TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Modal Inti Terus Digenjot, Bukti Bank Kalbar kian Dipercaya Pemegang Saham

Busthomi
13 March 2023 | 13:44
rubrik: BUMD, CSR
Modal Inti Terus Digenjot, Bukti Bank Kalbar kian Dipercaya Pemegang Saham

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi (ketiga dari kanan) foto bersama usai melakukan penjurian TOP BUMD Awards 2023 di Jakarta, beberapa waktu lalu. FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Sepanjang 2022 hingga awal tahun 2023 ini, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat atau Bank Kalbar terus memupuk permodalan sebagai langkah untuk menguatkan posisi bank tersebut. Dan hingga kini atau tepatnya per 28 Februari 2023 lalu sudah mencapai Rp3,64 triliun.

Bahkan di awal tahun ini, pemegang saham lainnya banyak suntik modal untuk memperkuat Bank Kalbar. Tercatat ada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Senggau senilai Rp3 miliar (pada 28 Desember 2022 lalu), selanjutnya di tahun ini ada Pemkab Kayong Utara senilai Rp2 miliar (8 Februari 2023), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat mencapai Rp50 miliar (15 Februari 2023), Pemkab Sintang sebanyak Rp6 miliar (27 Februari 2023), dan Pemkab Sambas senilai Rp2 miliar (27 Februari), sehingga totalnya Rp63 miliar.

Dengan komposisi tersebut, maka kepemilikan saham Pemda di Bank Kalbar per 28 Februari 2023 lalu adalah, Pemprov Kalbar masih mayoritas mencapai 51,48%, Pemkab Kapuas Hulu (7,04%), Pemkot Pontianak (6,29%), Pemkab Senggau (5,38%), Pemkab Sintang (5,44%), Pemkot Singkawang (4,23%), Pemkab Sekadau (3,21%), Pemkab Ketapang (3,16%), Pemkab Landak (2,72%), Pemkab Mempawah (2,57%), Pemkab Bengkayang (2,43%), Pemkab Kubu Raya (1,71%), Pemkab Sambas (1,57%), Pemkab Melawi (1,35%),  dan Pemkab Kayong Utara (1,42%).  

“Jadi, Pemda ini banyak setor modal. Ini bukti kepercayaan mereka tinggi terhadap kami. Karena apa yang mereka inginkan, kami sudah capai. Dan saat ini (per 28 Februari), modal inti di Rp3,64 triliun. Di tahun 2024 nanti, kami targetkan modal inti kami Rp4 triliun. Karena kalau kita harus spin-off (UUS-unit usaha syariah ke BUS-bank umum syariah) kita pun sudah siap,” terang Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi saat mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2023, pada Sabtu (4/3/2023) lalu di Jakarta.

BACA JUGA:   Kinerja Bank BPD Bali Melesat Berkat Inovasi Digital

Dia bercerita, dalam hal suntikan modal ini, bukti kepercayaan para kepala daerah se-Kalbar ini terus meningkat terhadap Bank Kalbar. Pihaknya sendiri membuktikannya dengan adanya kinerja yang positif tersebut. “Istilahnya kami itu minta ke bupati atau walikota, untuk setoran ditambah biar naik pula PAD-nya. Karena kalau modal naik pasti PAD juga bakal naik. Makanya, selama ini, Bank Kalbar ini belum atau tidak boleh go public (IPO) karena pemegang saham msh ingin dividenny,” ungkap dia.

Dalam proses penjurian itu, Rokidi memparkan keberhasilan kinerja Bank Kalbar sepanjang tahun 2022 lalu. Keberhasilan ini pun tak lepas dari inovasi yang dilakukannya, terutama dalam hal pengembangan IT dan terkait SDM. “Yang pertama ini inovasi dalam hal IT dan kedua soal SDM. Itu menjadi kunci kami untuk mengembangkan bisnis perbankan ini. Dan SDM ini juga mendapat perhatian dari pemegang saham,” tegasnya.

Kinerja tersebut terlihat dari performa keuangan. Beberapa pos keuangan dan indikatornya bertumbuh positif. Untuk asset di akhir 2022 lalu mencapai Rp23,579 triliun dari target di angka Rp21,639 triliun. Ini berarti pencapaiannya sebesar 108,97%. Lalu kredit & pembiayaan berhasil dikucurkan sebanyak Rp14,466 triliun alis tercapai 101,47% dari target sebesar Rp14,257 triliun. Lalu Dana Pihak Ketiga (DPK) terhimpun sebanyak Rp17,538 triliun dari target Rp16,958 triliun atau tercapai 103,42 triliun. Dengan raihan laba bersihnya mencapai Rp424,426 miliar atau tercapai 102,81% dari target di angka Rp412,835 miliar.

