Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Rabu (11/5/2022), berpotensi melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melanjutkan Pelemahan.
Pasar saham AS pada perdagangan semalam ditutup mixed jelang pengumuman data inflasi yang akan diumumkan pada Rabu waktu setempat dengan Index Dow Jones melemah 0,26% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 0,25% dan 0,98%.
Pasar komoditas mayoritas bergerak negatif, harga minyak turun 3,63% ke level USD 99,4/bbl, emas turun 0,77% ke level USD 1.838/toz, CPO 2,06% ke level MYR 6.746/ton dan harga batubara 1,34% ke level USD 348,75/ton sedangkan nikel naik 0,51% ke USD 28.344/ton.
Kemarin, bursa Asia ditutup mixed dengan index Nikkei dan Hang Seng ditutup masing-masing turun 0,6% dan 1,8%, sedangkan Shanghai naik 1,1%. IHSG ditutup melemah 1,3% ke level 6.820. Asing mencatatkan net sell sebesar Rp 2,88 triliun di pasar reguler, dan net sell Rp 316,3 miliar di pasar negosiasi. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 920,1 miliar), BBRI (Rp 538,6 miliar), dan BMRI (Rp 530,8 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan UNVR (Rp 130,4 miliar), EMTK (Rp 97,3 miliar), dan PGAS (Rp 84 miliar). Top leading movers emiten UNVR, KLBF, TLKM, sementara top lagging movers emiten GOTO, BMRI, ARTO.
Terjadi penambahan 456 kasus baru COVID-19 pada hari Selasa dengan positive rate sebesar 0,4% (kasus aktif: 5.855).
Pagi ini pasar Asia dibuka merah dengan Nikkei dibuka 0,09% dan Kospi 0,22%. “Kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah seiring dengan pergerakan negatif bursa global, regional dan pasar komoditas,” demikian tertulis.
