Jakarta, TopBusiness – PT Sarana Pembangunan Riau atau SPR memiliki kebanggaan tersendiri, sebab dipercaya sebagai mitra BUMN dalam proyek strategis (SPAM Regional) senilai Rp 1,9 triliun.
“Tentu, salah satu program yang sangat membanggakan bagi kami, kemudian juga dirasakan masyarakat kemudian semoga bisa diterapkan tempat lain adalah proyek sistem penyediaan air minum tadi. Karena, pertama nilai investasinya B to B, tanpa menggunakan anggaran negara dengan nilai investasi Rp 1,9 triliun,” kata Direktur SPR, Fuady Noor, dalam sesi pendalaman materi presentasi bertema PT Sarana Pembangunan Riau dalam Membangun Prestasi Ditengah Pandemi, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom online, di Jakarta, Rabu (02/03/2022).
Bahkan, Fuady berharap ini bisa dijadikan replikasi untuk daerah-daerah lainnya. “Ini mudah-mudahan bisa menjadi contoh di daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan Insya Allah kualitas airnya jauh lebih baik daripada yang dibiayai oleh negara, karena air bersih layak minum. Yah mudah-mudahan buka keran masyarakat bisa langsung minum. Itu harapan kami,” ungkap dia.
Dikatakannya, proyek ini juga berkelanjutan sebab air merupakan kebutuhan mendasar dari masyarakat. Bahkan, kalau sudah mencapai 200 liter akan terus ditingkatkan lagi, sebab maksimalnya 1.000 liter per detik. “Ke depan tentu Kami ingin memperluasnya sampai ke daerah-daerah lain, se-Provinsi Riau. Kenapa? Karena namanya air ini merupakan kebutuhan hidup dasar juga bagi masyarakat. Ini betul-betul program yang nantinya akan dinikmati oleh masyarakat,” jelas dia.
Dikatakan Fuady, SPAM Lintas Kota Pekanbaru-Kabupaten Kampar mencapai 102.000 sambungan rumah, dan itu lebih kurang akan dinikmati oleh lebih 624.000 jiwa masyarakat Riau yang dilintasi oleh projek SPAM ini. “Tentunya proyek ini, saya kira sangat bermanfaat bagi masyarakat kemudian saya kira bisa juga diterapkan di daerah-daerah lainnya,” kata dia.
Proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) mempunyai skema bisnis adalah b to b. Sistemnya adalah setelah 30 tahun jangka waktu kerjasama, maka fasilitas yang dibangun oleh investor itu sudah milik dari PT SPR.
SPR masih menerima pendapatan sebelum masa kontrak kerjasama habis. “Namun demikian sebelum 30 tahun, nanti ketika itu sudah menghasilkan kami juga punya kerjasama bisnis berapa rupiah yang didapat. Jadi sudah ada hitungannya untuk PT SPR untuk sekian bulannya secara rutin,” ungkap Fuady.
Skema business to business (B to B) yang dilakukan antara PT SPR dengan salah satu cucu BUMN untuk menjalankan proyek SPAM Regional.
Adapun lingkup pelayanan SPAM Lintas Kota Pekanbaru meliputi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tampan, Marpoyan Damai. Sedangkan di Kabupaten Kampar yaitu Kecamatan Siak Hulu dan Tambang.
Menurut Fuady, pihaknya sudah melakukan pendataan. “Ini sudah kita data juga untuk 102.000 sambungan rumah. Nantinya di 5 Kecamatan yang melingkupi dua kabupaten ini. SPAM Lintas Pekanbaru-Kampar ini nantinya akan dinikmati oleh lebih kurang 624.000 jiwa. Jadi, menyediakan air bersih layak minum buat masyarakat. Kami sebagai BUMD di Provinsi Riau akan senantiasa mendukung program-program unggulan Pemerintah Daerah,” papar dia.
