Jakarta, TopBusiness—Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus melaju meski berada di bawah ancaman resesi ekonomi global. Pada semester kedua 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5,2%, menguat dibandingkan catatan di semester pertama sebesar 3,7%.
Radhika Rao, Ekonom Senior Bank DBS dalam laporan bertajuk “Indonesia Data Pulse 2Q22 GDP Growth Jumps” mengatakan, kinerja perdagangan yang kuat disertai dengan pembukaan kembali aktivitas pascapandemi menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Momentum ini juga diiringi oleh pemanfaatan dari kenaikan harga komoditas di taraf global dan stabilitas daya beli masyarakat.
”Mobilitas layanan jasa antar-jemput juga mengiringi tren positif pertumbuhan ekonomi ini,” kata Radhika Rao, secara tertulis ke Majalah TopBusiness (17/8/2022).
Radhika Rao memerkirakan bahwa di kuartal kedua 2022 produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan mengalami peningkatan sebesar 5,44% secara tahunan, di mana lonjakan ini melampaui perkiraan sebelumnya sekaligus melewati angka pertumbuhan di kuartal pertama sebesar 5%.
Prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2022 juga diprediksi akan lepas landas melewati berbagai capaian ekonomi di 2021.
”Pulau Jawa merupakan kontributor utama pertumbuhan secara keseluruhan, yang menyumbang 56,6% dari keseluruhan output ekonomi, naik 5,7% secara tahunan.”
