
Jakarta, businessnews.id — Menteri Keuangan RI Muhammad Chatib Basri menegaskan, PT Freeport Indonesia harus membangun smelter bila tidak ingin dikenai bea keluar atas hasil tambang mineral yang akan diekspor. Menteri Chatib Basri juga menegaskan bahwa keseriusan untuk membangun smelter harus ditunjukkan melalui penyisihan dana untuk pembangunan, sehingga tidak hanya sekadar komitmen atau janji belaka.
“Freeport belum bilang dia mau bangun smelter. Freeport belum bilang sama saya mau bangun smelter,” kata dia di Jakarta hari ini.
Menurut menteri tersebut, Pemerintah Indonesia menerbitkan kebijakan bea keluar dengan tujuan mendorong perusahaan-perusahaan tambang membangun smelter sehingga ekspor bahan mentah dapat dikurangi.
“Bea itu fungsinya untuk mendorong orang membangun smelter. Kalau company membangun smelter itu dia tidak akan dikenakan bea. Jadi kita tidak bicara bea dinaikkan atau diturunkan. Intinya adalah smelter ada atau tidak,” tutur dia.
Ketika ditanyakan, apakah suatu perusahaan dapat dijamin akan membangun smelter, ia menegaskan bahwa komitmen membangun smelter itu harus dibuktikan dengan tindakan.
“Anda mesti investasi. Kalau ngomong harus ada buktinya. Anda harus invest. Anda mesti taruh uang di situ. Harus bangun. Tidak bisa asal omong saja,” tutur dia. (ABDUL AZIZ/DHI)