Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (19/11/2021) diproyeksikan bergerak sideways.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Berpotensi Bergerak Sideways.
Bursa saham AS ditutup menguat. Dow Jones -0,17%, S&P500 +0,45% dan Nasdaq +0,34%. Salah satu yang mendongkrak pasar semalam adalah produsen saham emiten kartu grafis komputer, Nvidia, yang naik 8,3% setelah emiten tersebut merilis laporan keuangan yang melampaui ekpektasi. Saham emiten teknologi Apple juga turut menguat setelah adanya berita positif terkait pengembangan kendaraan listriknya.
Data klaim pengangguran awal AS pada pekan yang berakhir 13 November turun tipis menjadi 268 ribu, dari 269 ribu pada pekan sebelumnya.
Pasar komoditas utama yang menguat Kamis (18/11). Harga minyak WTI ditutup USD 79,01/barel (+1,0%), Batubara Newc juga menguat ke level USD 157/ton (+3,4%), CPO menguat ke level MYR 4.999/ton (+2,2%), nikel naik menjadi USD 19.635/ton (+1,5%), timah ke menguat USD 38.415/ton (+1,2%). Sementara emas melemah 0,3% ke USD 1,864/toz.
Bursa Asia ditutup melemah kemarin. Hang Seng -1,3%, Kospi -0,5%, Shanghai -0,5%, Nikkei -0,3%. IHSG juga ditutup melemah 0,59% pada perdagangan kemarin ke level 6.636, dengan angka net sell asing di seluruh pasar sebesar Rp 418 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (Rp 251,1 miliar), disusul BBRI (Rp 26,9 miliar), dan ISAT (Rp 23,3 miliar). Sementara itu, net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh PGAS (Rp 26,1 miliar), disusul KLBF (Rp 20,4 miliar), dan LPPF (Rp 20,2 miliar). ICBP, INDF, dan BNII menjadi top leading movers, sementara BBCA, ARTO, dan BBRI menjadi top lagging movers.
Total 400 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Indonesia Kamis (18/11), -23,4% lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya, dengan daily positive rate sebesar 0,2%. Sementara itu, sebanyak 464 orang dinyatakan sembuh pada hari yang sama, dengan recovery rate sebesar 96,4%.
Hari ini data neraca transaksi berjalan Indonesia periode 3Q21 akan dirilis. Pada 2Q21, Indonesia mencatatkan defisit transaksi berjalan sebesar USD 2,2 miliar.
Dari pasar regional pagi ini, Nikkei dibuka datar -0,01%, sementara Kospi menguat +0,12%.
“IHSG kami memperkirakan bergerak sideways hari ini, seiring dengan bervariasinya sentimen dari bursa global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
