TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BI Rate Turun Lagi Asal….

Nurdian Akhmad
23 January 2016 | 07:03
rubrik: Ekonomi

Jakarta-Thebusinessnews. Bank Indonesia (BI) menilai  bahwa masih terbuka ruang untuk menurunkan suku bunga acauan (BI Rate), asalkan tiga indikator utama makroekonomi domestik bisa terjaga dan stabil.

Gubernur BI, Agus Martowardojo, ada tiga faktor utama yang akan mempengaruhi keputusan Rapat Dewan Gubernur BI untuk kembali menurunkan suku bunga acuan, yakni laju inflasi, pertumbuhan ekonomi serta Neraca Pembayaran Indonesia maupun stabilitas sistem keuangan.
“Kalau (ketiga faktor) ini terjaga, kami akan bisa melakukan penyesuaian BI Rate. Dan, kami melihat ruang itu. Yang kami perlu waspadai terkait stabilitas sistem keuangan,” kata Agus Marto di Kompleks Perkantoran BI Jakarta, Jumat (22/1/16).

Dia mengatakan, pada penyelenggaraan RDG-BI pada 14 Januari 2016, Dewan Gubernur BI sudah melihat ada ruang pelonggaran kebijakan moneter. “Kami di Januari sudah menyesuaikan BI Rate dengan penurunan 0,25 persen,” ucapnya.

Namun demikian, jelas dia, jika BI kembali melakukan penurunan BI Rate lagi, maka pihaknya akan mempertimbangkan tiga keseimbangan faktor utama terkait kebijakan suku bunga. “Pertama, mengenai inflasi yang akan terjadi. Jadi, ekspektasi kami akan seperti apa,” ujar Agus Marto.

Pertimbangan kedua, kata dia, terkait keberlanjutan laju pertumbuhan ekonomi nasional. “Dan yang ketiga, kesinambungan neraca pembayaran dan terjaganya stabilitas sistem keuangan,” tuturnya.

Dia menegaskan, faktor yang paling menjadi perhatian BI terkait langkah penurunan lanjutan tingka suku bunga ada pada faktor stabilitas sistem keuangan. Pasalnya, kondisi eksternal terkait rencana Federal Reserve AS yang akan kembali menaikkan suku bunga akan berpengaruh pada sistem keuangan Indonesia.”Tadinya (proyeksi) kami di bulan lalu menyebutkan akan ada empat kali kenaikan (Fed fund rate) di 2016. Mungkin sekarang kami perkirakan hanya dua kali kenaikan, tetapi tetep akan ada kenaikan. Jadi kita perlu waspada,” paparnya.

BACA JUGA:   BMRI Siapkan Layanan Keuangan Bagi Sekolah Penerbangan Curug

Sementara itu, menurut Agus Marto, BI juga akan tetap mencermati dinamika ekonomi yang terjadi di China dan tren penurunan harga komoditas global yang saat ini sudah berdampak negatif kepada negara-negara berkembang.”Kami melihat harga minyak dan komoditas lainnya sudah berdampak kepada negara-negara yang mengandalkan komoditas. Misalnya Rusia ada tekanan yang besar di nilai tukar dan juga Brazil maupun Venezuela,” ujar Agus Marto.

Dia menambahkan, rencana pemerintah Iran yang akan menyuplai tambahan minyak mentah sebanyak 500 ribu barel per hari, semakin mempengaruhi berlanjutnya penurunan harga minyak mentah dunia maupun komoditas lainnya.

Agus Marto menyatakan, BI juga akan mempertimbangkan ekspektasi stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, sebelum memutuskan untuk melonggarkan kebijakan moneter.”Jadi, BI Rate akan kami lihat setelah kami mempertimbangkan aspek-aspek itu. Tetapi, itu bisa dalam bentuk BI Rate yang disesuaikan atau bisa juga dalam bentuk GWM (Giro Wajib Minimum) yang juga disesuaikan,” katanya.(az)

Previous Post

Penunjukan PT TPPI Sebagai Penjual Kondesat Langgar Hukum

Next Post

BI Minta Pemerintah Konsisten Terapkan Peraturan Pajak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR