Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (24/06/2022) akhir pekan berpotensi bergerak menguat.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Bergerak Menguat Hari Ini.
Bursa saham AS hari Kamis (23/6) ditutup menguat. Dow Jones +0,64%, kemudian S&P500 0,95%, dan Nasdaq 1,62% setelah Jerome Powell menegaskan kembali bahwa bank sentral berkomitmen untuk menurunkan inflasi. Data initial jobless claim turun menjadi 229 ribu (prev: 231 ribu).
Pasar komoditas bergerak mixed. CPO menguat 3,3% ke MYR 4.750/ton, batubara 1,3% di level USD 397/ton, minyak 0,2% ke level USD 104/bbl, sementara tembaga melemah 4,4% ke level USD 376/ton, dan emas 0,8% ke level USD 1.825/toz.
Bursa Asia ditutup variatif mayoritas menguat pada perdagangan Kamis (23/6). Shanghai +1,6%, Hang Seng 1,3%, Nikkei 0,1%, sementara Kospi -1,2%. IHSG ditutup menguat 0,2% ke level 6.998. Total keseluruhan net foreign sell Rp 1,7 triliun. Net sell asing di pasar regular Rp 310 miliar dan net sell di pasar negosiasi Rp 1,39 triliun. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 163,8 miliar), TLKM (Rp 54,9 miliar), dan BMRI (Rp 54,7 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh HRUM (Rp 50,1 miliar), ADMR (Rp 31,9 miliar), dan KLBF (Rp 31,3 miliar).
Pada kasus Covid-19 di Indonesia terdapat penambahan 1.907 kasus baru kemarin, dengan daily positive rate 3,93%. Recovery rate 97,2% dan kasus aktif 12.148 pada hari yang sama.
Dari domestik, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga 7DRR sebesar 3,5%.
Pagi ini pasar regional dibuka menguat, Nikkei 0,22% dan Kospi 0,55%. “Seiring dengan sentimen positif global dan regional, kami perkirakan IHSG bergerak menguat hari ini,” demikian tertulis.
