Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Sendang Kamulyan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, siap memenuhi kebutuhan air bersih bagi sejumlah perusahaan yang akan beroperasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Direncanakan akan dilakukan strategi pemenuhan bahan baku air dengan memanfaatkan air laut yang akan diolah dengan sistem teknologi untuk pross desalinasi air laut menjadi air tawar bersih untuk memenuhi pasokan air bersih di Kawasan industri ini.
Rencana pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), tentu juga harus diikuti dengan pelbagai fasilitas pendukung, seperti infrastruktur sumber air bersih, jalur distribusi, dan sebagainya. Menyikapi hal ini, Perusahaan Umum Air Minum Daerah Batang -Jawa Tengah yang kini berubah nama menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam), juga sudah bersiap untuk menghadapi dan menggarap peluang usaha dari penyediaan air bersih di Kawasan industri ini.
“Kami sudah bersiap untuk membangun jalur dan juga pusat pengolahan sumber air baru untuk KITB. Ke depan KITB memiliki potensi besar untuk peningkatan pendapatan Perumdam Sendang Kamulyan, sebab pasar industri ini sangat menjanjikan. Karenanya, peluang ini juga menjadi perhatian khusus dengan persiapan dini, dimana nantinya juga akan dibentuk tim atau divisi tersendiri agar lebih fokus dan optimal menggarapnya,” ujar Direktur Utama Perumdam Sendang Kamulyan, Yulianto, SH.
“Rencananya untuk memenuhi kebutuhan air bersih di KITB, sebagian akan dilakukan dengan memanfaatkan air laut untuk diolah menjadi air bersih. Dalam hal ini, kami melibatkan pihak ketiga dari luar negeri,” sambung Yulianto lagi, saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2022 pada Rabu (16/03/2022) dengan judul presentasi “Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Harapan Masa Depan Untuk Meningkatkan Pendapatan.
Dikatakan lebih lanjut, pembangunan KIT Batang juga akan membawa dampak positif, di antaranya akan bermunculan perumahan baru dan pemukimaa warga sekita yang juga membutuhkan pasokan air. Sehingga, selain pasokan untuk kebutuhan industr, juga dilakukan antisiapsi untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat sekitar. Sebab dengan adanya kawasan industri inik, dipastikan akan mendorong datangnya pekerja dan karyawan di luar di sekitar kawasn industri, sehingga kebutuhan pasokan air juga akan meningkat.
“Diperkirakan kebutuhan air untuk kawasan ini cukup besar dan kami juga sudah melakukan persiapan dan kajian lapangan. Mulai dari pembangunan pusat pengolahan air, jaringan dan lainnya. Mudah-mudahan semua berjalan lancar sesuai rencana dan harapan dari Pemerintah Kabupagten Batang selaku pemegang saham kami,” ungkap Yulianto didampingi Siswandi Hambali, SE – Direktur Umum, dan Mulyono, SH – Direktur Teknik.
Dengan adanya perubahan nomenklatur PDAM menjadi Perumdam Sendang Kamulyan yang telah disahkan dan ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2020, kini terdapat penambahan jabatan direksi. Jika semula PDAM hanya memiliki seorang direktur, kini ada penambahan, selain Direktur Utama, ada Direktur Umum, dan Direktur Teknis.
Susunan Direksi Perumdam Sendang Kamulyan Periode 2020-2025 adalah Direktur Utama dijabat oleh Yulianto, Direktur Umum adalah Siswandi Hambali, dan Direktur Teknis yakni Mulyono. Selain itu, ada pula Dewan Pengawas.
Di hadapan tim dewan juri “Top BUMD Awards 2022 (Ir.Sigit Andjar Susilo-Dewan Pengawas Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Indonesia, DR Al Hady- Lembaga Kajian Nawacita (LKN) dan Ahmad Chury merangkap moderator dari Solusi Kinerja Bisnis (SKB), Dirut Yulianto juga memaparkan banyak hal terkait strategi dan terobosan usaha maupun layanan pelanggan yang dilakukan dalam menyiasati kondisi pandemi Covid-19. Salah satunya untuk layanan pelanggan, dilakukan dengan memperkuat strategi digital.
Dalam hal ini, Perumda Air Minum Sendang Kamulyan sudah memiliki aplikasi yang dapat di download di HP Android yang dinamakan “BANYU”, Melalui aplikasi ini, pelanggan pelanggan bisa akses secara online untuk mengetahui tagihan rekening air setiap bulan, melaporkan adanya gangguan pelayanan seperti air tidak mengalir, dan menerima informasi yang dikeluarkan oleh Bagian Humas dan Hukum yang berkaitan dengan kondisi saat itu serta metode pembayaran yang disediakan peruahaan. Di antaranya IKI Mitra dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yaitu BRIVA berupa deretan kode khusus untuk satu kali transaksi dan otomatis akan terkonfirmasi jika penggunanya sudah melakukan pembayaran.
“Sistem pembayaran ini menggunakan mekanisme online real time, sehingga bisa langsung tercatat di sistem kami. Dengan sistem online, pelanggan tidak perlu datang ke loket pembayaran. Melalui pemanfaatan tehnologi yang ada dimana pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui Payment Point On Bank (PPOB), pelannganm makin mudah melakukan pembayaran dan bisa dilakukan setiap saat darimana saja. Dalam hal ini kami telah melakukan kerjasama di antaranya seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Bank Jateng, PT. Bima Sakti, PT. Teleanjar, PT. Fortuna, IKI Mitra, dan lainnya untuk layanan pembayaran online sistem ini,” ujarnya.
Inovasi lainnya yakni dengan membentuk Unit Layanan Cepat, terutama untuk menangani ganguan pelayanan. Selain itu, membuat DMA (Districk Meter Area) dan memasang UFM (Ultra Sonic Meter) pada jaringan pipa. Hal ini yang juga berdampak pada tingkat capain NRW yang tetap terjaga dengan baik, yang saat ini berdada di kisaran 19%, atau dibawah standar toleransi NRW nasional sebesar 25%.
Untuk mendukung kinerja operasional, tahun 2021 Perumda Air Minum Sendang kamulyan juga sudah membuat Key Performance Indicator(KPI), dimana hal kini sangat membantu menejemen untuk mengetahui dalam mengukur kinerja individual serta membantu mengevaluasi kinerja untuk mencapai tujuan visi strateginya perusahaan. Dalam hal ini juga dilakukan pemberian Reward maupun Punishment kepada pegawai dan tetap mengacu pada visi dan misi perusahaan.
Untuk peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dilakjukan diklat berkala melalui program pendidikan dan latihan, peningkatanm pengalaman dan skills. Di antaranya memberi kesempatan kepada pegawai untuk mengikuti program tersebut, baik yang diadakan sendiri oleh Perumda Air Minum Sendang Kamulyan maupun oleh lembaga atau pihak luar yang berkompenten. “Melalui inovasi dan strategi ini, kami bertekad menjadi perumda air minum yang dicintai masyarakat,” ujar Yulianto
Dengan proporsi usaha 50% laba dan 50% layanan publik/sosial, Perumdam Sendang Kamulyan juga terus berusaha menyeimbangkan antara Bisnis dan Layanan, karena tidak hanya diamanahi tugas untuk melayanai kebutuhan air masyarakat Kabupaten Batang, tapi sebagai Badan Usaha juga dapat meraup laba untiuk keberlansungan bisnisnya. Dan melalui kerja keras semua tim manajemen dan berbagai terobosoan yang dilakukan, di tengah padenemi BUMD ini tetap bisa menujnjukan kinerja usaha terbaiknya dengan meraih laba. Bahkan Perumdam Sendang Kamulyan juga selalu bisa memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di atas target setiap tahunnya. Pada tahun 2020 perusahaan memeberikan setoran PAD sebesar Rp5,5 miliar. Sedangkan tahujn 2021 dari yang ditargetkan sebesar Rp 3,5 miliar realisanya menjadi Rp5,3 miliar.
Saat ini Perumdam Sendang Kamulyan juga termasuk PDAM dengan kategori kinerja “Sehat”. Penilaian kinerja ini berdasarkan indikator Direktorat Air Minum – Ditjen Cipta Karya PUPR tahun, di mana untuk tahun 2021 sebesar 3,97 atau mengalami kenaikan dari tahun 2020 sebesar 0,02. Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut, perusahaan juga melakukan sejumlah strategi seperti; Perbaikan & Pengembangan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM), penggantian pipa lama, Pengembangan Tehnologi dan Sistem Informasi, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan penguatan sistem manajemen.
Penulis: Ahmad Chury
