TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ada Indikasi IHSG Lanjutkan Pelemahan

Agus Haryanto
11 February 2022 | 05:40
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Dalam daily research report dari samuel research team memperlihatkan indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia berpotensi melanjutkan pelemahan.

Melalui Samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, terlihat tema IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini. 

Bursa saham AS semalam ditutup melemah. Dow Jones -1,47%, S&P500 -1,81%, dan Nasdaq -2,10%. 

Otoritas AS melaporkan bahwa angka inflasi AS bulan Januari mencapai +7,5% yoy, lebih tinggi dari konsensus (+7,2% yoy) sekaligus angka tertinggi sejak 1982. Data inflasi ini membuat para investor mulai berspekulasi bahwa The Fed akan mengambil kebijakan pengetatan yang lebih agresif untuk mengendalikan inflasi. Kenaikan inflasi juga mendorong yield UST 10Y naik ke level 2,03%. 

Pasar komoditas bergerak mixed kemarin. Minyak WTI +0,25% ke level USD 89,88/barel, nikel 0,53% ke level USD 23.881/ton, timah 0,21% ke USD 43.110/ton, emas flat +0,04% ke USD 1.837/toz, sementara batubara melemah (2,39%) ke level USD 215/ton, dan CPO (0,96%) ke level MYR 5.651/ton.

Bursa Asia ditutup menguat kemarin. Nikkei +0,42%, Hang Seng 0,38, Shanghai 0,17%, dan Kospi 0,11%. 

IHSG ditutup melemah 0,16% ke level 6.824, dengan total keseluruhan net buy asing sebesar Rp 1,73 triliun. Investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler sebesar Rp 1,56 triliun dan net buy di pasar negosiasi senilai Rp 165 miliar. 

Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan TLKM (Rp 560,7 miliar), BBNI (Rp 364,4 miliar), dan BBRI (Rp 208,9 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ERAA (Rp 71,5 miliar), ARTO (Rp 67 miliar), dan BBCA (Rp 56,6 miliar). TLKM, BRPT, TPIA menjadi top leading movers, sementara BBCA, ARTO, dan ASII menjadi top lagging movers. Indeks EIDO ditutup melemah 0,42%.

BACA JUGA:   Sebab Wall Street, IHSG Mungkin Menguat

Terjadi penambahan 40.618 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin, (-13.3% lebih rendah dibanding hari sebelumnya), dengan daily positive rate 17 0%. Sementara itu, sebanyak 18.182 orang dinyatakan sembuh pada hari yang sama (recovery rate 90.7%).

Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR tetap di 3,5%. Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Kospi -1,19% sementara Nikkei tutup. 

“Kami perkirakan IHSG berpotensi melemah hari ini, seiring dengan sentimen negatif pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.

Foto: Rendy MR

Previous Post

Dukung Upaya Kementerian BUMN, SIG Lakukan Inisiatif Dekarbonisasi

Next Post

Indikator Positif, BI Kian Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,5%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR