Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (18/11/2021) diproyeksikan bergerak turun.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Berpotensi Bergerak Melemah.
Bursa AS ditutup dengan DJIA -0,6%, S&P500 -0,3%, dan Nasdaq -0,3%. Aksi profit taking terjadi di tengah penantian pelaku pasar rilis data keuangan 3Q21 nomor emiten seperti Alibaba, dan rilis data ekonomi seperti izin bangunan.
Pasar komoditas terpantau bergerak beragam. Harga minyak turun 3,2% ke level USD 78,2/bbl, nikel 0,3% menjadi USD 19.335/ton, sebaliknya timah naik 1,1% ke level USD 38.052,5/ton, batu bara naik 0,5% ke level USD 152/ton, emas naik 0,9% menjadi USD 1.870.2/toz, serta CPO naik 2,2% ke level RM 4.892/ton.
Bursa Asia kemarin ditutup cenderung melemah. Kospi -1,2%, Nikkei -0,4%, Hang Seng -0,3%, dan Shanghai +0,4%. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,4% ke level 6.676, dengan net buy asing di pasar reguler sebesar Rp 320,4 miliar dan net sell asing di pasar negosiasi sebesar Rp 1,15 triliun.
Pembelian bersih asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BMRI (Rp 82,1 miliar), BBRI (Rp 72,1 miliar), dan ASII (Rp 66,4 miliar). Sementara itu, penjualan bersih tertinggi tertinggi dicatatkan oleh TLKM (Rp 86,9 miliar), ADRO (Rp 43,0 miliar), dan SMGR (Rp 42,6 miliar). Top leading movers adalah BBCA, BBRI, dan ASII, dan top lagging movers adalah TLKM, UNVR, INTP.
Terjadi penambahan 522 kasus baru COVID-19 kemarin dengan tingkat positif sebesar 0,2% (tingkat pemulihan: 96,4%, kasus aktif: 8.390 ribu).
Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Nikkei -0,3%. “Dengan sentimen bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan akan bergerak melemah. Dari domestik, hari ini akan ada rilis data suku bunga,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
