TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hadapi Badai Ekonomi, GRC di Industri Keuangan Sangat Vital

Nurdian Akhmad
31 August 2022 | 14:59
rubrik: Ekonomi
Menguat, Sentimen Konsumen RI tentang Krisis

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mendukung komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk  meningkatkan penerapan Governance, Risk, dan Compliance (GRC) atau Tata kelola, Risiko, dan Kepatuhan pada industri jasa keuangan.

“Ketua OJK menyatakan kemarin kalau badai ekonomi masih panjang. Bisa 10 tahun ke depan. Sehingga, GRC di industri keuangan sangat vital,” ujar Kamrussamad dalam keterangannya, Rabu (31/8/2022).

OJK, lanjut Kamrussamad, juga perlu segera reformasi struktural dan Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab, carut marut industri keuangan diakibatkan profesionalisme dan mental pengawas yang rendah.

“Kalau belajar dari krisis ekonomi yang melanda Asia Timur mulai tahun 1997 serta pelemahan ekonomi global tahun 2008 hingga 2015, di antara penyebab utamanya adalah masalah pada sistem tata kelola perusahaan,” terang Kamrussamad.

Ia menambahkan, pelaksanaan tata kelola, pengelolaan risiko dan pelaksanaan kepatuhan yang tidak terintegrasi dapat menimbulkan koordinasi yang lemah, dan inefisiensi dalam biaya. Selain itu, juga membahayakan perekonomian nasional.

“Saat ini OJK mengawasi sistem keuangan dengan total aset lebih dari Rp 19.418 triliun. Ini terdiri dari ektor perbankan Rp 9.431,42 triliun, IKNB Rp 2.6771 triliun, dan pasar modal Rp 7.309 triliun,” kata Kamrussamad.

Untuk itu, menurutnya, komitmen OJK perkuat penerapan Governance Risk Management and Complience (GRC) pada industri jasa keuangan perlu didukung.

Tantangan Bisnis

Secara terpisah, Ketua Penyelenggara TOP GRC Awards 2022 M Lutfi Handayani juga menilai bahwa dunia bisnis ke depan menghadapi ketidakpastian, baik akibat pesatnya perkembangan teknologi digital yang mendorong disruption, pandemi covid-19, serta  tahun politik menjelang Pilpres 2024.

“Lalu apa yang dilakukan pelaku bisnis di tengah ketidakpastian ini? Tentu kita berharap bisa membangun kapabilitas atau kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis secara andal di samping mengatasi dampak ketidakpastian yang terjadi agar bisnis tetap bisa bergulir dan berkelanjutan,” kata Lutfi dalam sambutan Webinar TOP GRC Awards 2022, Selasa (30/8/2022).

BACA JUGA:   Jadi Finalis TOP GRC Awards 2022, Kinerja Mandiri Utama Finance Terdongkrak Berkat GRC

Menurut Lutfi, seiring meningkatnya tantangan bisnis yang penuh ketidakpastian ini, pendekatan GRC juga terus mengalami perubahan dan penyempurnaan. GRC sekarang tidak sekadar bicara tentang protective value atau upaya untuk melindungi aset dan nilai perusahaan, tapi sudah mengarah pada creating value.

“Pesatnya perkembangan tenologi digital juga mendorong perkembangan GRC ke depan menjadi GRC yang berbasis artificial intelligence yang didukung IQ atau information quality. Ketersediaan informasi yang baik tentu akan memudahkan manajemen dalam mengambil keputusan bisnis di tengah ketidak pastian ini,” tutur Lutfi.

Tags: grcTOP GRC Awards 2022
Previous Post

3.000 Nasabah Bank Ini Bantu Petani Kakao

Next Post

Pegang Uang Khusus Pecahan Rp300.000-Rp850.000, Tukarkan di Bank!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR