Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT BPR BKK Purwodadi (Perseroda), Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah terus mengalami pertumbuhan positif, kendati masih di tengah pandemi Covid-19. Dari beberapa indikator yang ada, BPR satu ini menunjukkan performa menawan.
Bahkan bank ini dalam dua tahun berturut-turut asetnya sudah mencapai Rp1 triliun, layaknya bank umum nasional. Ditambah lagi untuk di level Bank Perkreditan Rakyat (BPR), bank satu ini cukup hebat dengan memiliki 17 kantor cabang yang ada di seluruh Grobogan.
Demikian seperti yang disampaikan Dirketur Utama BPR BKK Purwodadi (Perseroda), Anita Fitriani Yusuf, SE dalam sesi penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness pada Senin (14/3/2022) secara virtual melalui aplikasi zoom.
Presentasi dari BPR BKK sendiri mengangkat tema “Sinergitas Bank dalam Membangun Negeri”. Di awal presentasi, Anita menyampaikan visi-misi perusahaan sebagai dasar bank ini beroperasi. Dengan Visi: ‘Menjadi bank yang sehat, efisien, dan berkelanjutan’.
Adapun misinya adalah:
- Menciptakan bank sebagai tempat terbaik dalam pelayanan.
- Penggunaan aset perusahaan secara efektif dan efisien yang berorientasi pada kelangsungan perusahaan.
- Meningkatkan kualitas pelayanan menuju pelayanan prima (service excellent) berupa kemudahan, jaringan kantor yang prima, tingkat bunga yang kompetitif, inovatif dalam produk.
- Penggunaan teknologi yang unggul dan kompetitif.
- Meningkatkan kualitas profesional sumber daya insani dengan memegang teguh kode etik bankir indonesia dan prinsip tata kelola perusahaan yang sehat.
- Berperan dalam kepedulian sosial dan melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat
Selanjutnya, Anita memaparkan profil perusahaan yang per 24 Februari 2020 lalu, status kelembagaan perusahaan menjadi Perseroda atau Perusahaan Perseroan Daerah. Kini, BPR satu ini memiliki jumlah jaringan kantor yakni 1 kantor pusat operasional, 17 kantor cabang, 6 kantor kas, dan 4 mobil kas keliling. Dengan jumlah pegawai mencapai 325 orang.
Dijelaskan dia, BPR BKK Purwodadi juga konsisten dalam menjalankan usahanya itu untuk menyalurkan kredit dalam rangka fungsi intermediasi perbankan. Selain itu, mereka juga mengincar dan menghimpun dana masyarakat baik dalam bentuk simpanan berupa Deposito Berjangka, Tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan.
“Untuk kredit yang kami kucurkan, kami memberikan kredit termasuk kredit usaha rakyat (KUR) dan KUR daerah, serta melaksanakan pembinaan terhadap pengusaha UMKM,” jelas dia.
Selain itu, aktivitas usaha lainnya adalah, melakukan kerja sama dengan lembaga keuangan dan lembaga lainnya; menempatkan dananya pada lembaga keuangan dan lembaga keuangan lainnya; membantu pemerintah daerah dalam optimalisasi, penyaluran dana untuk program dan kegiatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selanjutnya, membantu pemerintah daerah melaksanakan fungsi pemegang kas desa dan sebagai penyaluran alokasi dana desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; serta menjalankan usaha perbankan lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Dengan aktivitas usaha seperti itu, maka porsi usaha BPR BKK Purwodadi adalah 80% orientasi laba, seperti adanya tantiem, jaspro dan dankes karyawan, cadangan umum, serta cadangan tujuan. Adapun sebanyak 20% itu untuk layanan publik dan sosial yakni berupa dividen, CSR, edukasi dan literasi, serta kredit murah,” tuturnya.
Kinerja Positif
Dalam dua tahun ini di 2020-2021, meski di tengah kondisi yang masih pandemic ini, ternyata kinerja BPR BKK Purwodadi itu tetap bertumbuh positif. Dengan ditopang strategi yang tepat, sepertinya bank ini tidak terpengaruh oleh pandemic. Disebutkan Anita, dari rasio-rasio keuangan BPR yang ada semuanya sehat dengan total nilainya sebesar 95,60% alias ‘SEHAT’.
Seperti untuk rasio permodalan. Kata dia, untuk rasio modal terhadap Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) ada di posisi 28,64% jauh lebih tinggi dari ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minimal 12% ke atas. Hal yang sama juga untuk rasio modal inti terhadap ATMR yang di angka 27,64% jauh di atas ketentuan yakni minimal 8% ke atas.
Selanjutnya untuk kualitas aktiva produktif (KAP), rasio KAP-nya adalah 4,6% masih sehat dibanding ketentuan yakni kurang 10,35%. Dan rasio Penyisihan Penghapusan Aset Produktif (PPAP)-nya sudah 100% sesuai ketentuan.
Adapun untuk rentabilitas, di pos rasio Return on Asset (RoA) di angka 4,11% jauh di atas ketentuan 1,215%. Dengan rasio Biaya Operasional terhadap Pendapan Operasional (BOPO) di angka 72,99% masih jauh di bawah ketentuan regulator yang maksimal BOPO di angka 93,52%.
Untuk posisi likuiditas juga masih positif. Dengan posisi cash ratio di angka 12,55% di atas ketentuan yakni 4,05%, dengan loan to deposit ratio (LDR) yang masih terjaga di angka 85,15% atau di bawah ketentuan yang dipatok di posisi 94,75%.
“Dengan kondisi tersebut, maka kinerja kami dalam dua tahun terakhir di tengah pandemi ini sangat positif. Hingga akhir 2021 lalu, asset kami sebesar Rp1,066 triliun, dengan kredit yang dikucurkan sebanyak Rp907,877 miliar dan dana masyarakat yang terkumpul sebesarRp928,310 miliar. Semuanya pencapaian berada di atas target yakni masing-masing 106%, 107%, dan 107%,” terang Anita.
“Dengan begitu, laba sebelum pajak kami juga terus meningkat. Di akhir 2021 lalu sebesar Rp44,714 miliar meningkat dari tahun sebelumnya di angka Rp41,722 miliar. Laba setiap tahunnya naik. Sehingga kontribusi kami ke pemerintah juga terus meningkat. Untuk dividen sebesar Rp19,901 miliar (2021) naik dari Rp18,112 miliar (2020). Juga PPh 25 seebsar Rp10,103 miliar (2021) meningkat dari tahun 2020 yang sebesar Rp9,946 miliar,” papar dia.
Inovasi dalam IT
Kehebatan kinerja BPR BKK ini juga tak lepas dari sederet inovasi atau terobosan yang dilakukannya. Salag satunya pemanfaatan Teknologi Informasi (TI). Dalam hal ini, maih menurut Anita, pihaknya secara bertahap telah melakukan pengembangan Aplikasi TSI meliputi:
- Aplikasi Dokumen Kredit Online Berbasis Web (Sipeka) dan Aplikasi Analisa Kredit dan Skoring Kredit.
- Sistem Pengarsipan Elektronik (Arsip Digital).
- Aplikasi Mobile Banking berbasis Android dan Membuat Aplikasi EDC.
- Angsuran Nasabah menggunakan Virtual Account bekerjasama dengan Bank Umum.
- Aplikasi SMS Gateway dan Privilage Card
- Aplikasi PPOB dan Aplikasi Western Union
- Membangun jaringan ATM bekerjasama dengan Bank Umum
Juga melakukan pengembangan Support Operasional yang terdiri dari dukungan teknologi berupa Hardware & Software (System Helpdesk). Serta pendataan permintaan laporan-laporan atau Database untuk keperluan Manajemen Informasi System (MIS) menjadi Data Ware House.
BPR BKK pun melakukan pengembangan infrastruktur TSI dengan meng-upgrade Hardware/PC pada Cabang yang sudah lama serta pengadaan infrastruktur.
Salah satu aplikasi IT untuk mengajukan kredit adalah, Sipeka atau Sistem Informasi Perjanjian Kredit. Ini merupakan layanan aplikasi berbasis windows yang digunakan untuk memasukkan data permohonan kredit secara online pada seluruh Kantor cabang PT. BPR BKK Purwodadi.
“Teknis penggunaan aplikasi ini, diharuskan mendaftar terlebih dahulu ke Administrator IT Kantor Pusat. Dengan level penggunanya adalah Level 1 adalah Direktur Utama, Level 2 adalah Direktur Pemasaran, Level 3 adalah Kepala SKMR, Level 4 adalah Manager Marketing, Level 5 adalah SVP. Marketing (Termasuk Pemeriksa Kelengkapan Persayaratan), Level 6 adalah Manager Kantor Cabang, dan Level 7 adalah SPV Kantor Cabang (Operator),” ungkapnya.
Menurut dia, pandemic covid-19 yang melanda dunia ini membuat pengembangan BPR menjadi terhambat. Namun hal tersebut justru sebagai peluang untuk BPR mengembangkan inovasi dengan basis pemikiran bagaimana menimalisasi pelayanan bertemu secara langsung (pelayanan tetap lancar dengan melaksanakan prokes menjaga jarak dan menghindari kerumunan).
“Dengan dasar pemikiran tersebut PT BPR BKK Purwodadi (Perseroda) tiada henti mengembangkan potensi sistem tehnologi informasi yang ada. Dimana sever dan programmer di PT BPR BKK Purwodadi (Perseroda) adalah in house, sehingga pengembangan lebih mudah,” terangnya.
Tahun 2021 lalu, bank telah mengembangkan SIPEKA (Sistem Informasi Pelayanan Kredit), dimana aplikasi sudah berbasis online. Sehingga mengurangi jarak dan intensitas pertemuan pelayanan kredit. “Karena pembatas wewenang kredit pada kantor cabang, maka saat pelaksanaan komite kredit dll bisa dilaksanakan lebih efisien dan secara virtual sistematis real time online,” katanya.
Kontribusi ke Pembangunan
Selain kontribusi berupa dividen dan pajak tadi, BPR BKK ini juga tetap berkontribusi besar terhadap Pemda dan Pembangunan Daerah berupa produk-produk yang dimilikinya. Seperti membantu pencairan BLT tiap desa tiap bulan; membuat single account untuk penegelolaan dana desa berbasis jaringan kantor.
Lalu, membantu Pencairan Tunjangan Profesi Guru Berbasis jaringan kantor. “Serta untuk mengurangi risiko petani atas tengkulak hasil panen Bekerjasama dengan BUMDES dan Dinas Pertanian dalam pengembangan skim kredit YARNEN (bayar setelah panen) dengan suku bunga kredit single digit; kami juga tetap mengupayakan Subsidi bunga dari pemerintah atas kredit yarnen dengan Kementrian Pertanian,” beber Anita.
Adapun kontribusi terhadap pengembangan UMKM, BPR satu ini juga memiliki kredit buat UMKM dengan skema menarik tadi. Seperti Kredit KMB yakni Bank bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Groboban, kredit Rojo Koyo dan kreit Yarnen tadi.
Tak hanya itu, juga ada kredit untuk pengembangan infrastruktur. Dalam hal ini, katanya, “BPR BKK Purwodadi (Perseroda) telah merencanakan skim kredit kontruksi tahun 2021 untuk membantu pembiayaan para pelaku jasa kontruksi tingkat daerah dalam pembangunan infrastruktur daerah dengan tidak hanya mengandalkan jaminan asset aktiva tetap namun jaminan berupa proyek, dan bekerja sama dengan Dinas PU PR Kabupaten Grobogan.”
Namun karena alokasi dana infrastruktur banyak berkurang seiring realokasi dana untuk pandemi, disebutnya, PT BPR BKK Purwodadi sedang mengkaji ulang skim kredit kontruksi tesebut.
“Dan kami juga melakukan percepatan layanan masyarakat menjadi prioritas PT BPR BKK Purwodadi. Sehingga bank mencanangkan resolusi tahun depan adalah go digital, development semua potensi TSI dioptimalisasi sebesar-besarnya dengan dimulai dari aspek pemasaran sampai dengan aspek pelayanan tadi,” pungkasnya.
FOTO: TopBusiness

PT.bpr bkk purwodadi semoga lebih eksis lagi.bermanfaat bagi masyarakat