TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Tetap Berkontribusi Meski Terimbas Pandemi

Editor
14 March 2022 | 23:02
rubrik: BUMD, Event
Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Tetap Berkontribusi Meski Terimbas Pandemi

Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan, Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Kabupaten Badung, Bali, memiliki visi menjadi perusahaan sehat dan prima sebagai pelayan pedagang atas kebutuhan masyarakat untuk menunjang PAD Kabupaten Badung, Bali.

Sementara misi yang dijalankan adalah penataan dan revitalisasi pasar dengan mengoptimalkan potensi dan klasifikasi pasar yang modern dengan pelayanan pasar rakyat.

Memiliki aktivitas usahanya yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan, Perumda Pasar Mangu ikut terkena dampak dari pandemi Covid-19.

“Bahwa untuk (bidang) jasa (kita) sudah terbiasa di mana sebelum menjadi Perumda sudah dilakukan, sedangkan di dalam (bidang) perdagangan mengingat Kabupaten Badung hidupnya dari pariwisata, sehingga pada saat ini Kabupaten Badung lah yang paling kena dampak dari Pandemi Covid-19,” kata I Made Sukanta, Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana.

“Banyak perusahaan-perusahaan yang gulung tikar, ada yang melakukan PHK dan sejenisnya, kami dari Perumda Pasar Mangu bertahan untuk melakukan segala cara, efisiensi, termasuk juga melakukan hal-hal yang benar-benar kita butuhkan pada saat pengelolaan pasar ini,” lanjut I Made sukanta lagi.

Pernyataan I Made Sukanta itu disampaikan saat mengikuti sesi penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang digelar Majalah Top Business, pada  Kamis (10/3/2022), secara virtual.

Alhasil, sebagai dampak yang dirasakan saat pandemic, pendapatan Perumda Pasar Mangu mengalami penurunan di tahun 2021 sebesar 87,82%. Hal itu menurut I Made Sukanta, akibat kunjungan masyarakat yang terbatas, di mana kunjungan ini hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, sementara hotel dan restaurant  tidak beroperasi.

“Di tahun 2021, pencapaian atas target kinerja dan pendapatan usaha itu yang rencananya Rp22 miliar-an, target pencapaiannya hanya di angka Rp19 miliar,” lanjut I Made Sukanta.

BACA JUGA:   Efisiensi, Perumda Tirta Limutu Andalkan Sistem Gravitasi

Meski mengalami penurunan pendapatan di tahun 2021, Perumda Pasar Mangu bertekad untuk melakukan sejumlah perbaikan. Ambil contoh, dalam hal survey kepuasan pelanggan, meski saat ini masih belum dilakukan, I Made Sukanta bertekad bahwa pihaknya bakal berusaha untuk melakukannya di masa mendatang.

“(Mengenai) survei kepuasan pelanggan, kami belum pernah melakukan ini. Nanti kami berusaha untuk bagaimana kepuasan pelanggan nanti bisa kami ketahui, ini sangat penting. Memang sudah sangat sering sekali kami dapatkan di beberapa tempat, hanya saja belum dapat kami lakukan di tahun 2021. Tahun 2022 kami berusaha untuk itu semoga apa yang harus kami benahi, (akan) kami benahi,” lanjut I Made.

Selain bertekad untuk melakukan pembenahan dengan menggelar survey kepuasan pelanggan, Perumda Pasar Mangu sejatinya telah memiliki sejumlah inovasi.

“Yang  pertama, inovasi yang dilakukan adalah SIPPE (Sistem Iuran Pengelolaan Pasar Elektronik) yang kami lakukan di pasar-pasar dengan bekerja sama dengan lembaga keuangan, yaitu bank yang juga dimiliki oleh pemerintah kabupaten Badung, yaitu BPD Bali. Di samping itu kami juga sudah memberlakukan parkir yang manual menjadi e-parkir,” ungkap I Made.

Sementara upaya yang dilakukan perusahaan dalam rangka menyelaraskan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis ada beberapa upaya yang dilakukan antara lain program pungutan manual yang dialihkan ke Digitalisasi. Selanjutnya adalah pengembangan perusahaan sebagai penyedia barang menuju distributor. “Itu sudah kami lakukan, namun belum sempurna untuk saat ini,” lanjutnya.

Tidak hanya sebatas itu, menyadari adanya keterbatasan dari sisi sumber daya manusia, hal ini juga tidak luput dan diupayakan untuk dapat ditingkatkan, dalam hal ini perusahaan melakukan pelatihan-pelatihan IT, hal itu seperti dikatakan I Made mengingat perusahaan memang masih terbelakang untuk masalah komputerisasi.

BACA JUGA:   Perumda Tirta Hita Buleleng Amankan Air Baku Jangka Panjang

“Dan juga inovasi-inovasi yang lain seperti kerjasama dengan daerah-daerah, pengadaan bawang, pengadaan gula pasir, itu juga pernah kami lakukan dan berkelanjutan, seperti itu sudah kami lakukan bebearpa suplay ke pedagang-pedagang yang kita miliki termasuk di luar pasar-pasar yang ada di kabupaten Badung. Yang berikutnya kami juga melakukan study banding/komparasi ke perusahaan yang lebih maju. Seperti misalnya studi banding ke daerah penghasil bawang di daerah Bima kita lakukan seperti itu sehingga kerja sama kita bisa untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Badung,” papar I Made.

Strategi Layanan di Masa Pandemi

Lebih lanjut dikatakan I Made, guna mendukung bisnis di masa pandemic dan kenormalan baru, perusahaan telah melakukan strategi, yaitu dengan meningkatkan pelayanan online atau media sosial.

“Pelayanan online itu sudah dalam proses pengerjaannya. Sementara media sosialnya, bekerja sama dengan pihak-pihak media masa untuk melakukan promosi-promosi,” kata I Made.

Selain itu, strategi lain yang ditempuh adalah dengan memperpanjang jam buka tutup pasar, yang diharapkan para pengunjung merasa nyaman untuk menghindari kerumunan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Kontribusi

Meski mengalami masa yang sulit di tahun 2021, dengan adanya penurunan pendapatan, perusahaan masih tetap dapat menunaikan kontribusinya kepada pemerinta daerah setempat berupa setoran PAD.

”Kontribusi BUMD, setoran ke kas Pemda sesuai dengan Perda, pada tahun 2021 hanya sebesar Rp40.775.942,” ungkap I Made.

Adapun kontribusi lainnya adalah dalam hal pengendalian inflasi daerah melalui penugasan untuk pengelolaan CAS (Controlled Atmosphere Storage ). “Kami ditugaskan untuk pengelolaan itu untuk pembelian yang tujuannya adalah untuk membeli hasil-hasil pertanian masyarakat yang tidak terjual dan harganya jatuh, sehingga kami ditugaskan untuk pengelolaan itu untuk mempergunakan CAS,” tutup I Made.

BACA JUGA:   TOP BUMD Awards 2024 Siap Digelar, Awas Terlewat!

Penulis: Fauzi

Tags: Perumda Pasar Mangu Giri SedanaTOP BUMD Awards 2022
Previous Post

Terapkan KPI, Kinerja Bank Solo Naik Signifikan

Next Post

Tanjung-jawab Sosial PHE WMO Mengacu pada ISO 26000 SR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR