Jakarta, TopBusiness – PT. Indo Tambangraya Megah Tbk., (IDX: ITMG) atau ITM terpilih menjadi Finalis ajang TOP GRC Awards 2022 yang diselenggarakan majalah Top Business bekerja sama dengan sejumlah lembaga terkemuka di Tanah Air, antara lain Asosiasi GRC Indonesia, Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia, CRMS Indonesia, IRMAPA, ICoPI, dll.
ITMG ini telah mengikuti sesi Penjurian TOP GRC Awards 2022, pada hari Jum’at, 29 Juli 2022 secara daring. Dalam sesi ini Mulianto selaku President Director membawakan materi presentasi bertajuk “Harnessing the Momentum, Recover Together, Recover Stronger.”
“Dalam kesempatan ini kami akan menjelaskan bagaimana ITM memanfaatkan momentum di saat pandemi untuk memberikan sumbangsih secara internal dan eksternal bagi bangsa dan negara untuk recover together dari pandemi COVID-19,” kata Mulianto kepada dewan juri TOP GRC Awards.
Kinerja Bisnis dan Keuangan ITMG
Mulianto dalam presentasinya memaparkan bahwa sepanjang tahun 2021 perusahaan telah menjalankan strategi yang disebut “ITM 4+ Goals in Action” dengan 4 aspek utama.
“Pertama, Protecting Our Employee. Kami melindungi karyawan kami dimana lebih dari 90 persen karyawan ITM telah spenuhnya memperoleh vaksinasi COVID-19 sampai akhir tahun 2021. Dan menjalankan Protokol Kesehatan yang ketat.”
“Juga, membantu lingkungan sekitar perusahaan dengan mendonasikan sebesar Rp 20 miliar untuk bantuan kesehatan/logistik selama pandemi COVID-19 di berbagai kota di seluruh Kalimantan Selatan, Timur, Tengah,” ungkap Mulianto.
“Kedua, Optimize Our Value. Dengan berkontribusi bagi pembangunan nasional dimana melalui operasinya, ITM telah berkontribusi sebesar USD429 juta dalam bentuk royalti, perpajakan, dan forestry fee. Memberikan nilai kepada pemegang saham, dimana net-profit tahun 2021 tercatat sebesar USD475 juta, meningkat 12x dari tahun 2022.”
“Perusahaan juga menjamin dijalankannya hubungan yang adil dan saling menguntungkan dengan karyawan dimana tidak ada gangguan bisnis dan tidak ada pengurangan karyawan di tengah kondisi pandemi, serta memfasilitasi kebijakan working from home,” tegasnya
“Ketiga, menjalankan Transformasi Digital. Dengan menjalankan target bisnis utama yaitu mempercepat perkembangan transisi dengan telah mengimplementasikan 13 use cases. Rasionalisasi biaya yang terbukti dengan diraihnya penghematan biaya sebesar USD17,7 juta. Lalu mengembangkan platform yang bertujuan untuk dicapainya transformasi yang super-agile dan layanan nilai tambah.”
“Yang tidak kalah penting, fokus pada penerapan budaya, keahlian dan tata kelola dengan mengembangkan anti-fragility dan transisi keahlian. Serta, sebanyak 140 karyawan ITM telah terlibat sebagai product owner dan atau Scrum Master,” imbuh Mulianto.
“Keempat, Banpu Heart dan ESG. Yaitu seluas 14,433 hektar Daerah Aliran Sungai atau watersheed yang telah direhabilitasi telah diserahterimakan kepada pemerintah. Pengurangan emisi GHG sebesar 32 persen dalam 4 tahun terakhir dari 2.4 Mt. CO2-eq di tahun 2018 menjadi 1.6 Mt. CO2-eq.”
Terakhir, atau plusnya yaitu ITM tengah menjalankan Transformasi Bisnis. Inisiatif yang telah dijalankan ITM antara lain, menjadi perusahaan yang lebih ramah lingkungan (greener) dan memanfaatkan smarter power. Di inisiatif ini, telah dibentuk anak perusahaan yaitu PT Cahaya Power Indonesia (CPI) untuk masuk ke bisnis platform panel surya atap.
“Serta, coal down-stream yaitu melakukan pra-studi kelayakan proyek batubara ke ammonia (gasifikasi batubara di bawah tanah) di lokasi tambang IMM,” tutur Mulianto.
Berikutnya, mengembangkan infrastruktur energi, teknologi yang cerdas. “Kami telah menjalankan studi kelayakan untuk membangun fasilitas listrik tenaga surya sebesar 2 MW untuk mendukung kebutuhan listrik pelabuhan Bunyu,” kata Mulianto kepada dewan juri.
“Kami juga menggali potensi peluang bisnis selain pertambangan batu bara, yaitu potensi investasi di sektor energi yang tumbuh tinggi seperti pertambangan mineral dan logam,” ungkapnya.
Peran GRC di ITM
Mulianto menegaskan bahwa ITM menjadi perusahaan yang “ulet” meski menghadapi pandemi COVID-19 dan sejumlah tantangan yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri, dengan berbagai aspek (kesehatan, ekonomi, iklim, geopolitik, harga komoditas dunia dan regulasi).
“Dan GRC menjadi salah satu pilar penting di ITM untuk tetap resilient, dengan didukung pilar lainnya yaitu hubungan baik dengan pemangku kepentingan, strategi bisnis dan struktur organisasi, serta sumber daya manusia dan budaya perusahaan,” jelasnya.
Prestasi Membanggakan
Upaya yang ditempuh ITM dalam menerapkan GRC membuahkan hasil yang manis. Hal itu terlihat dari raihan sejumlah prestasi dari sejumlah pihak sepanjang tahun 2021.
Sebagai informasi, tahun 2022 ini, adalah yang ketiga kalinya secara berturut-turut, ITM berhasil jadi Finalis ajang TOP GRC Awards, yaitu sejak tahun 2020, dan 2021. Di kedua ajang sebelumnya, ITM meraih penghargaan untuk kategori TOP GRC 4 Stars, The Most Commited GRC Leader, High Performing Board of Commissioner, dan High Performing of Corporate Secretary.
“ITM telah menerapkan proses bisnis terintegrasi dan seluruh kegiatan perusahaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi telah memasukan berbagai aspek yang berkaitan dengan GRC,” tutup Mulianto.
Turut mengikuti sesi Penjurian TOP GRC Awards 2022 dari ITM yaitu Yulius Gozali selaku Direktur Komunikasi Perusahaan, Wurwanto selaku Direktur Keberlanjutan dan Manajemen Risiko, Monika I. Krisnamurti selaku Corporate Secretary, dan Dwiyani Arum Sasanti.
Bertindak selaku Dewan juri yaitu Kusuma Prabandari, Thendri Supriatno, Benyamin De Haan, dan Lim Kurniawan.
Penulis: Teguh IS
