Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi menguat.
Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Menguat.
Pasar saham AS pada perdagangan kemarin ditutup menguat dengan Index Dow Jones naik 0,74%, S&P 500 1,13%, dan Nasdaq 1,95%. Pergerakan pasar dipengaruhi oleh saham-saham perusahan teknologi dan keuangan.
Yield UST 10Y naik 2,51% ke 2,37%, level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir sehingga memicu keuntungan di saham-saham perbankan seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs dan Wells Fargo.
Pasar komoditas mayoritas bergerak negatif; harga minyak turun 0,89% ke level USD 111,8/bbl, harga batubara 13,2% ke level USD 249,65/ton, CPO 4,02% ke level MYR 6.155/ton, nickel -9,82% ke USD 28.299/ton dan emas terpantau turun 0,83% ke level USD 1.926/toz.
Kemarin, bursa Asia ditutup lebih tinggi: index Shanghai ditutup naik 0,2%, Nikkei 1,5% dan Hang Seng 3,1%. IHSG ditutup naik 0,7% ke level 7.001. Asing mencatatkan net buy sebesar Rp 816,9 miliar di pasar reguler, dan net sell Rp 86,6 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 345,9 miliar), TLKM (Rp 187,4 miliar), dan ANTM (Rp 97,4 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ARTO (Rp 74,1 miliar), BMRI (Rp 51 miliar), dan ITMG (Rp 50,4 miliar). Top leading movers emiten BBRI, MDKA, ANTM, sementara top lagging movers emiten ARTO, ASII, BBNI.
Terjadi penambahan 7.464 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positive rate sebesar 6,1% (recovery rate: 94,4%, kasus aktif: 181.555).
Pagi ini pasar Asia dibuka hijau dengan Nikkei dan Kospi dibuka dengan naik 1,72% dan 1%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat hari ini, mengikuti pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
