TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pacu Ekspansi, Primaya Hospital Gelar IPO dan Rilis Obligasi Konversi

Nurdian Akhmad
18 October 2022 | 09:07
rubrik: Business Info
Pacu Ekspansi, Primaya Hospital Gelar IPO dan Rilis Obligasi Konversi

Jakarta, TopBusiness  – Primaya Hospital Group, jaringan rumah sakit swasta di Indonesia di bawah bendera PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (kode saham PRAY) menawarkan saham ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana (Initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 302.222.300 saham dengan harga Rp 900- Rp 950 per saham.

Persentase kepemilikan publik ini mewakili sebanyak 2,17% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan saat tanggal pencatatan.

Masa penawaran awal (bookbuilding) IPO berlangsung pada 14-21 Oktober 2022 dan perkiraan pencatatan pada Bursa Efek Indonesia pada t 8 November 2022. Untuk merealisasikan IPO ini, Perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter).

CEO Primaya Hospital, Leona A Karnali menjelaskan, pelaksanaan IPO ini bertujuan untuk pengembangan Primaya Hospital Group yang tengah tumbuh pesat dan berkelanjutan untuk masa depan.

“Sekitar 50% dari dana IPO akan dialokasikan sebagai dana tambahan perolehan tanah untuk pembangunan rumah sakit di kota-kota besar di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa,” kata Leona dalam keterangan pers tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (18/10/2022).

Selain itu, sekitar 25% untuk dana tambahan biaya pengembangan gedung dan layanan rumah sakit yang telah ada, dan sisanya sekitar 25% akan digunakan untuk dana tambahan pembiayaan pembangunan gedung rumah sakit baru.

Primaya Hospital pertama didirikan di Tangerang pada 2006 oleh Prof Yos E. Susanto, seorang pakar manajemen rumah sakit dan kesehatan masyarakat yang telah berpengalaman membangun dan mengembangkan berbagai rumah sakit di Indonesia selama lebih dari 40 tahun.

Usahanya untuk mengembangkan fasilitas kesehatan di Indonesia tersebut diawali sejak Prof Yos E. Susanto kembali ke Indonesia pada 1987 setelah memyelesaikan program doktor dalam bidang sosiologi dan kesehatan masyarakat dari University of Michigan, Amerika Serikat.

BACA JUGA:   Januari 2020, BK CPO sebesar USD 0

Prof Yos E. Susanto menanamkan visi dan misi Primaya Hospital Group untuk menjadi jaringan rumah sakit terkemuka berstandar internasional yang memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dengan penuh kepedulian.

Dengan fondasi yang kokoh, Primaya Hospital bertumbuh mulai dari 1 rumah sakit dengan 100 tempat tidur, kini menjadi 15 rumah sakit dengan lebih dari 2.000 tempat tidur. Sembilan rumah sakit di antaranya diresmikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pertumbuhan signifikan ini tidak lepas dari kinerja tim manajemen yang profesional dan berpengalaman di bawah pimpinan Leona A Karnali selaku CEO Primaya Hospital Group.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di berbagai bidang seperti pendidikan, perbankan, private equity dan pelayanan kesehatan, Leona A. Karnali berhasil membawa Primaya Hospital bertransformasi, baik secara operasional, sumber daya manusia maupun strategi bisnis. Leona A. Karnali memperoleh gelar Master of Science Mechanical Engineering dari Massachusetts Institute of Technology, dan menyandang gelar profesi CFA Charterholder sejak tahun 2014.

Perseroan optimistis bahwa rekam jejak operasional terpercaya dan pertumbuhan yang konsisten menjadikan Perseroan bisnis yang menjanjikan. Dikatakan Leona, dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki PRAY seperti lokasi strategis rumah sakit yang tersebar dan terklaster di berbagai wilayah Indonesia, jaringan laboratorium lengkap, didukung dengan teknologi informasi yang tersentralisasi dan berkomitmen mengutamakan mutu dan keselamatan pasien, Perseroan berpotensi menangkap peluang lebih luas dalam industri kesehatan Tanah Air.

Primaya Hospital menyediakan berbagai layanan kesehatan dengan spesialisasi komprehensif yang mendukung pencepatan pertumbuhan organik. Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital melayani lebih dari 5.000-6.000 tindakan pemasangan stent per tahun, didukung oleh lebih dari 40 dokter spesialis jantung dan teknologi, dan dapat melakukan berbagai tindakan diagnostik seperti katerisasi jantung, tindakan minimal invasif seperti pemasangan stent, perbaikan pembuluh darah, rotablation angioplasty, FFR, intravascular ultrasound, tindakan perbaikan eletrofisiologi jantung, pemasangan pacemaker, sampai tindakan bedah jantung.

BACA JUGA:   Separuh Hasil IPO Intan Baruprana untuk Bayar Pinjaman

Primaya Hospital juga memiliki Pusat Layanan Ibu dan Anak yang melayani persalinan, tindakan inseminasi, fertilitas, bayi tabung, bedah pada bayi dan anak, serta kemoterapi anak.  Ada pula Pusat Layanan Kanker yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari diagnostik, terapi hingga paliatif.

Selain itu ada Pusat Layanan Trauma yang dapat melakukan berbagai tindakan perbaikan lutut, ligamen, pinggang dan tulang belakang, baik secara pembedahan maupun minimal invasif. Primaya Hospital juga memiliki pusat layanan mata, otak dan saraf.

Semua keunggulan tersebut bukan hanya sekadar klaim, Primaya Hospital telah mengantungi akreditasi internasional rumah sakit dari Joint Comission International (JCI) berbasis di Amerika Serikat yang hanya dimiliki oleh 23 dari 3.000 rumah sakit di Indonesia, serta mendapatkan akreditasi nasional dari badan akreditasi di Indonesia.

“Untuk memastikan mutu pelayanan tetap terjaga, dilakukan juga audit internal secara berkala dengan menerapkan standarisasi operasional yang sama di seluruh jaringan rumah sakit,” ujar Leona.\

Prospek Bisnis Kesehatan

Sementara terkait prospek bisnis, Leona, mengatakan, saat ini, bisnis di bidang kesehatan di Indonesia terus meningkat, di antaranya adalah rumah sakit, peralatan kesehatan, obat-obatan dan juga asuransi kesehatan.

“Kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin tinggi, pangsa pasar yang luas dan bertumbuh, memperkuat potensi bisnis rumah sakit yang berperan sebagai ujung tombak sektor kesehatan,” tuturnya.

 Saat ini, menurut Leona, ketersediaan fasilitas kesehatan dengan rasio tempat tidur 1,4 per 1.000 penduduk masih perlu ditingkatkan, jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang telah memiliki rasio tempat tidur 4 sampai 13 per 1.000 penduduk. Pertumbuhan bisnis rumah sakit juga didukung oleh program pemerintah yang dirancang untuk memperkuat sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

BACA JUGA:   Primaya Fair 2025: Inisiatif Pertama RS Swasta Gelar Edukasi dan Literasi Kesehatan Nasional

“Secara strategi, kami mengupayakan tujuh hal utama untuk memacu pertumbuhan, antara lain menyediakan layanan prima yang terjangkau dan dapat diakses oleh masyarakat, menyasar segmentasi yang memiliki pangsa pasar luas, menerapkan standar operasional berbasis teknologi informasi yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien, memperkuat hubungan dengan seluruh pemangku kepentingan, mengembangkan layanan kesehatan lainnya yang mendukung pertumbuhan grup secara berkesinambungan, mempertahankan sumber daya utama yakni dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya melalui lingkungan dan budaya kerja yang positif dan berkualitas,” paparnya.

Primaya Hospital adalah Rumah Sakit dengan standar pelayanan PRIMA (Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan dan Asertif) yang mengutamakan mutu keselamatan pasien.

“Kami memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia dan warga negara asing (WNA) dengan teknologi yang mumpuni serta memberikan layanan pasien dengan jaminan dari berbagai perusahaan, asuransi, BPJS, maupun pribadi,” tutur Leona.

 Untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat, Primaya Hospital memiliki dan mengoperasikan 15 jaringan rumah sakit yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Semarang, Sukabumi, Makasar, Palangkaraya, dan Pangkal Pinang.

Beberapa layanan unggulan yang kami sediakan bagi pasien antara lain: pusat layanan jantung dan pembuluh darah, ibu dan anak, sport clinic & orthopedic, kanker, diabetes, urologi, geriatri, kesehatan mata, dan lainnya. Primaya Hospital memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap seperti layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang buka 24 jam.

“Selain itu, kami memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan fasilitas penunjang lainnya,” ujar Leona.

Tags: PRAYPrimaya HospitalPT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
Previous Post

IHSG bisa Rebound, Simak Rekomendasi Saham BBCA, ADMR, KLBF, HRUM

Next Post

Saham PGN Diunggulkan Analis di Hari Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR