Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan BUMD milik Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Perumda BPR Bank Artha Perwira menjadi salah satu perusahaan daerah yang berkomitmen dalam pembangunan daerah khususnya mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Hal ini juga sejalan dengan visi perusahaan yakni Mewujudkan bank sehat, profesional, terpercaya dan menjadi kebanggaan masyarakat purbalingga.
“Maksud visi kita di sini adalah memberikan layanan kepada masyarakat dengan menjadi BPR yang sehat tumbuh seiring kepercayaan masyarakat dan tentu memberikan manfaat dalam pembangunan daerah,” kata Direktur Utama Perumda BPR Bank Artha Perwira Yulan Setiawan dalam wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara virtual beberapa waktu lalu.
Yulan mengatakan untuk mendukung terwuujudnya visi Bank Artha Perwira di atas, perusahaan telah merumuskan empat misi yang antara lain; Pertama, Mengupayakan tingkat kesehatan bank selalu dalam kondisi sehat; kedua, Meningkatkan kualitas SDM dengan menyertakan pada pendidikan dan pelatihan; ketiga Terus berupaya untuk meningkatkan teknologi informasi demi menunjang pertumbuhan bank dan keempat, Turut serta dalam pembangunan kabupaten purbalingga.
Dengan keselarasan visi dan misi perusahaan diatas, Yulan menegaskan bahwa Bank Artha Perwira selain bertujuan untuk meningkatkan performa kinerja bisnisnya, juga memiliki tugas dan komitmen dalam memberi pelayanan terbaik kepada masyarkat Purbalingga serta mendukung pengembangan daerah.
Yulan menyebut salah satu program yang telah digulirkan seiring dengan pembangunan daerah adalah mendukung pengembangan UMKM dan Desa Binaan dari Bank Artha Perwira yakni Desa Krenceng, Kecamatan Kejobong. Ini misalnya ditahun 2022 lalu BPR Artha Perwira menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat setempat, diantaranya rehab 3 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dan bantuan peralatan untuk 34 pelaku UMKM.
“Langkah yang kami lakukan, bagaimana meningkatkan usaha pelaku UMKM di sini terutama yang terdampak Covid-19 dan membantu rehab RTLH khususnya rumah yang terkena musibah akibat hujan lebat, kami Bank Artha Perwira ada CSR yang harus kita salurkan kepada mereka,” kata Yulan
Adapun bantuan UMKM yang diberikan yakni berupa peralatan produksi sesuai dengan profesi masing-masing penerima, misalnya : mesin jahit, alat pertukangan kayu dan alat masak bagi penjual makanan. Sedangkan bantuan rehab RTLH diberikan sesuai dengan tingkat kerusakan rumah akibat bencana.
Selain itu, sebagai upaya untuk mendukung perkembangan UMKM dan Pedagang pasar, Bank Artha Perwira juga telah meluncurkan produk kredit melawan rentenir bernama Kredit Mawar. Kredit Mawar (Melawan Rentenir) merupakan dari Pemkab Purbalingga dan BPR Artha Perwira Purbalingga selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak sebagai lembaga keuangan dalam rangka melindungi pelaku usaha kecil dari jeratan lintah darat.
“Progam ini kali pertama digulirkan pada 2019 lalu. Dengan skema kredit bunga nol persen, selain prosesnya mudah, peminjam juga tidak akan diikat oleh bunga,” ujar Yolan.
Yolan menuturkan Kredit Mawar memang diutamakan untuk membantu pelaku UMKM khususnya saat virus covid-19 yang mewabah sejak Maret 2020 dimana saat itu banyak pelaku UMKM yang jatuh dalam keterpurukan.
“Nah, Kredit Mawar ini menjadi solusi untuk membantu permodalan para pelaku UMKM. Apa lagi saat pandemi korona seperti ini. Dengan berbagai kemudahan untuk mengaksesnya, mendorong agar pelaku UMKM bangkit,” terangnya.
Ia menambahkan Pelaku UMKM dapat mengakses kredit ini dengan plafon pinjaman kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta.
Melalui Kredit Mawar, pada 2019 lalu, Bank Artha Perwira berhasil menyalurkan Rp 623 juta kepada 266 pelaku. Berkaca pada hal itu, mulai 2020 lalu, Kredit Mawar juga mulai disalurkan untuk para pedagang pasar dimana menurutnya pedagang pasar sangat rentan terjerat pinjaman dari rentenir.
Mekanismenya, para pedagang pasar yang akan mendapatkan Kredit Mawar, terlebih dulu direkomendasi oleh kepala pasar setempat. Mereka juga tharus disaring dulu memenuhi syarat aturan teknis penyaluran kredit perbankan.
“Dilihat dulu lewat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau istilahnya BI Checking. Jadi calon penerima Kredir Mawar bisa ketahuan, apakah dia sedang bermasalah atau kredit macet dengan lembaga keuangan atau perbankan,” terangnya.
Kebijakan bank dalam menyalurkan kredit mawar terbilang sangat positif dan disambut baik oleh masyarakat. Hal ini juga meningkatkan rasio kredit bank ditahun 2020 di mana Bank Artha Perwira Purbalingga berhasil menyalurkan kredit hingga Rp 1,054 miliar.
Keberhasilan program Kredit Mawar tersebut, akhirnya membawa Kabupaten Purbalingga memperoleh ganjaran. Pemkab Purbalingga mendapatkan anugerah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2020 dengan kategori Kabupaten/Kota Pendorong Pembiayaan kepada Sektor UMKM Terbaik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain dua program di atas, Yolan mengatakan bahwa Bank Artha Perwira juga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk melaksanakan kegiatan Road Show UMKM yang telah dimulai sejak tahun 2019. program Road Show UMKM akan diluncurkan berbarengan peluncuran program Kredit Mawar yang ditujukan untuk memfasilitasi pelaku UMKM dalam mengakses permodalan.
“Program Road Show UMKM akan dilaksanakan di 18 Kecamatan se-Kabupaten Purbalingga dan setiap kecamatan nantinya menampilkan semua produk unggulan yang diproduksi pelaku UMKM di wilayah tersebut. Kegiatannya diisi dengan sosialisasi program UMKM, gelar produk, dan promosi produk lokal setempat,” katanya.
Terbaru, Kegiatan Roadshow UMKM ketiga, berlangsung di Taman Gembrungan Desa Selakambang, Kecamatan Kaligondang pada November 2022 lalu. Pada kegiatan ini, ada kurasi untuk memilih produk UMKM terbaik yang kemudian akan dibantu pemasaran dan pengemasannya supaya lebih menarik. Ini juga bisa memantik para pelaku UMKM, untuk terus bersaing memperbaiki produknya.
Selain memperkenalkan produk UMKM, dalam roadshow itu juga ada pasar murah bagi warga kurang mampu dan pendistribusian bantuan stimulan di bidang ekonomi untuk kelompok UMKM. Di antaranya adalah bantuan dandan warung, Kartu Pra Kerja Purbalingga, bantuan permodalan berupa subsidi bunga dari BPR Artha Perwira, dan bantuan dari BUMD yang lain.
Kinerja Keuangan
Komitmen Bank Artha Perwira dalam mendukung pengembangan daerah dan UMKM membuat Bank semakin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Hal demikian juga mendorong tingkat kinerja bank menjadi lebih baik dari tahun ke tahun.
Ini bisa dilihat misalkan pada rasio aset, Aset BPR pada akhir tahun 2022 tumbuh 9,94 % (yoy), menjadi Rp 137.652.561.835 sementara tahun 2021 sebesar Rp 125.212.090.098 . Pertumbuhan tersebut sejalan dengan pertumbuhan DPK yang juga meningkat sebesar 12,77% % (YoY) menjadi Rp 104.308.184.307 dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 92.497.422.222.
Pada rasio likuiditas, kecukupan likuiditas Bank terjaga dengan baik, tercermin dari Cash Ratio tercatat diangka 21,21% terkoreksi 1,21% (yoy). Bank juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga sebanyak Rp 104.308.184 ribu terkerek dibanding tahun lalu di angka Rp 92.497.422 atau tumbuh sebesar 12,77% (yoy).
Sementara untuk penyaluran kredit ada di angka Rp 109.841.621 ribu atau meningkat 9,41% dr tahun sebelumnya Rp 100.391.315 ribu sementara dari rasio LDR tercatat sebesar 83,73% terkoreksi 0,63% dari tahun sebelumnya sebesar 84,36% . Berdasarkan sektor ekonomi penyaluran kredit berdasarkan jenis usaha dapat dirinci sebagai berikut :
- Penyaluran Kredit Mikro Rp 37.623.216.920
- Penyaluran Kredit Kecil Rp 1.212.230.831
- Penyaluran Kredit Menengah Rp 41.787.344.615
- Penyaluran Kredit Selain UMKM Rp 29.218.828.861
Pada rasio rentabilitas, bentabilitas BPR pada akhir 2022 naik dibanding tahun sebelumnya, tercermin dari ROA yang sebesar 5,17% atau naik 0,37% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 4,80%. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kinerja penyaluran dana yang tumbuh 9,41% atau sebesar Rp. 9.450.306 ribu (yoy). Di sisi lain, efisiensi BPR tercatat sedikit naik, tercermin dari menurunya rasio BOPO sebesar -4,00% menjadi 65,47% dari 69,47% pada tahun sebelumnya.
Penulis: Abi Abduljabbar Siddiq

thanks for info.