“kami bersyukur laba bersih itu dapat tercapai hingga Rp424,426 miliar dari target kami di angka Rp412 miliar tersebut. Berarti pencapaian kami hingga 104%. Sedangkan di tahun 2023 ini pemegang saham menargetkan bisa mencapai Rp445 miliar. Saya rasa akan terlewati angka terssebut. Karena saat ini saja net profit kami dalam satu harinya bisa mencapai Rp3,5 miliar,” tutur Rokidi.

BACA JUGA:   Layanan Makin Mantap, BPR Giri Suka Dana Wonogiri Catatkan Kinerja Positif
Proses penjurian TOP BUMD Awards 2023 terhadap Bank Kalbar yang dilakuakn secara offline, di Jakarta. FOTO: TopBusiness

Dengan rasio keuangan yang juga moncer. Seperti rasio kecukupan modal (CAR) berada di posisi 29,66%, untuk Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga relative rendah di posisi 69,36%, dengan net interest margin (NIM) di level 6,98%, loan to deposit ratio (LDR) di posisi 82,48%, untuk return on assets (RoA) di posisi 2,59%, untuk Return on Equity (RoE) di level 12,99%, dengan rasio kredit bermasalah atau net performing lian (NPL) di posisi 1,75% (gross).

“Alhamdulilla, NPL kami ini rendah banget. Padahal, banyak bank daerah yang belum memiliki NPL yang rendah banget. Bagi kami, menurunka NPL itu melalui ekspansi yang maksimal dan juga penagihan pun maksimal. Dan tahun ini kami targetkan NPL bisa ditekan lagi ke posisi 1,5% hingga 1,6%,” ujar Rokidi.

“Dan NPL ini bisa di bawah 2% ini sangat luar biasa dan turunnya pun signifikan. Apalagi kan NPL itu fluktuatif, nanti ada pedagang yang bayar kreditnya nunggak itu bisa naik, kemudian pas ada yang lancar jadi turun lagi,” tegasnya.

Dengan posisi market share Bank Kalbar yakni untuk aset berada di angka 22,10% di angka Rp23,579 triluhn dari total perbankan di Kalbar sebanyak 54 bank mencapai Rp106,678 triliun. Sementara untuk penghimpunan dana market share-nya di posisi 23,81% atau sebanyak Rp17,538 triliun dari total Rp73,661 triliun. Dengan penyaluran kredit di angka 22,32% market share-nya yakni sebanyak Rp14,466 triliun dari total bank di Kalbar mencapai Rp64,787 triliun.

Andalkan IT

Bank Kalbar juga terus melakukan digitalisasi perbankan. Salah satu yang sudah dilakukannya adalah dengan menerapkan Quick Response Indonesia Standar (QRIS) untuk melakukan transaksi. “Dalam hal ini, dengan adanya QRIS untuk kemudahan pembayaran atau transaksi cashless) melalui smartphone yang terintegrasi dengan Mobile Banking Bank Kalbar,” kata sang Dirut.

BACA JUGA:   Strategi Perumdam Tirta Wijaya Seimbangkan Bisnis dan Layanan Air di Cilacap

“Dengan jumlah QRIS Merchant Bank Kalbar di tahun 2022 lalu sudah sebanyak 5.063 merchant,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan, Bank Kalbar juga memiliki Quick Response Indonesia Standar (QRIS) Cross Border atau untuk transaski QRIS lintas negara.

“QRIS ini untuk kemudahan pembayaran (transaksi cashless) melalui smartphone yang terintegrasi dengan Mobile Banking Bank Kalbar yang sudah bisa dilakukan lintas negara yaitu Malaysia dan Thailand. Kami juga ingin mengembangkan QRIS cross border ke Arab Saudi. Karena di Kalbar ini banyak jamaaah haji sehingga bisa digunakan di sana (Arab Saudi),” ujarnya.

Tags: Bank KalbarTOP BUMD Awards 2023
Previous Post

Bank Ini Hadirkan Summer Camp Pertama, Gandeng Pihak Singapura

Next Post

Beberapa Isu Pokok Industri Furnitur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR