Jakarta, TopBusiness – Pandemi Covid-19 hingga saat ini belum usai dan tak satupun yang bisa memastikan kapan wabah ini akan berakhir. Namun sejak diberlakukan era new normal, aktivitas ekonomi global mulai menggeliat yang terus berlanjut meski tidak merata dengan ketidakpastian. Hal ini juga berdampak terhadap berbagai sendi kehidupan perekonomian di Indonesia yang juga mulai dirasakan oleh pelaku usaha di Tanah Air.
Salah satunya dialami PT PER yang bergerak di bidang layanan pembiayaan dan kredit permodalan bagi pelaku UMKM sebagai mitra usaha dalam mengembangkan ekonomi rakyat, terutama di Provinsi Riau. Di tengah ketidakstabilan ekonomi akibat dampak pandemi, secara secara umum selama tahun 2021 kinerja usaha PT. PER masih tetap bisa tumbuh dengan baik.
Penyaluran kredit tumbuh lebih selektif dan prudent sebesar 0,34%. Tingkat non performing loan (NPL) turun dari 8,72% di tahun 2020 menjadi 7,33% atau mengalami pembaikan sebesar 18,98% di tahun 2021.
Berdasarkan laporan keuangan unaudited tahun 2021, tingkat kesehatan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) berdasarkan self assessment perusahaan, berada pada rating A, dengan total nilai 71,50 dan status kesehatan perusahaan pada posisi Sehat. Tak hanya itu, di tengah tekanan ekonomi dan bisnis akibat pandemi Covid -19, Badan Usaha Milik Darah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ini juga tetap mampu meraih laba.
Selama tahun 2021 perusahaan mencacat kenaikan laba dari Rp 1,2 miliar di tahun 2020 meningkat menjadi Rp 1,7 miliar di tahun 2021 (un audit, karena belum selesai dilakukan audit).
Hal lain yang juga cukup membanggakan bagi manajemen PT PER, yakni terkait pengelolaan anak perusahaan yaitu PT. BPR Duta Perdana. Sejak didirikan pada tahun 2009 (+ 13 tahun), PT. BPR DP belum pernah membukukan laba. Namun di tengah pandemi covid-19, pada tahun 2021 PT. BPR DP justru berhasil membukukan laba untuk pertama kalinya sebesar Rp12 juta.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim manajemen PT PER dan juga wujud dari kerja sama sinergis yang terus dijalankan secara konsisten oleh Manajemen PT. PER dengan pengurus anak perusahan PT. BPR DP.
“Dengan kinerja yang tetap terjaga ini, secara umum PT. PER selalu konsisten untuk menyetorkan deviden kepada Kas Daerah sebagai kontribusi perusahaan kepada PAD Provinsi Riau. Pembayaran Deviden PT. PER dari tahun buku 2003 sampai dengan tahun buku 2020 totalnya berjumlah Rp19,2 miliar. Sedangkan untuk tahun buku 2021, belum dilakukan RUPS, sehingga deviden tahun buku 2021 belum ditetapkan,” ujar Direktur Utama PT PER, Ganesya Varandra, saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2022 yang digelar secara daring, Senin (17/3/2022).
Pencapaian ini lanjutnya, tidak terlepas dari terobosan dan strategi inovasi program kerja yang dilakukan dalam menyiasati situasi pandemi ini. Untuk layanan pelanggan, tahun lalu dilakukan program “PROMO GERBANG (Gerakan Ekonomi Riau BANGkit) TAHUN 2021” yang dihadirkan dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional tahun 2021 dan mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional(PEN).
Program ini diberikan khusus kepada debitur terpilih di setiap Kantor Cabang yang dilakukan melalui media sosial kepada debitur, yakni via SMS (Short Message Service) dengan berbagai kemudahan dalam mendapatkan pembiayaan. Di antaranya bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal, biaya notaris hanya berupa biaya legalisir Addendum Perjanjian Kredit (PK) sesuai ketentuan notaris, dan biaya premi asuransi sesuai ketentuan Perusahaan Asuransi.
Di akhir tahun, juga dilakukan program promo serupa, yakni “PROMO AKHIR TAHUN 2021”. Dalam rangka memperingati hari besar Nasional yang terdapat pada bulan Oktober, November dan Desember, manajemen juga menetapkan promo, yang terdiri, Promo Bulan Oktober yaitu “Pemuda Bangkit Berkarya”, Promo Bulan November yaitu “KREASI GURU (Kredit ASN Spesial Guru)”, serta Promo Bulan Desember yaitu “BUNDA (Bakti Ibu Untuk Daerah)” dengan memberikan bebagai kemudahan yang dapat diperoleh debitur. Di antaranya bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal, serta proses pengajuan kredit yang cepat.
Di samping itu, menyiasai situasi pandemi perusahaan juga melakukan terobosan pemasaran dengan mengembangkan platform pemasaran yang berbasis teknologi digital. Terutama untuk lebih meningkatkan penyaluran kredit yang berkualitas, memperluas target market dan lebih memaksimalkan dalam memberikan layanan penyaluran kredit kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Pendekatan teknologi dan digitalisasi dilakukan perusahaan, di antaranya juga untuk mengikis paradigma lama, meningkatkan efektivitas kinerja, sehingga perusahaan dapat terus berkembang dan berjalan beriringan seiring perkembangan zaman. Tahun 2021 PT. PER melakukan beragam inovasi dan transformasi untuk mendongkrak produktivitas dan pendapatan perusahaan di antaranya dengan meluncurkan Digital Marketing.
Selain untuk memasarkan dan mempromosikan produk- produk PT. PER melalui media digital, calon debitur juga dapat langsung mengajukan permohonan kredit yang dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan mengunduh dan mengisi Form Permohonan Kredit di Website PT. PER yang dapat diakses setiap hari selama 24 jam oleh masyarakat.
Pemanfaatan teknologi informasi tidak hanya terhadap pihak eksternal, tetapi juga digunakan di internal perusahaan, seperti penggunaan sistem Bank Integrated System (BIS) yang merupakan sistem pencatatan keuangan & kredit perusahan agar dapat terintegrasi di seluruh cabang PT.PER. Aplikasi Sistem Informasi Karyawan yang merupakan sistem pencatatan data diri, absensi, slip gaji dan rekam jejak karyawan PT.PER agar tertata dan terintegrasi untuk menghindari human error.
“Dengan sistem digital, calon debitur dapat dengan mudah mengajukan aplikasi permohonan kredit kapan saja dan dimana saja dengan mengisi Form Permohonan Kredit pada website PT. PER,” ujarnya di depan tim dewqn juri “TOP BUMD Awards 2022)” terdiri DR. Aldrin Hernawi Akademisi UNPAD Bandung, M. Lutfi Handayani MM., MBA-CEO Madani Solusi International (MSI) Group, serta Lim Kurniawan Founder Awasome Consulting, yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (Solusi Kinerja Bisnis-SKB).
Turut hadir mendampingi Dirut Ganesya Varandra saat presentasi dan wawancara penjurian, di antaranya, Pimpinan Divisi (Pindiv) SPI Acep Rahman, Pindiv Operasional : Mery Mulyanti, Pindiv Bisnis Alferizal, Pindiv KMR : Ayatullah Alkahfi, serta Pindiv Syariah : M. Dahrol.
Lebih lanjut Ganesya Varandra menyartakan, selain inovasi dan terobosan itu, juga dilakukan optimalisasi peran Agen Mikro PER, yakni sebagai pihak ketiga atau pihak ekstern perusahaan yang bertindak untuk memasarkan produk PT. PER, serta mencari dan merekomendasikan calon debitur yang dianggap layak untuk diberikan kredit. Pada tahun 2021, Agen Mikro PER semakin berkembang hingga jumlahnya mencapai 56 orang agen yang tersebar di seluruh wilayah kerja PT. PER.
Melalui berbagai strategi ini, kinerja penyaluran kredit atau pembiayaan bagi debitur terutama pelaku UMKM dan pelaku usaha mikro dalam upaya menggerakan roda ekonomi masyarakat juga tetap bisa terjaga dengan baik. Pada tahun 2020 kinerja penjualan atau penyaluran kredit mencapai Rp32,8 miliar, dan tahun 2021 naik tipis menjadi Rp32,9 miliar. Sedangkan terkait NPL, adanya penurunan kemampuan membayar dari debitur akibat wabah covid-19 tersebut, ternyata dapat dimitigasi dengan baik, sehingga kualitas kredit dapat terjaga bahkan tingkat NPL di tahun 2021 terus turun dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun ragam produk layanannya antara lain ada yang diistilahkan dengan “Bakulan, Kurma, Padi, Pintar, Sagu, Sapi, serta Linkage.” Bakulan, merupakan kredit yang difokuskan untuk penggiat UMKM yang produktif kepada mitra usaha berdasarkan permohonan anggotanya, dimana tanggung jawab pengambilan angsuran kredit hingga selesai sepenuhnya pada mitra usaha.
Kurma, merupakan kredit usaha rakyat mudah dan aman. Ini fokusnya kepada per orangan, perusahaan, atau koperasi untuk pengembangan kegiatan usaha yang dimiliki. Padi, merupakan produk kredit yang sumber pembayarannya dari hasil yang diberikan untuk tujuan modal usaha maupun konsumtif. Padi difokuskan kepada calon debitur yang memiliki penghasilan tetap.
Pintar, merupakan kredit pendidikan untuk rakyat yang khususnya diberikan untuk biaya pendidikan calon debitur hingga Strata 1 (S1). Sagu, merupakan kredit serba guna yang diberikan kepada calon debitur dengan tujuan dapat digunakan sebagai apa saja yang menjadi kebutuhan calon debitur. Sapi, merupakan peroduk kredit yang berfokus pada calon debitur yang merupakan kelompok ternak atau peternak perseorangan.
Sedangkan, Linkage, produk kredit yang ditujukan kepada koperasi dan kelompok usaha, dengan sistem PT PER sebagai pemodal atau ikut di dalam koperasi atau kelompok usaha tersebut.
Selain itu, sejak tahun 2021, juga mulai merambah produk kredit Syariah berupa pembiayaan Murabahah. Produk syariah ini merupakan akad transaksi muamalah dengan menerapkan prisnip jual beli barang sebesar harga perolehan barang ditambah dengan margin yang disepakti oleh para pihak. Harga perolehan diinformasikan oleh penjual kepada pembeli. “Ke depannya PT. PER akan lebih mengoptimalkan inovasi – inovasi produk syariah dengan berbasis teknologi informasi,” ujarnya.
Agar bisnis PT. PER dapat berkembang dengan baik, maka perusahaan terus melakukan peningkatan kualitas SDM yang profesional. Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) PT. PER dilakukan dengan mengusung konsep bahwa seluruh Karyawan merupakan aset berharga yang menentukan produktivitas kinerja Perusahaan. Untuk itu, Perusahaan secara berkesinambungan melakukan penyempurnaan kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM), antara lain terkait pengembangan kompetensi karyawan, kebijakan terkait rekruitmen dan lain sebagainya.
Perusahaan terus melakukan transformasi SDM agar karyawan PT. PER semakin kompeten, profesional, beriman dan berakhlak mulia. Perusahaan terus berupaya menjaga komitmen dalam memperlakukan seluruh Karyawan sebagai aset berharga dengan membuat perencanaan matang terhadap kebutuhan Karyawan yang diselaraskan dengan pertumbuhan bisnis. “Adapun perencanaan kebutuhan Karyawan Perusahaan dilakukan melalui proses capacity planning yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Perusahaan (capacity fulfillment),” ujarnya.
Pihaknya pun secara periodik melakukan upaya pemantauan kesehatan perusahaan dengan tolak ukur indeks penilaian tingkat kesehatan dari aspek keuangan, administrasi, dan operasional berdasarkan pedoman penilaian kinerja BUMD dari Gubernur Riau No. 500/ADM-EK/85.12 tanggal 4 Juli 2018, merujuk pada modul penilaian kinerja BUMD tahun 2017 yang diterbitkan Kementerian Dalam Negeri, sesuai Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
“Sejak pandemi, perusahaan punya peta navigasi untuk dapat menghadapi krisis yang ada. Mapping debitur dilakukan sehingga cashflow dapat terlihat. Dengan begitu, perusahaan mengetahui posisi, kekuatan dan potensi untuk dapat membuat Rencana Bisnis maupun Anggaran Perusahaan dengan memperhatikan kondisi di masa pandemi ini,” pungkasnya.
Penulis: Ahmad Chury
