Jakarta, TopBusiness – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk merupakan bank pertama di Indonesia yang menggunakan konsep perbankan secara Syariah. Berdiri pada tahun 1991, Bank Muamalat Indonesia atau BMI berkomitmen menjadi bank syariah terbaik dan termasuk dalam 10 besar bank di Indonesia dengan eksistensi yang diakui di tingkat regional. Lebih dari 3 dasawarsa berdiri, kinerja BMI cukup membanggakan. Capaian positif Bank Muamalat salah satunya atas keberhasilan penerapan GRC yang dilakukan Bank Muamalat Indonesia.
“Kami berhasil menurukan NPF dibawah 1% dan CAR meningkat menjadi di atas 30%,” terang Karno selaku Direktur Kepatuhan PT Bank Muamalat Indonesia TBK saat sesi penjurian TOP GRC Awards 2022 secara online oleh Majalah TopBusiness, Kamis (28/07/2022).
Keberhasilan Bank Muamalat sejalan dengan misinya yaitu membangun lembaga keuangan syariah yang unggul dan berkesinambungan. Penerapan GRC oleh Bank Muamalat didukung dengan adanya sistem dan infrastruktur yang memadai. Selain itu, peran dan dukungan dewan komisaris serta jajaran direksi juga turut andil dalam kesuksesan penerapan GRC.
“Dewan komisaris ialah salah satu struktur tata kelola perusahaan bank yang memiliki tugas pengawasan secara umum. Selain itu dewan komisaris juga melakukan kunjungan ke unit kerja/cabang tertentu dalam rangka melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan operasional Bank Muamalat,” tutur Karno.
Keberhasilan lainya yaitu; rangkaian corporate action Bank Muamalat dan restrukturisasi yang mendapat pengakuan internasional. “Model restrukturisasi ini dapat dijadikan model untuk melakukan penyehatan institusi lain,” ucap Karno.
Penerapan GRC Bank Muamalat didukung dengan teknologi informasi andal. Sepanjang tahun 2021 Bank Muamalat melanjutkan fokus terkait operational excellent & innovation dengan realisasi pengembangan dan inovasi terkait dengan pengembangan layanan digital melalui Muamalat Digital Islamic. Untuk mendukung kepatuhan Bank terhadap peraturan perundang-undangan, BMI juga telah mengembangkan system untuk regulatory reporting, sesuai persyaratan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
“Secara keseluruhan, bank telah menyelesaikan 15 pengembangan dan inovasi di bidang teknologi informasi sepanjang 2021,” jelas Karno.
Penulis: Mi’roji
