Jakarta, TopBusiness – Ditegaskan Dekan Fakultas Teknik Universitas Pancasila Budhi Muliawan Suyitno, pembangunan Dunia pendidikan harus memilki dampak berganda bagi masyarakat luas dalam segala aspek. Dunia pendidikan harus mengkaji ulang kembali program pembelajaran yang saaat ini berlangsung. Minseat kita terhadap Dunia pendidikan harus diperbaharuai pula, karena dengan situasi dan tuntutan global ini jika kita tidak melakukan perobahan besar maka kita akan tertingal dan haya jadi penonton saja.
Fakultas Teknik Universitas Pancasila mengundang rekan-rekan media untuk lebih mengenal Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP). Dengan harapan masyarakat semakin dekat dengan FTUP untuk mendukung pendidikan putra-putri penerus bangsa.
Lulus kuliah dan memasuki dunia kerja merupakan momentum yang membingungkan bagi mahasiswa baru lulus. Pola kehidupan yang berbeda dari seorang mahasiswa, menjadi job seeker dan kemudian jadi worker sungguh merupakan tahap yang tak mudah.
Biaya kuliah dan kualitas pendidikan setelah lulus seringkali menjadi pertimbangan bagi para calon mahasiswa.
Hal ini membuat Universitas Pancasila khususnya Fakultas Teknik terus menggerakkan diri memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan mahasiswanya untuk kegiatan magang, utamanya untuk Program D3 Teknik Elektro dan D3 Teknik Mesin yang bekerjasama dengan pelaku industri BUMN maupun swasta, seperti : PT KAI, PT INKA, PT Merck, PT Defa Angkasa, PT Lubana Sukses Abadi, PT Delima Tata Laksana, dll.
Program kerjasama yang dikembangkan oleh FTUP adalah membantu menyalurkan para mahasiswa yang sudah waktunya mempraktekkan teori kuliah segera terjun ke dunia pelaku industri untuk menyiapkan diri menghadapi dunia kelulusan nantinya.
Dalam mengaplikasikan teori kuliah seringkali dikenal dengan istilah program magang/praktik kerja. Selama magang, mahasiswa akan mendapatkan hard skills (keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dsb.), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama, dsb). Sedangkan pelaku industri mendapatkan talenta yang bila cocok nantinya akan langsung direkrut. Mahasiswa yang sudah mengenal tempat kerja akan lebih paham dalam memasuki dunia kerja dan kariernya. Melalui kegiatan ini, simbiosis mutualisme tercapai. Mahasiswa memiliki masa depan yang diharapkan, dan instansi memeperoleh tenaga kerja yang diharapkan pula
“Pola pendidikan juga harus bisa melahirkan para enterpreneur-enterpreneur Milenial yang tanguh di bidannya masing-masing. Indonesia mempunyai kesempatan besar menjadi macan Asia di 2045. Ini momentom besar Dunia pendidikan agar bisa menciptakannya,” jelas Budhi.
Selain program dukungan FTUP dalam mengaplikasikan teori kuliah, FTUP juga memberikan dukungan dalam kemudahan biaya kuliah. Untuk mengetahui lebih lengkapnya kalian bisa membuka di website http://pmbonline.univpancasila.ac.id/.
