Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (25/01/2022), bisa mengalami pelemahan.
Dalam laman samuel.co.id, tim peneliti Samuel melalui laporan penelitian harian, di Jakarta, mengambil judul IHSG Diperkirakan Melemah.
Bursa AS ditutup menguat pada Senin (28/3). DJIA naik 0,27% ke level 34.955, diikuti S&P500 (0,71%) dan Nasdaq (1,31%), mendukung salah satunya oleh saham Tesla yang menguat 8%, setelah mengumumkan rencana pabrikan mobil listrik tersebut untuk melakukan stock split dalam rangka pembagian dividen saham. Tren dari masa depan saham dipantau datar mengingat pelaku pasar menunggu rilis data indeks kepercayaan konsumen periode 22-Mar, dengan konvensi di angka 107 (sebelumnya: 110,5).
Dari pasar komoditas, harga minyak melemah karena kemungkinan akan menurunnya permintaan dari China akibat kenaikan kasus COVID-19. Harga Brent terpantau turun 9,0%, diikuti emas (1,7%), CPO (0,8%), dan batu bara (1,7% ke level USD 261/ton).
Pada hari Senin (27/03), IHSG ditutup naik 0,67% ke level 7.049.6 dengan top leading mover adalah ASII, TLKM, ADMR. Sementara itu, top lagging movers adalah BBCA, KLBF, BRPT.
Pada Senin (28/3), investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 857,8 miliar, yang terdiri atas net buy Rp 742,6 miliar di pasar regular dan net buy Rp 115,2 miliar di pasar negosiasi. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan TLKM (Rp 453,6 miliar), ANTM (Rp 106,4 miliar), dan BBRI (Rp 96,6 miliar). Sementara itu, net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 261,2 miliar), HRUM (Rp 21,4 miliar), dan TOWR (Rp 18,2 miliar).
Terjadi penambahan 2.798 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin (28/3) dengan daily positivity rate sebesar 2,0% (kasus aktif: 122.014) dan jumlah pasien yang sembuh bertambah 10.301 kasus (tingkat pemulihan 95,4%).
“Kami pasar domestik akan terpengaruh dari pelemahan harga komoditas, walau pelaku pasar akan tetap memperhatikan rilis data ekonomi global. Kami memperkirakan IHSG hari ini dapat menunjukkan sinyal pelemahan setelah sempat mencetak semua waktu dalam seminggu terakhir,” demikian tertulis.
