TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Termasuk BUMN, Pefindo Catat Penerbitan Surat Utang Meningkat di Paruh Pertama

Busthomi
9 July 2021 | 11:27
rubrik: Capital Market
SBN sebagai Instrumen Utang Pemerintah*

Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Di tengah likuiditas keuangan banyak perusahaan yang menyusut akibat pandemic Covid-19, membuat beberapa korporasi, baik perusahaan terbuka maupun bukan, mencoba mengerek pendanaan dari pasar modal. Langkah yang tempuh pun, mereka banyak menerbitkan surat utang.

Alhasil selama semester I-2021 tersebut, tercatat ada peningkatan penerbitan surat utang (bond) yang dilakukan perusahaan guna menggenjot pendanaannya. Termasuk di dalamnya nilai penerbitan obligasi bagi perusahaan BUMN pun meningkat.

Hal ini seperti disampaikan oleh Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Salyadi Saputra, dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Jumat (9/7/2021).

“Penerbitan surat utang korporasi (baik perusahaan listed maupun non-listed) hingga semester I-2021, lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2020,” tutur Salyadi.

Tercatat, hingga semester I-2021, penerbitan dari perusahaan listed mencapai Rp42,41 triliun. Sementara periode yang sama pada 2020 lalu hanya mencapai Rp29,28 triliun. Adapun untuk penerbitan non-listed hingga paruh pertama tahun ini mencapai Rp0,95 triliun. Angka itu juga masih lebih tinggi dari penerbitan untuk periode sama di 2020 mencapai Rp0,75 triliun.

Namun untuk instrument lain, yakni penerbitan sekuritisasi justru menurun dibanding periode yang sama tahun lalu. Tercatat, hingga semester I-2021 menurun hanya terjadi peneritan sekuritisasi sebesar Rp0,6 triliun, pada di tahun lalu sebanyak Rp1,1 triliun.

Ditilik dari sisi perusahaan penerbitnya, kata dia, jumlah penerbit obligasi korporasi juga meningkat tipis menjadi 28 perusahaan hingga semester I-2021, dari sebelumnya sebanyak 27 perusahaan di periode yang sama di 2020.

“Sektor perbankan dan multifinance masih mendominasi jumlah emiten outstanding. Yakni masing-masing sebanyak 30 dan 18 perusahaan. Lalu disusul perusahaan properti (11), telekomunikasi (9), konstruksi (7), dan lainnya,” terang dia.

BACA JUGA:   Banyak Refinancing, Pefindo Proyeksi Penerbitan Obligasi Capai Rp159 T di 2021

Sementara itu, berdasarkan nilai, penerbitan surat utang korporasi hingga semester I-2021 didominasi oleh Multifinance dan Lembaga Pembiayaan Khusus. Dengan masing-masing nilainya mencapai Rp8,59 triliun dan Rp7,12 triliun.

“Adapun untuk nilai penerbitan BUMN Group juga meningkat menjadi Rp20,3 triliun hingga semester I-2021 dari sebelumnya di angka Rp14,6 triliun periode yang sama tahun sebelumnya,” kata dia.

Namun begitu, kendati terjadi peningkatan penerbitan surat utang, ternyata untuk tenornya didominasi oleh tenor jangka pendek dan menengah yang tak melebihi 5 tahun. Yakni untuk tenor 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun.

“Hingga semester I-2021 itu, tenor 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun hampir mencakup 91% dari total nilai penerbitan surat utang korporasi,” pungkas Salyadi.

FOTO: Ilustrasi (Istimewa)

Tags: pasar modalpefindosurat utang
Previous Post

BI: Penjualan Eceran Diperkirakan Melambat

Next Post

Sah Jadi Tbk, PAM Mineral Gunakan Dana IPO untuk Bisnis Pertambangan Nikel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR