 2018, skor GCG JIEP berada di angka 78,21, kemudian naik menjadi 80,87 (2019) dan 82,73 pada 2020.
Kontribusi terhadap Pemda dan Pembangunan daerah.
PT JIEP juga aktif memberikan kontribusi positif terhadap pemerintah daerah dan pembangunan daerah. Misalnya, di masa pandemi covid-19 ini, JIEP melakukan transformasi gudang untuk penyimpanan sembako tenaga kesehatan (nakes) dan penyintas covid-19. “Kami juga ditunjuk menjadi Ketua Satgas Covid-19 Wilayah DKI Jakarta,” ucap Arief.
Tak hanya itu, JIEP juga rajin memberikan bantuan sembako untuk penyintas covid-19 di sekitar Kawasan Industri Pulogadung. Selain itu, pihaknya meningkatkan pemilahan sampah, penegakan pembuangan sampah liar, serta melakukan penghijauan kawasan.
“Harapannya KIP ini tidak hanya menjadi kawasan industri, tapi menjadi kawasan yang jadi soko guru terciptanya ketahanan kota atau city resilience untuk DKI Jakarta,” kata dia.
JIEP juga selalu memberikan dividen ke pemegang saham, khususnya Pemrpov DKI Jakarta. Dalam tiga tahun terakhir, dividen yang diberikan JIEP ke pemegang saham mencapai Rp 98 miliar. “Ini tidak termasuk pajak yang diberikan seperti PBB dan pajak-pajak yg lain. Totalnya bisa sekitar Rp 200 miliar diberikan kepada pemerintah dan pemda DKI Jakarta,” ujar Arief.
Berbagai inovasi dan langkah terobosan yang dilakukan JIEP pada 2020 itu diharapkan menjadi landasan dalam quantum leap menuju pendapatan perusahaan mencapai Rp 1 triliun pada 2026.
