TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Juni 2022, Bank Riau Kepri Jadi Bank Syariah

Nurdian Akhmad
30 May 2022 | 17:15
rubrik: BUMD
Bank Riau Kepri, Bertumbuh di Atas Rata-Rata Regional

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness  – Setelah tiga tahun proses konversi berjalan, Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri atau BRK bakal resmi menjadi Bank Umum Syariah (BUS) pada Juni 2022.

Saat ini sudah masuk tahap akhir, yakni proses  izin legalitas untuk mendapat pengesahan di Kementerian Hukum dan HAM. Setelah itu semua persyaratan disampaikan lagi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

“Mudah-mudahan dalam hitungan hari (selesai),” ujar  Direktur Utama PT Bank Riau Kepri (BRK), Andi Buchari di Jakarta, Senin (30/5/2022).

Setelah konversi BRK, pangsa pasar industri perbankan syariah nasional diproyeksikan naik. Bank Riau Kepri Syariah akan berkontribusi pada peningkatan aset sekitar Rp 50 triliun pada aset perbankan syariah yang sekitar Rp 681,95 triliun per Februari 2022.

Andi mengatakan, proses konversi ini sudah dimulai sejak 2019 setelah mendapatkan keputusan dari pemegang saham utama yakni pemerintah daerah. Setelah disetujui DPRD, BRK mempersiapkan segala persyaratannya.

Dimulai dari persyaratan administrasi yang mencakup SOP, pedoman perusahaan, kompetensi karyawan, hingga sosialisasi pada masyarakat dan nasabah. Kemudian, terkait dengan sistem dan infrastruktur teknologi.

Saat presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang dilakukan Majalah Top Business, beberapa waktu lalu, Andi menjelaskan, keputusan konversi ke syariah, sudah melalui kajian yang mendalam, termasuk potensi pengembangannya.

Selain itu, konversi ke sistem syariah, nantinya juga tetap bisa mengakomodasi layanan perbankan bagi semua kalangan, bahkan bisa lebih mengakar dengan potensi masyarakat dan pasar yang ada.

“Kita harapkan perubahan ini bisa makin meningkatkan potensi ekonomi dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Dalam upaya persiapan ekosistem syariah, Bank Riau Kepri telah mendirikan Sharia Digital Center yang merupakan pusat inovasi bisnis dan keuangan digital syariah BPD pertama di Indonesia.

BACA JUGA:   Perumdam Kota Padang Kejar Setoran PAD Rp8 Miliar

“Digital syariah pertama di Indonesia sekaligus sebagai upaya pengembangan SDM atau kaum milenial Riau dan Kepri yang memiliki talen dan passion dalam usaha rintisan (start up) berbasis digital yang sesuai prinsip syariah,” kata Andi.

Sharia Digital Center Bank Riau Kepri menyediakan sarana dan fasilitas serta mentor di sektor teknologi finansial untuk berbagi ilmu dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi syariah di Riau dan Kepulauan Riau. Selain itu juga mengembangkan sistem digitalisasi produk dan layanan berbasis keunikan syariah.

Terobosan dan Inovasi Digital

Andi Buchari juga memaparkan banyak hal terkait visi misi serta terobosan dan inovasi yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kinerja bisnis di tengah pandemi dan era kenormalan baru.

Di antaranya, Bank Riau Kepri meluncurkan BRK QRIS (termasuk TTM – Transaksi Tanpa Tatap Muka) yang meniadi inovasi baru layanan digital perbankan BRK. Inovasi lainnya yakni pada aplikasi sistem New Mobile Banking mencakup Cash Management System (CMS), layanan Call Center, pengembangan QRIS Merchant, layanan SAMSAT Online, penerimaan pajak daerah melalui, e-commerce, Smart Card untuk nasabah pensiunan jaminan TASPEN, serta beberapa inisiasi lain berbasias teknologi digital.

Di internal juga dilakukan inisiasi untuk sistem layanan perbankan yang lebih kompetitif dengan pengembangan sistem teknologi informasi atau berbasis digitalisasi. Terobosan lain juga dilakukan terkait bidang manajemen kinerja, bidang human capital, bidang bisnis dan pemasaran, serta terkait peningkatan GRC. 

Melalui berbagai terobosan dan inovasi ini, di tengah pandemi covid-19, Bank Riau Kepri mampu membukukan kinerja usaha yang solid dan tetap bisa meraih laba. Selama tahun buku 2020, laba usaha mencapai Rp 484 miliar setelah ditambah pemulihan CKPN (dibentuk pada Awal 2020/PSAK 71) Rp 189 miliar menghasilkan laba bersih Rp 673 miliar (Audited).

Tags: bank riau kepriBPD Syariah
Previous Post

IKM Kuasai 99,7% Unit Usaha, Pemasaran Perlu Diintensifkan

Next Post

BEI Cabut Suspensi LAND

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR