
Jakarta, businessnews.id —Ancaman kredit macet dari sektor pertambangan mineral akibat aturan bea keluar yang baru diterapkan awal tahun ini, tidak dikhawatirkan oleh Bank Mandiri.
Menurut Direktur Keuangan Bank mandiri Pahala Mansyur, memang pertumbuhan kredit pertambangan pada tahun 2013 di atas rata-rata yakni sebesar 31 persen, namun lebih didominasi oleh sektor pertambangan minyak dan gas.
“Share kredit dari sektor pertambangan mineral dari total pemberian kredit kami hanya 3 persen dari total portofolio kredit,” kata dia di Jakarta kemarin sore.
Ditambahkannya, sampai saat ini belum ada keluhan dari sektor pertambangan mineral terkait dengan kreditnya. “Sehingga kondisi yang 3 persen itu diharapkan akan tetap baik,“ tambahnya.
Sebelum ini, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Mansyur Natsir mengatakan bahwa akan ada efek domino dari keluarnya bea keluar bahan olahan tambang mineral secara progresif antara 20 persen hingga 60 persen. Dampak itu antara lain macetnya kredit perbankan di sektor perbankan, dan matinya perekonomian daerah. (ZIZ)