TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Laju Ekonomi Kuartal I 2022 akan Lebih Baik

Nurdian Akhmad
21 February 2022 | 12:07
rubrik: Ekonomi
FOTO – Harga Pangan Masih Normal di Puncak Kemarau

Konsumsi rumah tangga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi RI di tengah ancaman krisis ekonomi global. (Foto: Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Kepala Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M. Rizal Taufikurahman menilai, pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2022 akan berbeda dengan pertumbuhan ekonomi di periode yang sama pada tahun lalu.

Menurut Rizal, potensi pertumbuhan ekonomi di triwulan I 2022 diprediksi positif. “Memang pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 berbeda dengan 2022, di mana 2021 jumlah orang divaksin juga relatif terbatas,” kata Rizal dalam keterangannya yang dikutip Senin (21/2/2022). 

Selain itu, bertambahnya capaian vaksinasi dan vaksinasi booster di Indonesia turut mendukung percepatan pemulihan ekonomi.

“Meskipun ada PPKM 3 karena adanya Omicron, tetapi mobilitas masyarakat tetap akan jauh lebih besar karena orang sudah punya pengalaman dan secara umum melakukan prokes. Bahkan vaksin dan booster juga sudah banyak didapatkan,” ujarnya. 

Rizal mengatakan Omicron kemungkinan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak terpengaruh besar terhadap mobilitas. Menurutnya, mobilitas ini yang menjadi dorongan untuk mendorong konsumsi yang diikuti dengan tumbuhnya daya beli masyarakat. 

“Ini menunjukkan mobilitas masyarakat akan mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk juga aktivitas perdagangan,” kata Rizal.

Sementara itu, ekonom senior dan Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah Redjalam berharap, pemerintah tetap memberi ruang bagi perekonomian untuk tetap bergerak dan masyarakat tetap dapat beraktivitas.

“Harapan saya cuma satu, Termasuk pabrik-pabrik, mal, kafe, restoran dan berbagai sektor industri saya kira harus tetap berjalan dengan tetap meningkatkan protokol kesehatan dan vaksinasi,” kata Piter.

Sebagaimana diketahui, laju pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2021 sebelumnya juga didorong oleh pulihnya sektor industri dan perdagangan. 

Kedua sektor ini meningkat di atas pertumbuhan nasional yakni 4,92% dan 5,56%. Itulah sebabnya sektor industri pada 2022 diharapkan dapat terus beroperasi untuk menopang percepatan pemulihan ekonomi.

BACA JUGA:   Konsumen RI Kian Optimis di Januari

Meski begitu, Piter mengatakan gelombang Covid-19 varian Omicron diperkirakan tidak akan berlangsung lama sehingga tidak berdampak terlalu signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. 

“Dampak Omicron terhadap pertumbuhan ekonomi paling besar di triwulan I 2022, tetapi aktivitas sosial ekonomi masyarakat tidak terlalu ketat dibatasi. Dengan demikian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi itu tidak terlalu besar atau tidak signifikan,” ujar Piter. 

Adapun proyeksi dari Kementerian Kesehatan, puncak Omicron akan terjadi pada Februari, dan mulai melambat dan mereda pada Maret-April. 

“Kita berharap pada triwulan III dan IV 2022 nantinya pertumbuhan ekonomi kita akan benar-benar terpacu, jadi secara keseluruhan kalau mengejar di pertumbuhan 4-5% itu masih masih bisa,” katanya.

Tags: CORE Indonesiaindefpertumbuhan ekonomi
Previous Post

Sudah Ukur IKM dan SROI, Program CSR SIG Ciptakan Perusahaan Lebih Efisien dan Bertanggung Jawab

Next Post

Gandeng Perusahaan Farmasi India, Kalbe Farma Siap Pasarkan Obat Terapi Covid-19

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR