TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

DBS: Ekonomi RI Tumbuh 4,8% Tahun Ini

Achmad Adhito
4 March 2022 | 14:27
rubrik: Ekonomi
FOTO – Kualitas Udara di Jakarta Membaik

FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness—Pertumbuhan yang tinggi pada triwulan keempat 2021 dan ketahanan pada triwulan pertama menempatkan ekonomi RI pada pijakan lebih kuat untuk menghadapi dampak pandemi.

“Permintaan yang melonjak, peningkatan dalam kegiatan bisnis terutama sektor jasa, pengeluaran pemerintah dan perdagangan pada tingkat lebih rendah karena impor naik, menjadi alasan DBS Group Research dalam memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,8% secara tahunan untuk tahun ini,” kata Ekonom DBS Bank, Radhika Rao, dalam analisis yang diterima hari ini oleh Majalah TopBusiness.

Di sisi komoditas, pihak berwenang telah berupaya menyiapkan pasokan cukup untuk pemain domestik di tengah kenaikan tajam harga global, di samping upaya lebih luas untuk meningkatkan nilai komoditas dengan memperluas kehadiran di industri hilir.

“Saat strategi ini dihidupkan kembali, dalam waktu dekat, surplus perdagangan bisa menjadi moderat, karena peningkatan permintaan juga meningkatkan permintaan impor untuk bahan baku dan barang setengah jadi, yang akan membuat neraca transaksi berjalan kembali ke zona merah moderat pada tahun ini,” kata dia.

Inflasi Januari menguat menjadi 2,2% secara tahunan, kembali ke kisaran target Bank Indonesia, yang sebesar 2-4%, dan tercepat sejak Mei 2020. Inflasi inti meningkat 1,8% secara tahunan, terkuat sejak triwulan ketiga 2020. “Hal ini didorong oleh normalisasi permintaan di tengah pelonggaran pembatasan,” kata Radhika.

Peningkatan tekanan harga terjadi secara luas dan merata, disebabkan oleh peningkatan harga makanan, pakaian, utilitas, peralatan rumah tangga, transportasi, dan beberapa jenis layanan. Selain faktor musiman menjelang akhir tahun, tekanan harga didorong oleh kombinasi sektor jasa, penyesuaian harga LPG non-subsidi, sewa rumah, serta kegiatan ekonomi yang kembali normal, meskipun ada perpanjangan harga yang diatur (tarif BBM dan listrik).

BACA JUGA:   Pertumbuhan Ekonomi RI Terus Menunjukkan Tren Positif di Atas 5%

“Jika melihat ke depan, kenaikan tarif pajak pertambahan nilai yang akan datang, peningkatan permintaan, dan tekanan impor kemungkinan menyebabkan kenaikan inflasi keseluruhan, rata-rata 3% secara tahunan pada tahun ini,” Radhika memprediksi.

Tags: dbs bankpertumbuhan ekonomi 2022radhika rao
Previous Post

Hutama Karya Terapkan Tilang Elektronik di Jalan Tol

Next Post

Hebat! PDAM Tirta Taka Kab. Nunukan Hadirkan Air di Daerah Perbatasan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR