Jakarta, TopBusiness – PT Federal International Finance (FIF) menyiapkan skema pembiayaan atau kredit untuk produk sepeda motor listrik dan ditargetkan pada 2023 sudah dilucuncurkan ke konsumen. Hal itu dilakukan seiring makin banyaknya motor tersebut di pasaran.
“Saat ini memang belum ada, tetapi kita sudah ada proyek untuk mencoba membiayai (motor listrik). Proyek ini adalah untuk mengetahui dulu sampai mana permintaan kendaraan elektrik (EV),” terang Direktur Marketing FIF, Antony Sastro Jopoetro di Serpong, Tangerang seperti dikutip Rabu (18/8/2022).
Dirinya menyebut, bila tidak ada halangan, skema pembiayaan untuk motor listrik paling cepat akan dicoba pada tahun 2023 mendatang.
“Kalau tidak salah dan tidak ada aral melintang itu mungkin di sepeda motor, salah satu merk akan coba di tahun 2023 atau mendekati 2024. Intinya mereka akan mengeluarkan beberapa tipe (motor listrik) yang akan kita biayain,” imbuhnya.
Antony menambahkan, hal yang membuat konsumen masih ragu untuk membeli motor listrik adalah soal baterai. Sebab, berbeda dengan motor konvensional yang memakai mesin pembakar internal, sepeda motor listrik menggunakan baterai yang memiliki isu soal daya tahan atau masa pakainya.
“Selalu ada isu, akinya (baterai) sama motornya bagaimana ini, akinya garansinya 5 tahun, ada beberapa scheme yang kita sudah kita coba telusuri dan simulasi kita akan membiayain motor dengan akinya sekalian,” jelasnya.
“Setahu saya persis bahwa aki (baterai) ini kalau pada motor listrik harus sesuai dengan motor bersangkutan. Kalau tidak, dia tidak mau hidup. Jadi itu keamanan untuk pembiayaan motor listrik itu sendiri juga, membuat kita lebih tenang,” kata Antony.
Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan sistem kredit untuk baterai motor listrik, selain daripada sepeda motor listriknya itu sendiri.
“Nanti ada satu company lagi yang akan kelola konsumen yang jadi member kami, apabila baterai rusak akan langsung diganti, jadi semacam kayak asuransi baterainya itu,” tutur Antony.
Ia mengatakan, nantinya member akan dibebankan biaya dengan skema sekali bayar dan mengeklaim biayanya tidak terlalu tinggi. Meski belum membeberkan secara detail nilai yang akan dikenakan.
