Jakarta-Thebusinessnews . Di tengah penurunan harga Crude palm Oil (CPO),industri sawit lokal masih membutuhkan ketel uap atau boiler dalam jumlah cukup besar. Paling tidak hingga 2020,industri Pabrik Kelapa Sawit(PKS) butuh 1200 unit lagi.
Angka itu disampaikan President Direktur PT Ateliers Mecaniques D’Indonesie Tbk (Atmindo ),Rudy Susanto.” Itu kalau satu PKS hanya membeli satu boiler namum biasanya satu PKS butuh dua hingga tiga boiler.” Ujar dia di Jakarta,Rabu, 18 Nopember 2015.
Rudy menjelaskan , bahwa saat lahan sawit siap panen seluas 10,6 juta hektar dan 8,5 juta hektar lahan sawit baru. Namum pada tahun 2020 total lahan sawit siap panen mencapai 10,8 juta hektar. “Jika perhektar menghasilkan 32 ton perhektar maka 2020 terdapat 320 juta TBS ( tanda buah segar ),”ujar dia.
320 juta ton TBS itu butuh segera di olah menjadi Crude Palm Oil(CPO). Dengan ratio 165.000 ton per PKS dalam satu tahunnya maka butuh 1200 PKS lagi. Dan satu PKS minimal harus memiliki 1 boiler. ” sehingga paling tidak kebutuhan boiler sawit mencapai 1200 unit hingga 2020.”ujar dia.
Ia memandah industri sawit pasti membutukan bioler menginggat tingkat keasaman TBS akan meningkat setelah duahari. Sementara Atmindo memiliki kapasitas produksi boiler 40 unit pertahun.(Az)