TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ada Lima Isu Strategis dalam Pembangunan Jabar, Bappeda Siap Melakukan Ini

Busthomi
18 August 2022 | 16:00
rubrik: Ekonomi
Ada Lima Isu Strategis dalam Pembangunan Jabar, Bappeda Siap Melakukan Ini

Jakarta, TopBusiness – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat (Jabar) terus mengembangkan pembangunan di Jabar sesuai dengan target yang sudah dicanangkan pemerintah daerah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023.

Bappeda sendiri sudah mengidentifikasi lima masalah yang ada di provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Ridwan Kamil tersebut, sehingga solusinya bisa tepat sasaran. Meskipun memang di setiap wilayah Jabar yang luas itu, solusinya tentu berbeda-beda.

“Ada lima isu strategis pembangunan daerah Provinsi Jabar ini hingga tahun 2023 nanti. Seperti masalah kualitas nilai kehidupan, masalah kemiskinan, pertumbuhan dan pemerataan, produktivitas, serta reformasi birokrasi. Kami juga melakukan program strategis skala kewilayahan atau berdasar wilayahnya,” tutur Lufiandi, Sekretaris Bappeda Jabar, dalam webinar Diseminasi RPKD 2023 untuk Mitra CSR Jabar, Kamis (18/8/2022).

Lebih lengkap, kata dia, lima isu tersebut adalah, pertama, kualitas nilai kehidupan dan daya saing sumber daya manusia; kedua, kemiskinan, pengangguran, dan masalah social; ketiga, pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sesuai daya dukung dan daya tamping lingkungan; keempat, produktivitas dan daya saing ekonomi yang berkelanjutan; dan kelima, reformasi birokrasi.          

Lufiandi pun mengurai isu strategis tersebut. Ada permasalahan pembangunan yaitu, untuk isu yang pertama, kata dia, belum meratanya persebaran tenaga pengajar berkualitas, juga terkait lin and match lulusan SMA/SMK dengan kebutuhan tenaga kerja, lalu rendahnya kualitas dan pemerataan serta keterjangkauan kesehatan, dan tekahir terkait terbatasnya tenaga kesehatan serta distribusi tidak merata.

Adapun terkait isu kedua, antara lain masih rendahnya akses layanan dasasr dan akses ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Lalu, di poin ketiga, antara lain, perlunya peningkatan ketimpangan Jabar bagian selatan dan utara. Keempat, masih rendahnya produktivitas komoditas pertanian dan nilai tukar petani. Dan terakhir terkait reformasi birokrasi adanya reformasi perekrutan dan manajemen ASN.

BACA JUGA:   Pemerintah Optimistis Inflasi Pangan Terkendali Jelang Nataru 2023

“Dengan adanya isu strategis tersebut, adanya 11 prioritas pembangunan pemerintah daerah Provinsi Jabar tahun 2018-2023 yakni reformasi system kesehatan daerah, pemulihan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis inovasi, penguatan system ketahanan pangan berkelanjutan, reformasi system perlindungan social, reformasi system pendidikan dan pemajuan kebudayaan, reformasi system kesiapsiagaan penanggulangan risiko bencana, inovasi pelayanan public dan penataan daerah, gerakan membangun desa, pendidikan agama dan tempat ibadah juara, pengembangan insfrastruktur konektivitas wilayah dan pengelolaan lingkungan hidup, serta pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata,” papar dia.

Lebih jauh ditegaskan Lufiandi, untuk mengatasi isu-isu tersebut ada program strategis skala kewilayahan dalam empat wilayah yang semua sudah diatur dalam Peraturan Presiden. Pertama, kawasan Bodebekkarpur (Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purawakarta) berdasar Peraturan Presiden No. 60/2020; kedua, kawasan Cekungan Bandung berdasar Perpres No. 45/2018; ketiga, kawasan Rebana (daerah Cirebon dan sekitarnya) di Perpres No. 87/2021; dan keempat, kawasan Jabar bagian selatan.

“Untuk strategi pengembangan kita seperti di wilayah Bodebekpunjur (Bogor Depok, Bekasi, Puncak, dan Cianjur) misalnya, kita lebih mengendalikan perkembangan fisik wilayah. Dengan sector unggulannya adalah, agroforestry, pariwisata, industry manufaktur, perikanan, perdagangan, jasa, pertambangan, agribisnis, dan agriwisata,” jelas dia.

Selanjutnya, untuk pengembangan wilayah cekungan Bandung adalah mengendalikan pembangunan dengan mengoptimalkan pemerintahan di tingkat pusat dan daerah. Lalu daerah Ciayumajakuning yaitu, mendorong pengembangan wilayah gerbang timur Jawa Barat.

“Juga ada pengembangan daerah Sukabumi dan sekitarnya, wilayah Priangan Timur-Pangandaran, juga ada wilayah Purwasuka (Purwakarta, Subang, dan Karawang). Untuk daerah Purwasuka ini daerah pengembangannya adalah mendorong pengembangan kawasan dengan tetap mengembangkan persawahan di daerah Pantura,” pungkas dia.

FOTO: Istimewa

Tags: Bappeda Jabarisu strategis pembangunan jabar
Previous Post

Pembiayaan untuk Rumah Tangga Meningkat di Juli

Next Post

Perusahaan di Jabar Siap Gencarkan CSR, Ini Saran Pakar CSR Lutfi Handayani

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR