TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bendungan Bendo Garapan Hutama Karya dan Sinergi BUMN

Albarsyah
7 September 2021 | 16:21
rubrik: BUMN
Bendungan Bendo Garapan Hutama Karya dan Sinergi BUMN
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – Setelah melalui proses panjang dan dihadapkan pada tantangan Pandemi  Covid-19, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) berhasil merampungkan proyek Pembangunan Lanjutan Bendungan Bendo garapan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama  Karya) yang terletak di Dukuh Bendo, Kabupaten Ponorogo – Jawa Timur.

Berkolaborasi  dengan PT Wijaya Karya (Persero), Tbk. (Wijaya Karya) dan PT Nindya Karya (Persero)  (Nindya Karya), Proyek Joint Operation paket II diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko  Widodo hari ini, Selasa (7/9) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Turut hadir dalam peresmian ini, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Prawansa, Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito, dan Direktur Utama Nindya Karya, Haedar A. Karim. Proyek yang  mulai dikerjakan pada bulan Desember 2019 silam, kini telah siap untuk menyuplai air  irigasi seluas 7.800 hektar lahan pertanian di wilayah Ponorogo dan Madiun.

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan bahwa dengan adanya bendungan akan menyediakan  pasokan air bagi lahan pertanian dan mengurangi potensi banjir. “Bendungan ini akan  menyediakan irigasi untuk 7.800 hektare sawah dan juga pasokan air baku 370 liter per detik  serta bisa mengurangi banjir, mereduksi banjir sebesar 31 persen atau 117 meter kubik per  detik,” papar Jokowi. Ia juga berpesan agar bendungan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya  dan disambungkan ke seluruh jaringan irigasi yang ada sehingga masyarakat dan para petani  bisa meningkatkan produktivitas pertaniannya. Jokowi menambahkan, pada 2021 pemerintah  telah dan akan menyelesaikan 17 bendungan. “Artinya produktivitas di bidang pertanian akan  ketambahan pasokan air dan kita harapkan akan meningkatkan produktivitas petani-petani  kita,” tambah Jokowi. 

BACA JUGA:   Padatnya Tol Sebabkan Jasa Marga Koreksi Laba 2013

Sementara itu Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra menyampaikan bahwa nilai  kontrak proyek ini mencapai Rp1.051.158.000,- dimana pada Tahap 1 sebesar  Rp716.580.000,- dan Tahap II sebesar Rp334.578.000-. “Dalam pembangunan Bendungan  Bendo ini, Hutama Karya berkolaborasi dengan Wijaya Karya dan Nindya Karya dibawah  Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Cakupan pekerjaan yang kami garap  dalam proyek ini antara lain pekerjaan jalan akses masuk, pekerjaan bangunan pelimpah,  pekerjaan bangunan fasum (fasilitas umum) serta pekerjaan bendungan utama,” ujar Novias dalam keterangan resmi kepada TopBusiness.id.

Lebih lanjut Novias menjelaskan bahwa Pembuatan Bendungan Bendo ini dirancang agar dapat  mensuplai air untuk daerah irigasi Bendo dengan luas 3300 Ha dan suplesi (tambahan/bukan  suplai utama) daerah irigasi Smart Irrigation Monitoring (SIM) dengan luas 4500 Ha. Selain  itu, Bendungan Bendo sendiri bertujuan untuk penyediaan air baku dengan debit sebesar 370  liter/detik serta mereduksi banjir dalam Q1000 dari 420m3/detik menjadi 290m3/detik.

Untuk percepatan pembangunan bendungan, Hutama Karya menggunakan beberapa peralatan  konstruksi yang memudahkan pelaksanaan pekerjaan antara lain: Inclinometer berfungsi untuk  menganalisa kemiringan yang terjadi pada tanah; Surface Settlement dan Crest Settlement  Survey Point yang berfungsi untuk memantau serta mengetahui besarnya penurunan pada  lokasi puncak bendungan dan lereng down stream; Observation Well dan Open Stand Pipe berfungsi untuk mengetahui serta mengukur tinggi muka air tanah; serta Magnetic Settlement  Plate berfungsi untuk mengetahui terjadinya penurunan tanah. Selain peralatan, Hutama Karya  juga mengaplikasikan metode kerja Horizontal Directional Drilling yang merupakan pengeboran bawah tanah secara horizontal untuk memasang jaringan utilitas bawah tanah.

“Kami telah memulai pembangunan bendungan bendo ini sejak tahun 2013 sampai dengan  tahun 2019 lalu untuk pembangunan tahap I. Meski dalam pembangunan lanjutan yang dimulai  pada tahun 2019 sampai dengan 2021 ini dihadapkan dengan pandemi Covid-19, namun atas  komitmen dan tetap menerapkan protokol Kesehatan di lingkungan proyek, pembangunan  Bendungan Bendo kami prediksi dapat rampung sesuai target. Pembangunan bendungan ini  membuka akses pekerjaan dan menyerap 250 tenaga kerja lokal,” tutup Novias Nurendra, 

BACA JUGA:   Program TJSL Pertamina Dukung Kemandirian Desa di Sragen

Direktur Operasi I Hutama Karya. Bendungan Bendo menjadi satu dari empat bendungan prioritas yang diresmikan oleh  Kementerian PUPR. Kehadiran bendungan ini nantinya dapat mendukung irigasi pertanian  serta pengembangan sektor ekonomi lainnya di kawasan tersebut yang akan berdampak positif  untuk masyarakat secara luas.

Previous Post

Kinerja Great Giant Pineapple Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi Berkat GRC

Next Post

Brand Kuat Bank Jogja, Jadi ‘Raja BPR’ di Yogyakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR