Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (15/09/2021), diproyeksikan mengalami tekanan.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via laman samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan.
Pada perdagangan, bursa saham AS ditutup. Dow turun 0,84%, diikuti S&P500 0,57%, dan Nasdaq 0,45%. Para pelaku pasar merespons usulan Partai Demokrat yang mengusulkan kenaikan PPh badan dari 21% menjadi 26,5%, yang berpotensi menggerus laba perusahaan. Selain itu, investor juga merilis data inflasi AS bulan Agustus sebesar +0,3% bulanan, lebih rendah dari konvensi (+0,4% bulanan). Angka ini memberi harapan adanya penundaan penundaan oleh The Fed, namun disisi lain bahwa ekonomi AS belum benar-benar pulih.
Dari pasar komoditas, harga-harga komoditas utama bergerak bervariasi. Harga minyak Brent naik +0.63% dan WTI flat +0.01%. Sementara itu, batubara tertekan -0,21%, nikel -0,62%, tembaga -1,05%. Harga emas naik +0,71%, timah +0,57% dan CPO +0,46%.
Perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia masih dalam tren menurun. Meskipun ada 4.128 kasus baru tercatat di Indonesia kemarin (Senin: +2.577), namun jumlah pasien yang sembuh mencapai 11.246 kasus (Senin: +12.474). Dengan demikian, jumlah kasus aktif kembali menurun menjadi 92.328 (tertinggi ke-10 di Asia) turun 33,4% dari pekan sebelumnya, diikuti dengan kenaikan tingkat pemulihan menjadi 94,5%. Program vaksinasi masih terus berjalan hingga saat ini. Sejauh ini, 74,2 juta penduduk Indonesia telah mendapat vaksinasi tahap 1 sedangkan yang telah menerima vaksinasi tahap 2 mencapai 42,6 juta.
Dari dalam negeri, pelaku pasar diperkirakan akan menunggu data neraca dagang yang akan dirilis hari ini, yang mungkin mempengaruhi pergerakan pasar. Data ekonomi lain yang juga akan dirilis hari ini adalah data statistik utang luar negeri Indonesia.
“IHSG juga mendapat sentimen positif dari terpilihnya Indonesia menjadi pemimpin G-20 mulai Desember 2021 hingga November 2022, yang memperkuat posisi Indonesia di mata dunia serta berpotensi menghasilkan kebijakan yang menguntungkan bagi Indonesia. Karenanya, kami memperkirakan IHSG dapat kembali menguat hari ini,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
