Jakarta, TopBusiness – PT Timah Tbk. (PT Timah) kembali terpilih sebagai Finalis ajang TOP CSR Awards 2022 yang diselenggarakan majalah Top Business. Tim CSR PT Timah telah mengikuti Tahapan Penjurian ajang tersebut secara daring pada Jum’at, 28/01/2022.
Dalam sesi presentasi dengan materi bertajuk “Rajut Kebersamaan Menuju Keberlanjutan”, Tim CSR PT Timah menyampaikan bahwa untuk pertama kalinya PT Timah, yaitu Unit Metalurgi Muntok, meraih penghargaan PROPER Emas tahun 2021.
Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dalam acara Anugerah Program Peringkat Kinerja Pengelolaan PROPER Lingkungan Perusahaan Tahun 2021.
PT Timah adalah produsen dan eksportir logam timah, dan memiliki segmen usaha penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan hingga pemasaran.
Raihan prestasi PROPER Emas tersebut merupakan usaha konkrit PT Timah sebagai perusahaan pertambangan untuk menjadi lebih baik dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan diraihnya PROPER Emas ini akan terus memacu semangat inovasi perusahaan dalam meningkatkan standar pengelolaan dan pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
“Kami pun terus berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan yang tujuannya untuk memperluas cakupan pengelolaan lingkungan yang diintegrasikan dengan proses bisnis perusahaan,” demikian disampaikan Nita dari Tim CSR PT Timah kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2022.
Program CSR yang Mendukung Strategi Bisnis
Nita memaparkan bahwa PT Timah telah menjalankan program-program CSR yang selaras atau mendukung Strategi Bisnis perusahaan, antara lain, “Kampung Amoi ini berupa Inovasi Sosial Pencapaian PROPER Emas.”
“Kemudian, pengembangan Fishing Ground Dan Coral Garden, Mobil Sehat, Pemali Boarding School, dan Pelestarian Adat, Agrowisata dan Agribinis.”
Bahkan, juga dijalankan sejumlah Program CSR Unggulan di masa Pandemi COVID-19 dan Kenormalan Baru yaitu, “Pengembangan UMKM, Pengembangan Sentral Pertanian, Mobil Sehat.”
Program CSR berikutnya, lanjut Nita, yaitu Pelestarian Adat, Agrowisata dan Agribinis serta Pengembangan Kapasitas SDM , dan Timah Mengajar.
Program CSR Unggulan
Dalam ajang TOP CSR Awards 2022 ini, PT Timah menampilkan dua Program CSR Unggulan. Pertama, Kampung Amoi. “Program ini untuk mendukung pendapatan riil dan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar tambang,” terang Nita.
“Kampung Amoi ini dirancang sebagai Inovasi Sosial untuk Pencapaian PROPER Emas. Inisiatif PT Timah untuk berkontribusi terhadap kualitas hidup masyarakat menjadi semakin terstruktur dan terprogram.”
“Program ini selaras dengan Agenda 2030 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) melalui pendekatan Kemitraan Multi Pihak (KMP) yang menjadi salah satu pijakan utama untuk memperkuat upaya-upaya yang selama ini dilakukan, mendorong peningkatan kapasitas masyarakat sekitar tambang, baik secara individual maupun kolektif agar tingkat kehidupan masyarakat sekitar tambang menjadi lebih baik, mandiri dan berkelanjutan.”
Program Kampung Amoi, lanjut Nita, adalah salah satu bentuk inovasi sosial yang diinisiasi oleh PT Timah dengan kegiatan peternakan ayam pedaging yang terjual 1.000 ayam pedaging, pembibitan tanaman keras dilahan bekas tambang dan terjual 38.173 bibit, komposting terjual 32.516 Kg Kompos dengan penurunan emisi gas rumah kaca sebanyak 41.489 ton CO2.
“Program ini melibatkan 4 kelompok masyarakat, 45 orang penerima manfaat, 25 orang pekerja tidak tetap yang diberdayakan serta 14 ibu rumah tangga,” tambah Nita.
Program kedua, Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Badau. Nita mengutarakan bahwa untuk pencapaian dan implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), dilakukan dengan berbagai upaya, salah satu upaya yang dilaksanakan adalah memaksimalkan peran serta komunitas/kelompok tani Aik Jelutong Badau, Desa Badau Kec. Badau, Kab. Belitung.
“Program utama PPM PT Timah pada aspek kemandirian ekonomi yang telah diselaraskan dengan Dokumen Rencana Induk PPM PT Timah adalah pengembangan sentra usaha komunitas berbasis sumber daya lokal sebagai upaya peningkatan pendapatan riil masyarakat lingkar tambang dari sektor pertanian dengan dengan menggunakan lahan eks. tambang.
“Target tanam 25 ribu bibit nanas, sekarang baru 10.000 bibit nanas. Serta pada akhir tahun 2021 dilakukan perluasan untuk target penambahan 5.000 bibit,” ujar Nita.
Tidak berhenti disitu, ia pun menambahkan bahwa di tahun 2022 ini akan dibangun tempat sekretariat/rumah dan tempat pengolahan nanas oleh Kelompok Tani Aik Jelutung, optimalisasi untuk keramba ikan nila/ikan air tawar dengan penyesuaian PH terlebih dahulu, dan rencana pembuatan jogging track.
Ke depannya, Nita menegaskan bahwa PT Timah akan terus berupaya maksimal untuk meningkatkan inovasi pengelolaan lingkungan yang berbasis pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi perusahaan pertambangan terkemuka yang ramah lingkungan
Dalam kesempatan ini, bertindak selaku Dewan Juri yaitu Dwinda Ruslan, Kurniawan, Sulistio, Melani K. Harriman, dan Anis J Boesra. Mewakili PT Timah yaitu Nita, Subandi, dan Ode Arinal Desta sebagai Tim CSR.
Penulis: Teguh IS
