Jakarta, TopBusiness – PT Pindad (Persero) terus bertransformasi untuk mewujudukan misinya menjadi perusahaan global terkemuka di bidang pertahanan dan keamanan serta produk industrial pada 2026. Bersamaan itu, BUMN ini juga memiliki strategi bisnis berkelanjutan melalui pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR.
Sekretaris Perusahaan PT Pindad (Persero) Krisna Cahyadianus menjelaskan, komitmen pada keberlanjutan ini dibuktikan dengan berbagai program CSR yang dilakukan perseroan. Salah satu program CSR unggulannya adalah Urban Farming Maung Pantes (Masyarakat Unggul Pindad Terus Sukses).
Program ini mengangkat sisi perjalanan Pindad bersama kelompok masyarakat binaannya dalam merintis kembali penyelamatan lahan bekas timbunan sampah domestik.
“Dikembangkan di atas lahan seluas 4.300 m2, Maung Pantes merupakan wujud keberhasilan perjalanan masyarakat dalam mengatasi isu ketahanan pangan bergizi baik bagi masyarakat, serta wujud refleksi dari keberhasilan program konservasi energi dan lingkungan di area Pindad,” ujar Krisna dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2022 yang dilakukan secara virtual, Jumat (18/3/2022).
Krisna menjelaskan, ada beberapa keunggulan dan manfaat dari Program Urban Farming Maung Pantes. Pertama adalah pemanfaatan lahan dari lahan tampungan sampah domestik menjadi fasilitas berkebun dan bercocok tanam masyarakat. Dalam program ini, pihaknya memberdayakan 30 warga binaan dan memenuhi kebutuhan gizi baik sehari-hari. “Ada peningkatan pendapatan warga binaan total Rp 22.500.000 dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.
PT Pindad saat ini juga memiliki dan mengelola Taman Hutan Kota seluas kurang lebih 37 Hektare. Kondisi ini berpotensi menghasilkan timbunan sampah domestik, khususnya dedaunan yang cukup besar rata-rata sekitar 313 meter kubik per bulan.
Untuk itu, perseroan memiliki program pengelolaan sampah menjadi kompos. Dengan program ini, Pindad dapat melakukan efisiensi biaya operasional untuk penanganan sampah hingga Rp 254 juta/tahun. Sebelum ada pengelolaan sampah, perusahaan dibebani biaya pembuangan sampah melalui pihak ketiga sebesar Rp 413 juta/tahun.
“Kompos yang dihasilkan itu dimanfaatkan untuk kebutuhan pertamanan di lingkungan perusahaan dan kebutuhan urban farming,” tutur Krisna.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Taman Hutan Kota dan mendukung Program Urban Farming, PT Pindad menggunakan energi listrik tenaga surya dan tenaga bayu. Penggunaan energi tersebut mampu memberikan efisiensi energi sebesar 7,43 GJ.
“Untuk metode penyiraman tanaman juga sudah beralih dari konvensional menjadi sistem sprinkle otomatis sehingga ada efisiensi air sebesar 3,8 m3,” ujarnya.
Krisna menambahkan, Program Pengelolaan Sampah dan Urban Farming tersebut berdampak positif terhadap lingkungan. Berdasarkan pengukuran ada penurunan emisi sebesar 85 ton CO2-eq, efisiensi air sebesar 7 m3. Selain itu, pembuangan sampah juga kini terpilah menjadi sampah non-B3 (1,2 ton) dan sampah B3 (0,55 ton) rumah tangga.
“Dampak lainnya adalah termanfaatkannya kompos eco-enzyme hasil inovasi limbah non-B3 sebesar 184 ton per tahun,” ucap dia.
Program pengelolaan sampah ini juga direplikasi di masyarakat, tepatnya di RW 14 Komplek Perumahan Taman Raflesia Bandung. Daur program ini masih terhubung dengan Maung Pantes.
“Sampah daun di Taman Raflesia diolah mejadi kompos organik sebanyak 0,8 ton per tahun. Program ini juga memberikan nilai ekonomi dari hasil penjualan kompos Rp 25.000 per karung,” tuturnya.
PT Pindah sudah melakukan pengukuran social return on investment (SROI) terhadap program pengelolaan sampah ini yang hasilnya sebesar 3,87.
Menurut Krisna, program CSR PT Pindad sudah mengadopsi konsep creating shared value (CSV) atau berbagi manfaat bersama. Contohnya di Program Pendampingan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam Pasar Digital.
“Untuk pengembangan UMK, khususnya dari segi pemasaran produk mereka, TJSL Pindad membantu UMK penghasil produk yang dibutuhkan oleh perusahaan dapat menjual produknya melalui rantai pasok,” tuturnya.
Produk UMK yang telah berhasil digunakan antara lain perkakas dan laras senapan angin. Ke depan diupayakan akan ada lebih banyak UMK yang terlibat, mengingat cukup banyak UMK binaan TJSL Pindad di sektor industri.
Pada masa pandemi covid-19 dan masa kenormalan baru ini, PT Pindah juga memberikan bantuan paket sembako sebanyak 3.997 paket untuk masyarakat terpapar dan terdampak Covid-19. “Kami juga menyerahkan bantuan 370 paket Covid Kit melalui Forum TJSL Kota Bandung,” tutur dia.
