
Jakarta, businessnews.id — Bisnis broker properti di Indonesia, untuk tahun 2014, tidak akan terpengaruh iklim politik terkait Pemilihan Umum (Pemilu). Bisnis tersebut akan berlangsung seperti biasanya.
“Saya rasa, tidak akan terjadi bahwa karena Pemilu berlangsung, orang menunda membeli atau menjual rumah,” kata Ketua Kehormatan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi), Tirta Setiawan, di Jakarta hari ini.
Kata dia, saat ini pelaku bisnis broker properti ataupun bisnis lain, cenderung tidak memerhitungkan iklim politik. Jadi, iklim bisnis dianggap sesuatu yang terpisah dari iklim politik, termasuk Pemilu.
“Sekarang ini, siapa pun yang terpilih sebagai presiden, kan kurang dipedulikan. Siapa pun presiden, bisnis tetap berjalan kok,” kata chairman Pro/Max Indonesia itu.
Ia menegaskan, “Jadi, bisnis broker properti di tahun 2014 akan tetap tumbuh.”
Satu hal yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Indonesia terkait pertumbuhan bisnis properti, dia menambahkan, terkait aturan LTV (loan to value) KPR (kredit pemilikan rumah) yang dikeluarkan Bank Indonesia beberapa waktu yang lalu. Aturan ini menghambat pergerakan transaksi properti untuk rumah di bawah Rp 1 miliar yang sebenarnya tidak tergolong rumah mewah.
“Maka, ada baiknya regulator mengubah aturan itu. Seyogianya dikenakan untuk rumah seharga lebih dari Rp 1 miliar. Dengan aturan yang sekarang, rumah Rp 300 juta yang bukan termasuk mewah, juga terkena, ‘kan,” dia berkata. (DHI/DHI)