Ilustrasi/Istimewa
Jakarta, businessnews.id — Setelah Pemilihan Umum 2014 atau semester II, akan terjadi penguatan nilai tukar Rupiah dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) secara signifikan.
Menurut Ekonom Standard Chartered Indonesia Fauzi Ichsan, bahwa dengan berakhirnya QE di AS (Amerika Serikat) dan membaiknya defisit neraca berjalan Indonesia, serta terbentuknya pemerintahan baru Indonesia pada semester II, Rupiah akan menguat ke angka Rp 11.400 per USD. Itu di akhir tahun 2014.
“Penguatannya akan lebih banyak pada triwulan keempat tahun 2014 “ ujar dia di Jakarta (Selasa, 11/2).
Sedangkan IHSG juga mengalami penguatan serupa pada akhir tahun 2014 pada kisaran 5.200. Kenaikan dua indikator ekonomi itu lebih disebabkan adanya euphoria baru dan harapan baru terhadap pemerintah yang baru terbentuk. “Namun hal ini terjadi jika presidennya adalah investor friendly,“ ujarnya.
Ditambahkannya, investor akan melihat implementasi kebijakan dari seorang presiden. Hal itu berbeda dengan tujuh sampai delapan tahun belakangan ini di mana banyak janji i yang belum terwujud.
“Misalnya, Infrastruktur Summit 2005 menawarkan USD 50 miliar, namun sampai sekarang realisasinya masih di bawah 10 persen,” kata dia. (ZIZ)
