TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Osman Sapta Minta Produsen Lokal Tentukan Harga Kopi Dunia

Nurdian Akhmad
10 March 2016 | 12:55
rubrik: Capital Market
Foto : istimewa
Foto : istimewa

Jakarta-Thebusinessnews, Wakil Ketua Majelis Permusyarakatan Rakyat (MPR-RI), Osman Sapta mengatakan bahwa organisasi AEKI  tidak memiliki pengaruh. Pasalnya  karena  Indonesia ini sebagai peringakt ke 3 penghasil besar kopi dunia, akan tetapi  tidak bisa mengatur harga kopi dunia,

“ kita tidak bisa pula memunculkan brand kopi Indonesia, akan tetapi para pemakai kopi Indonesia ambil contoh seperti Starbuck yang jelas-jelas mengunakan kopi Indonesia akan tetapi mereka tidak memunculkan nama Indonesia, itu salah satu tidak solidnya organisasi AEKI” ujar Sapta di Jakarta,Kamis (10/3/2016

Dengan perubahan iklim Anomali cuaca ini seharusnya Indonesia bisa pula mengatur harga kopi dunia, karena Negara-negara penghasil kopi dengan anomalia cuaca ini sangat terpukul sekali dengan sangat besar, akan tetapi Indonesia dengan Anomali tersebut tidak terlalu berpengaruh. “Lagi-lagi asosiasi AEKI tidak bisa pula menekan dunia dalam harga kopi,” tegas Osman.

Osman melanjutkan, AEKI ini harus bangkit dan merevolusi, jika tidak kita akan mati dengan serbuan asing ke dalam negeri. Sudah banyak perusahaan asing yang masuk kedalam negeri untuk menanamkan investasinya dalam industri pengolahan,” Sementara itu sedikit sekali industri lokal pengolahan   dalam negeri yang bisa menguasai pasar luar negeri. “ ujar dia

Ia melanjutkan,apabila asing yang akan masuk nantinya mereka melakukan import 30 persen saja dari Negara pesaing Indonesia seperti Vietnam yang lebih murah dari kopi Indonesia, maka akan mati kopi Indonesia ini. Jadi organisasi ini harus bisa menyatukan seluruh pemangku kopi Indonesia ini, lantas juga pemerintah harus dapat memberikan pembinaan yang baik pula.

Osman juga mengkritisi pula dari organisasi exporter dan industry. Harusnya industry melakukan prosesing di dalam negeri, bukan export, jadi sebaiknya dikuatkan industry dalam negeri. Sebanarnya potensi dalam negeri ini sangat besar sekali, 250 juta penduduk Indonesia, kenapa kita harus repot-repot export ke luar, sementara pasar dalam negeri sangat besar.” Apabila 1 orang minum kopi 1 gelas saja maka akan besar kebutuhan kopi dalam negeri. Jadi kita harus kelolah pasar dalam negeri ini, jangan samapai malah diambil oleh asing,” ujar dia (Alb)

BACA JUGA:   IHSG Drop 9,3 Poin, Rupiah Bertengger di Level 14.515/Dolar AS
Previous Post

Konsep ‘Bail in’ Penanganan Bank Gagal ,Perlu Penyesuaian Hukum

Next Post

Saleh Husein Minta Ekspor Kopi Dalam Bentuk Hasil Hilirisasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR