Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Tirta Arut Kabupaten Kota Waringin Barat mempunyai cara tersendiri untuk merekrut calon pegawai yang berasal dari putera-putera daerah. Sehingga, biaya untuk mendapatkan sumber daya manusia tersebut bisa ditekan.
Saat sesi pendalaman materi presentasi berjudul “Membangun Kinerja Perumda Air Minum Tirta Arut di Masa Pandemi Covid-19, Direktur Utama, Sapriyansyah, menyatakan bahwa pihaknya dalam merekrut calon pegawai mempunyai sistem yang sudah ada sejak dirinya menjabat.
Perekrutan dilakukan dengan mencari insan-insan yang benar-benar mempunyai kapasitas keahlian dalam memajukan perumda. Karena itu, perusahaan umum daerah memilih calon-calon pegawai secara langsung.
“Kalau kita mengambil secara langsung, merekrut pegawai yah kita lihat keahlian-keahliannya. Kita kerjakan kontrak. Saat diseleksi, kita lihat di lapangan oh ini bagus. Wilayah kita ‘kan sempit beda dengan kota-kota besar. Kita tahu ini, dia bisa dan sebagainya. Oh kamu lulusan apa? Lulusan ini oh oke, bisa masuk dan sebagainya,” papar Sapriyansyah dihadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2022, yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, Senin (28/03/2022).
Manajemen terus melakukan pelatihan dan pendidikan untuk mengoptimalkan kemampuan dan keahlian para calon pegawai secara internal. Selain, memberikan tugas belajar ikatan dinas (TBID) yang berkejasama dengan Yayasan Pendidikan Akatirta Magelang.
“Tetapi yang banyak saya lakukan adalah peningkatan kualitas SDM di dalam. Jadi peningkatan SDM di dalam inilah, maka kita berikan pelatihan dan sekolah. Sekarang ada anak-anak baru tamatan SMA dan sebagainya, kita rekrut sebagai pegawai kontrak dan honor dan kita sekolahkan di Akatirta. Itulah cikal bakal dan mendapatkan SDM yang andal,” ungkap Sapriyansyah.
Sapriyansyah mengakui bahwa SDM di perumda mayoritas di pegang oleh tenaga-tenaga yang berasal dari tamatan SMA. “Artinya, kita di Pangkalan Bun Kota Waringin Barat, 87 pegawai itu rata-rata hampir 70 persen tamatan SMA, tapi tidak kalah dengan keahlian-keahlian yang ada, baik dari kualitas, ethics. Kita sudah mandiri,” ujar dia.
Dia menyatakan bahwa dalam mendapatkan talenta baru, perumda memiliki skema yang sudah tertata dengan baik, terutama bagi putera-putera daerah. “Nah jadi, sekarang terobosan baru SDM sudah tertata, ada perekrutan anak-anak lokal yang punya kemampuan dan sebagainya. Kita rekrut sebagai tenaga honorer dan kita sekolahkan di Akatirta ada 6 orang kemarin sudah lulus, dan ditempatkan pada tempat-tempat yang sesuai dengan jurusan. Itu salah satunya,” paparnya.
Dijelaskan, para tenaga honorer atau kontrak bekerja selama kurun waktu setahun. Kemudian, dia dimungkinan untuk diberikan pendidikan, dan diwajibkan untuk membuat makalah. Makalah yang dia kerjakan terkait dengan apa yang dikerjakan.
“Setelah itu kita ujikan kepada mereka. Nah itu, benarkah SDM bekerja dan sebagainya. Walaupun pengawasan secara langsung tentu saja ada. Daripada kita menggunakan sistem lelang, sistem dengan bekerjasama konsultan dan sebagainya cost lebih tinggi. Mereka laporan sebagai seleksi. Kita tes selama satu tahun, tesnya kerja dan kita bayar,” kata dia.
