Jakarta, TopBusiness — Tak dapat dipungkiri, Pandemi Covid-19 menjadi tekanan berat bagi banyak pelaku usaha di Tanah Air, tak terkecuali sektor perbankan. Namun melalui strategi inovasi layanan dan terobosan usaha yang terus dilakukan di tengah situasi pandemi dan new normal ini, PT Bank DKI bisa terus mempertahankan kinerja usaha, bahkan mampu meningkatkan peraihan laba.
Meski dilalui dalam kondisi sulit dan harus kerja keras, di tahun pertama pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu, PT Bank DKI masih tetap bisa membukukan sejumlah kinerja positif. Tercatat selama tahun 2020, PT Bank DKI masih mampu membukukan laba sebesar Rp581 miliar. Berbagai inisiatif dilakukan di tengah pandemi dengan tetap mengedepankan pertumbuhan.
Sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi Covid-19, PT Bank DKI bisa terus mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kian positif dalam dua tahun terakhir ini. Pencapaian kinerja positif di tahun pertama sejak pandemi Covid-19 awal tahun 2020, ternyata bisa terus berlanjut di tahun kedua bahkan mampu mencatatkan kinerja yang lebih baik.
Semua indikator kinerja keuangan selama tahun 2021 terus menunjukkan tren pertumbuhan dibanding tahun sebelumnya. Mulai dari asset, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), kredit & pembiayaan, maupun laba usaha yang diraih, semua bisa terus meningkat.
Tercatat, perseroan berhasil meraih kenaikan pendapatan dan laba bersih, serta berkontribusi untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pelaku usaha, termasuk bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Selama tahun 2021, Bank DKI mencatatkan laba Rp727 miliar atau tumbuh 25,27% dari tahun sebelumnya sebesar Rp581 miliar. Demikian diungkapkan Direktur Kredit UMK & Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi, saat mengikuti presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2022, yang diselenggarakan Majalah TopBusiness bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (I-Otda) pada (12/04/2022 ), secara virtual. Dalam sesi penjurian kali ini, Babay Parid Wazdi didampingi tim dari jajaran Grup Perencanaan Bisnis serta Corporate Secretary.
Tahun ini, Bank PT DKI kembali masuk dan terpilih menjadi salah satu finalis untuk proses penjurian TOP BUMD Awards dari sekitar 1.150 BUMD yang ada di Indonesia. TOP BUMD Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan institusi penilai yang kompeten di bidangnya. Kembali terpilihnya Bank DKI dalam penjurian ini, tidak terlepas dari kinerja yang tetap moncer di saat pandemi dan era kenormalan baru.
Diungkapkan, pertumbuhan laba bersih tersebut antara lain juga seiring dengan telah berangsur pulihnya perekonomian, sehingga mempengaruhi permintaan kredit. Secara keseluruhan pada tahun 2021 lalu, Bank DKI berhasil menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp38,7 triliun atau naik 8,52% dari tahun sebelumnya sebesar Rp35,6 triliun.
Pencapaian pertumbuhan kredit dan pembiayaan tersebut berada di atas pertumbuhan kredit industri perbankan nasional tahun 2021 sebesar 5,24%. Dari sisi penyaluran kredit dan pembiayaan juga dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Antara lain terlihat dari kualitas aset yang terjaga dengan baik yang tercermin pada realisasi rasio NPL Gross dan NPL Nett yang masing-masing terjaga pada level 3,02% dan 0,38%. Bank DKI secara konsisten juga terus melakukan peningkatan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang tercermin pada coverage ratio tahun 2021 menjadi 150,62%, meningkat 24,12% dari sebelumnya sebesar 126,50% per Desember 2020.
Secara umum, Rasio Keuangan Bank DKI terjaga dalam batas yang memadai ditandai dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) yang tercatat 27,85% sementara loan to deposit rasio (LDR) ada di level 67,07%. Rasio Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) per Desember 2021 tercatat sebesar 79,33%, membaik dari tahun 2020 sebesar 81,99%.
Lalu, Rasio Net Interest Margin (NIM) akhir tahun 2021 tercatat sebesar 5,19%. Perolehan laba bersih sebesar Rp727,36 miliar, tumbuh 25,27% dari laba per Desember 2020 sebesar Rp580,64 miliar, antara lain juga didorong oleh peningkatan Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) yang tumbuh 45,9% yoy sehingga mencapai Rp1,3 triliun di tahun 2021.
Sejalan dengan dengan peningkatan kredit dan pertumbuhan laba, menjadikan total aset Bank DKI juga meningkat mencapai Rp70,74 triliun per Desember 2021. Jika dibandingkan dengan posisi total aset Bank DKI akhir tahun 2020 yang mencapai Rp63,05 triliun, total aset mengalami peningkatan sebesar 12,21% dari Rp63,05 triliun, lebih baik dibandingkan pertumbuhan aset perbankan nasional sebesar 10,18%.
Selain terkait performa keuangan (aspek financial), di depan Tim Dewan Juri, Babay Parid juga menyampaikan banyak hal terkait inisiasi dan terobosan inovasi yang dilakukan perusahaan dalam menyikapi kondisi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memperkuat strategi digital, baik di sistem manajemen untuk mendukung operasional, inovasi produk perbankan (digital banking), maupun terkait layanan pelanggan (nasabah).
Bank DKI pada tahun 2021 menancapkan pondasi baru dengan memulai rangkaian program Transformasi 5.0 yang terdiri dari 4 (empat) pilar utama, yakni: (1) Business & Support Pemprov DKI yang terbagi atas Lending, Funding dan Ecosystem; (2) Digital & Operation; (3) Human Capital, Organization & Culture; dan (4) Governance, Risk Management & Compliance. Selain itu, Bank DKI juga telah mulai mengimplementasikan strategi bisnis secara ekosistem berkolaborasi dengan BUMD-BUMD DKI Jakarta serta turunannya.
“Transformasi digital banking menjadi komitmen kuat kami. Kita di antaranya melakukan perbaikan layanan melalui pengembangan e — Channel menuju Super Apps JakOne Mobile dan Monas Express. Saat ini pengguna JakOne Mobile telah mencapai 902,6 ribu dan terdapat 8,9 ribui merchants. Kita juga lakukan penataan di sistem data, menyusun arsitektur dan tata kelola data yang terintegrasi sebagai single source of truth dalam pengembangan analitik, pelaporan, serta basis dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ditambahkan, sebagai bagian dari framework untuk transformasi 5.0, Bank DKI juga membangun sistem untuk keamanannya di core banking. “Kita bangun infrastruktur IT yang reliable, fast, secure (ISO 27001). Kita berkomitmen bahwa penguatan kapabilitas digital akan terus diperkuat sebagai pendorong kinerja Bank DKI berkelanjutan,” ungkap Babay Parid Wazdi di depan dewan juri penilai.
Adapun dewan juri terdiri Prof.DR. Satya Arinanto – I-OTDA, Benyamin De Haan -Senior Advisor MSI Groop, DR Melani Harriman-Melani K Harriman & Associate, Kusuma Prabandari -Dwia Consulting, serta Dwinda Ruslan — Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro).
Penulis: Ahmad Chury
