TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekspor CPO RI Menurun, India Penyumbang Terbesarnya

Nurdian Akhmad
12 November 2021 | 14:47
rubrik: Business Info
Lahan Sawit Perusahaan Ini Naik 9.000 Hektar

Ilustrasi Kebun Sawit. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat ekspor minyak sawit bulan September 2021 turun menjadi 2,886 juta ton, setelah naik 4,274 juta ton pada bulan Agustus 2021. Nilai ekspor produk minyak sawit juga turun menjadi US$ 3,111 miliar dari US$ 4,433 milliar pada Agustus.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan, penurunan volume ekspor terbesar terjadi untuk tujuan India sebesar 683.000 ton menjadi 275.500 ton (-71,3%). Kemudian China sebesar 351.800 ton menjadi 467.400 ton (-42,94%), Belanda sebesar 169.600 ton menjadi 33.460 ton (-83,5%) dan Malaysia sebesar 157.100 ton menjadi 35.100 ton (-81,74%). Uni Eropa secara keseluruhan turun 243.200 ton menjadi 219.600 ton (-52,54%).

“Secara YoY (Year on Year) sampai dengan bulan September, ekspor ke China tahun 2021 sudah 25,7% lebih tinggi dari tahun 2020, ke Malaysia 52,0% lebih tinggi, sedangkan ke India 24,4% lebih rendah, ke Belanda 0,4% lebih rendah dan ke Uni Eropa secara keseluruhan 8,1% lebih rendah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11/2021).

Harga CPO Cif Rotterdam pada bulan September sebesar USD1.235 per ton yang lebih tinggi dari bulan Agustus sebesar US$ 1.226 per ton. Sedangkan harga soybean oil (Dutch, ex mill) turun dari US$ 1.435/ton menjadi US$ 1.405/ton, sunflower oil (FOB NW Europe) turun dari US$ 1.380/ton menjadi US$ 1.333/ton dan rapeseed oil (Dutch FOB) naik menjadi US$ 1.606/ton dari US$ 1486/ton.

“Kenaikan harga minyak sawit mungkin disebabkan rendahnya stok awal bulan September yang hanya 3,4 juta ton, 1,1 juta ton lebih rendah dari stok awal Agustus,” terang dia.

Konsumsi dalam negeri bulan September sebesar 1,47 juta ton yang relatif sama dengan bulan Agustus yang sebesar 1,46 juta ton. Konsumsi untuk pangan turun menjadi 672.000 ton dari 718.000 ton pada bulan Agustus (-6,4%). Untuk oleokimia relatif tetap, sedangkan untuk biodiesel naik menjadi 622.000 ton dari 569.000 ton pada bulan Agustus (+9,3%).

BACA JUGA:   Ini Pernyataan Jokowi Soal Merosotnya Harga CPO

Produksi CPO Indonesia bulan September 4,17 juta ton, turun sekitar 1% dari bulan Agustus dan masih belum naik seperti yang diharapkan. Demikian juga produksi Malaysia yang dilaporkan turun 0,39% dari produksi bulan Agustus.

“Dengan produksi rendah dan ekspor yang turun, stok akhir September minyak sawit Indonesia masih naik menjadi 3,65 juta ton dari 3,43 juta ton pada bulan Agustus,” kata dia.

Tags: cpoEkspor CPO
Previous Post

Pengembang Hunian Tetap Andalkan Dana Internal

Next Post

Gaikindo Patok Penjualan Mobil Tahun Depan Capai 900 Ribu Unit

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR