TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pupuk Kaltim Jalankan CSR Berbasis ISO 26000

Editor
5 March 2022 | 08:33
rubrik: CSR, Event
Pupuk Kaltim Jalankan CSR Berbasis ISO 26000

Jakarta, TopBusiness – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) merupakan salah satu produsen pupuk terbesar dengan tiga produk utama, yakni urea, amoniak, dan NPK. Sebagai produsen pupuk, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1977 ini memilki visi menjadi perusahaan di bidang Industri pupuk, kimia, dan agribisnis kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan.

Sejurus dengan itu, perusahaan juga memiliki beberapa misi, di antaranya:

– Menjalankan bisnis produk-produk pupuk, kimia, serta portofolio investasi di bidang kimia, agro, energi, trading dan jasa pelayanan pabrik yang berdaya saing tinggi.

– Mengoptimalkan Nilai-Nilai Perusahaan melalui bisnis inti dan pengembangan bisnis baru yang dapat meningkatkan pendapatan dan menunjang Program Kedaulatan Pangan Nasional

– Mengoptimalkan utilisasi sumber daya di lingkungan sekitar maupun pasar global yang didukung oleh SDM yang berwawasan internasional dengan menerapkan teknologi terdepan

– Memberikan manfaat yang optimum bagi Pemegang Saham, Karyawan dan Masyarakat serta peduli pada Lingkungan.

Dikatakan Anggono Wijaya, Vice President Dept CSR, PT Pupuk Kalimantan Timur, Pupuk Kaltim memiliki beberapa pabrik, baik untuk pupuk urea, amoniak, maupun NPK. “Tiga produk ini adalah tiga produk utama Pupuk Kaltim. Di mana kapasitas pabrik urea kami ada lima pabrik berkapasitas 3,43 juta ton/tahun. Kemudian amoniak adan lima pabrik juga dengan kapasitas 2,74 juta ton/tahun. Dan NPK berkapasitas 350 ribu ton/tahun,” ujarnya.

Beberapa fasilitas pendukung seperti gudang, dermaga, boiler batubara, hingga laboratorium juga dimiliki oleh Pupuk Kaltim. Dikatakan bahwa di area sekitar pabrik, Pupuk Kaltim memiliki gudang urea yang cukup besar dengan daya tampung berkapasitas 300 ribu. Sementara itu dermaga yang dimiliki dimanfaatkan perusahaan untuk pengiriman produk-produk ekspor.

“Selanjutnya Pupuk Kaltim juga memiliki boiler batubara untuk menunjang proses produksi, juga laboratorium terakreditasi dan jasa pelayanan pabrik lainnya,” ungkap Anggono.

BACA JUGA:   Lewat CSR, Phapros Berperan Aktif dalam Peningkatan Kesejahteraan dan Ekonomi Berkelanjutan

Visi-Misi dan Program CSR Utama

Sebagai produsen pupuk dengan kapasitas bisnis besar, hal yang tak luput dari perhatian Pupuk Kaltim adalah mengenai tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat. Bisa dikatakan perusahaan ini tidak hanya fokus dalam hal memproduksi pupuk, tetapi juga gencar dalam urusan CSR. Tak heran bila Pupuk Kaltim memiliki visi dan misi tersendiri untuk kegiatan CSR-nya.

Seperti dikatakan Anggono, selain visi-misi dari perusahaan, Pupuk Kaltim juga memiliki pandangan manajemen atau kebijakan manajemen yang terkait dengan pembangunan dan bisnis berkelanjutan, sehingga Pupuk Kaltim menyusun visi dan misi dari CSR-nya.

“(Untuk) visinya, yaitu terwujudnya masyarakat mandiri dan berkelanjutan berbasis hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat. Dengan tiga misi utama, yaitu memberdayakan potensi sumber daya lokal dengan membentuk kegiatan usaha yang dapat meningkatkan taraf ekonomi dan kemandirian masyarakat; menciptakan keserasian lingkungan sekitar dengan membangun infrastruktur pendukung secara berkelanjutan; (serta) meningkatkan sinergi dan citra positif perusahaan dengan stakeholder untuk berkelanjutan operasional perusahaan,” kata Anggono pada sesi penjurian TOP CSR Awards 2022 yang digelar Majalah Top Business secara virtual pada Selasa, (1/3/2022).

Bicara soal peran dan kontribusi perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan, Anggono mengungkap tiga aspek yang menjadi program utama dari Pupuk Kaltim. Ketiga aspek tersebut adalah sosial, ekonomi, dan lingkungan. Sejatinya Pupuk Kaltim memiliki banyak program, hanya saja Anggono hanya mengungkap yang program utamanya saja.

Untuk aspek sosial sendiri mencakup bidang pendidikan dan kesehatan. Program CSR yang dilaksanakan Pupuk Kaltim dalam bidang pendidikan, yakni berupa program beasiswa, dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi Nasional (PTN) yang ditujukan bagi siswa-siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di Kaltim khususnya Bontang.

“Karena kami mengusung pendidikan yang berkelanjutan maka kami menyediakan dari tingkat SD sampai peruguran tinggi nasional. Adapun untuk pendidikan tingkat SD sampai SMA, kami bekerja sama dengan yayasan yang dimiliki oleh Pupuk Kaltim, yaitu Yayasan Pupuk Kaltim, di mana warga, khususnya warga Bontang yang kurang mampu dan berprestasi dapat menerima pendidikan yang terbaik di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) dari tingkat SD sampai tingkat SMA,” ujar Anggono.

BACA JUGA:   Program CSR Bank Jatim Diselaraskan dengan Visi-Misi Pemprov Jatim

Tidak hanya sampai tingkat SMA, Pupuk Kaltim juga memberi kesempatan bagi warga Bontang khususnya untuk bisa mendapat pendidikan di Perguruan Tinggi Nasional. Untuk pendidikan di Perguruan Tinggi Nasional ini, kita menerima dua jalur, melalui SNMPTN dan SBMPTN. Dan para siswa atau mahasiswa ini tersebar di seluruh universitas negeri yang ada di Indonesia, baik yang di Jawa atau pun di lokal Kalimantan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Anggono bahwasanya sejak program ini digulirkan ada sekitar Rp24,5 miliar yang telah disalurkan untuk pendidikan bagi warga kota Bontang.

Berlanjut ke sisi ekonomi, dalam hal ini Pupuk Kaltim mempunyai Program Pendanaan UMK dan juga program pembinaan dilakukan dari berbagai lini produksi dan berbagai jenis produksi, seperti untuk pemberian modal kerja kemudian ada peningkatan kapasitas, pelatihan, kemudian bantuan alat produksi, sarana-prasarana, dan lain-lain.

“Dan untuk total penyaluran dana hingga tahun 2022, ini ada sekitar Rp60,84 miliar, di mana pada tahun 2021 kita menyalurkan modal kerja atau pendanaan untuk 350 orang atau unit usaha. Total untuk 2021 ada sekitar 28 ribu lebih orang atau unit usaha yang telah kami bantu sebagai mitra binaan,” ungkap Anggono.

Adapun pada aspek lingkungan, Anggono mengatakan bahwa Pupuk Kaltim telah menyusun kajian LCA (Life Cycle Assesment) untuk seluruh pabrik, dari pabrik amoniak maupun urea di mana assessment yang dilakukan itu mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, distribusi hingga ke konsumen atau dikenal dengan istilah cradle to grave.

“Jadi, ini merupakan suatu M-to-M process dari raw material sampai menjadi produk seluruh proses bisnis sudah dilakukan LCA dan salah satu hasilnya itu produk Pupuk Kaltim mendapatkan EPD (Environmental Product Declaration). (Pupuk Kaltim) merupakan perusahaan yang pertama di Indonesia yang mendapatkan EPD Southeast Asia yang kita terima pada bulan Oktober tahun lalu,” tandasnya, bangga.

BACA JUGA:   Genjot Cakupan Layanan, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Siap Bangun IPA Baru

Selain program CSR yang telah disebut, tidak ketinggalan dalam paparannya Anggono juga mengungkap sejumlah program CSR perusahaan yang dilakukan saat masa pandemi Covid-19. Misalnya, dalam rangka membantu penanganan Covid-19, Pupuk Kaltim membentuk apa yang disebutnya sebagai Covid-19 Fighter. Selain itu ada juga Program Gaspol 10.000 vaksin.

“Di mana Pupuk Kaltim telah menyalurkan sampai dengan Februari 2022 ada sekitar 4000 dari total 10.000 vaksin yang akan kita salurkan untuk seluruh warga di Kalimantan Timur, baik dosis 1, 2, ataupun 3,” kata Anggono.

Adopsi CSV dan ISO 26000

Sementara kaitannya dengan Creating Shared Value (CSV, Pupuk Kaltim mengungkap salah satu program CSR yang sudah mengadopsi hal tersebut. “Program CSV kita salah satunya dengan membina kelompok Mekarsari untuk membuat pupuk kompos yang linier dengan core business dari Pupuk Kaltim sebagai produsen pupuk,” paparnya.

Sementara itu disebutkan juga bahwa dalam menjalankan CSR, Pupuk Kaltim juga sudah mengacu pada ISO 26000 dengan memenuhi tujuh core subject-nya, yaitu Comdev, Lingkungan, HAM, praktik ketenagakerjaan, prosedur operasi yang wajar, isu konsumen, dan tata kelola organisasi.

“Jadi ini kita atur, kita kelola semuanya dan kita penuhi, sehingga sesuai dengan tujuh core subject. Dan Pupuk Kaltim sendiri sudah mendapat recognisi (pengakuan) dari satu lembaga asesmen sebagai perusahaan yang telah mengimplementasikan ISO 26000 pada tahun 2021 kemarin,” tutup Anggono.

Penulis: Fauzi

Tags: Pupuk KaltimTOP CSR Awards 2022
Previous Post

WIKA Selalu Memonitor TJSL

Next Post

Ini Inovasi Keberlanjutan Program TJSL Kimia Farma

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR