Jakarta, TopBusiness—Pameran The 22nd Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft 2022) akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 23 Maret-27 Maret 2022. Pameran tersebut digelar secara hybrid atau campuran antara offline dengan virtual, setelah tahun 2020 dan 2021 absen karena Covid-19.
Dalam konferensi pers hari ini di JCC, Jakarta, Direktur Mediatama Binakreasi, Umi Noor Wijiati, mengatakan sejumlah target dari Inacraft 2022. Antara lain, pengunjung offline ditargetkan sebanyak 50.000 orang. Sementara, pengunjung virtual ditargetkan di 10.000 pengunjung.
“Untuk target transansaksi, sebesar Rp50 miliar di pameran utama. Serta Rp150 juta di pameran virtual,” Umi menjelaskan.
Umi menjelaskan bahwa tema pameran itu adalah From Smart Village to Global Market. Pameran ini berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai ikon pameran.
Di situ, pemerintah tersebut menampilkan produk kerajinan unggulan dan kreatif sekaligus mengangkat kesenian dan budaya lokal.
“Asephi (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia) melengkapi dengan aplikasi Inacraft. Sebuah startup market place yang dapat diunduh via IOS dan Android. Toko digital Inacraft juga bekerja sama dengan TokoPedia untuk memaksimalkan transaksi pameran di dalam negeri,” kata Umi.
Dijelaskan bahwa kerja sama dengan Tokopedia tersebut menargetkan transaksi Rp1,5 miliar, dan sejuta pengunjung.
Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi), Muchsin Ridjan, mengatakan bahwa pameran ini bertujuan sebagai wadah promosi produk kerajinan lokal untuk berkompetisi pada pasar internasional.
“Tahun ini, lebih mengutamakan membangun kembali semangat UKM kerajinan untuk pulih menuju kebangkitan ekonomi nasional,” papar Muchsin.
