Jakarta-Thebusinessnews. Buku itu merupakan materi pengayaan yang akan diajarkan kepada siswa untuk memperkenalkan sejak dini mengenai konsep-konsep keuangan, pengelolaan keuangan dan berbagai produk dan jasa keuangan.
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S. Soetiono menjelaskan bahwa materi buku ini meliputi pengenalan tentang OJK dan industri jasa keuangan yang meliputi perbankan, asuransi, pembiayaan, pasar modal, dana pensiun, pergadaian, dan ekonomi syariah.
“Buku ini baik untuk mulai mengenalkan anak-anak SD kelas 4 dan 5 mengenai berbagai hal di sektor keuangan sekaligus mengenalkan OJK sebagai otoritas di sektor keuangan kepada anak-anak,” kata Kusumaningtuti di Jakarta, Jumat, 27 Nopember 2015
Sejak tahun 2014, OJK bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyusun buku edukasi keuangan tingkat SMA dan SMP yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan buku edukasi keuangan tingkat SD. Penyusunan buku tersebut merupakan bagian dari implementasi pilar pertama dari Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia.
Sebelumnya, pada tanggal 12-13 November 2015 telah diselenggarakan Training of Trainers kepada 68 guru dari 33 provinsi mengenai buku Mengenal Jasa Keuangan dan guru juga berlatih menggunakan permainan Sikapiuangmu yang merupakan gamification dari pengenalan produk dan jasa keuangan sehingga siswa dapat bermain sambil belajar. Kegiatan TOT merupakan implementasi dari salah satu pilar kedua Strategi Nasional Literasi Keuangan yaitu melakukan training of trainers guru dan dosen sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia pelaksana edukasi dan kampanye nasional literasi keuangan guna mewujudkan pelaksanaan literasi secara efektif dan edisien yang optimal dan berkesinambungan.
Sebagai tindak lanjut dari peluncuran buku ini, OJK berencana akan mendistribusikan buku dan alat peraga edukasi keuangan tingkat SD ke 1.500 SD yang tersebar di seluruh Indonesia. (Az)