Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi melanjutkan kenaikan.
Di laman Samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam laporan riset harian, memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melanjutkan Kenaikan.
Pasar AS ditutup cenderung melemah Jumat (8/7) lalu. Dow Jones melemah 0 15%, S&P 500 0,08%, sedangkan Nasdaq menguat 0,12%. Pasar bereaksi terhadap data nonfarm payroll AS di bulan Juni, yang tercatat berada di angka 372.000, jauh diatas ekspektasi (250.000).
Kendati data ini menunjukkan perkembangan yang positif, sejumlah investor tampak khawatir bahwa data ini akan membuat The Fed makin agresif menaikkan suku bunga acuannya untuk melawan inflasi. Data ekonomi utama yang akan rilis pekan ini adalah inflasi CPI AS, yang akan dirilis Rabu (13/7) waktu setempat, dengan estimasi +8,8% yoy dan 1,1% mom.
Selain itu, minggu ini juga menandai dimulainya earnings season, beberapa nama besar seperti JPMorgan, Morgan Stanley dan lainnya akan merilis laporan 2Q22.
Pasar komoditas terpantau bergerak menguat pada Jumat (8/7), minyak WTI menguat 2,01% ke level USD 104,8/bbl, Brent menguat 2,39% ke level USD 107,15/bbl. Harga batubara menguat 0,42% ke level USD 413,75/ton, nikel menguat 0,99% ke level USD 21.747, dan CPO menguat 0,19% ke level MYR 4.137. Harga emas terpantau menguat ke level USD 1.740/toz).
Bursa Asia bergerak mayoritas menguat pada Jumat (8/7) kemarin. Kospi menguat 0,7%, Nikkei 0,1%, Hang Seng 0,38%, sedangkan Shanghai melemah 0,25%. IHSG ditutup menguat 1,32% ke level 6.740 pada Jumat (8/7), dengan net buy sebesar Rp 119,8 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 47,9 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy Rp 71,9 miliar. Angka net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBRI (Rp 101,7 miliar), AMRT (Rp 64,8 miliar), dan TLKM (Rp 34,2 miliar). Sementara itu, angka net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBCA (Rp 93 miliar), PNLF (Rp 45,7 miliar), dan GOTO (Rp 44,8 miliar). Top leading movers adalah BBRI, GOTO, dan BEBS, sedangkan BYAN, TLKM, dan UNVR menjadi top lagging movers.
Terjadi penambahan 2.576 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (10/7) dengan jumlah kasus sembuh yang lebih sedikit sebanyak 1.890. Daily positivity rate tercatat sebesar 8,5%; overall positive rate: 9,11%; infection rate: 0,3%; recovery rate: 97,1%; kasus aktif: 20.535.
Pagi ini Nikkei dibuka menguat 1,45% dan KOSPI 0,67%. “Kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan kenaikan pada hari ini, seiring dengan sentimen beragam dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
