Jakarta, TopBusiness – PT BPR Bank Giri Suka Dana Wonogiri terpilih menjadi salah satu finalis di ajang “TOP BUMD Award 2023” yang diselenggarakan Majalah Top Business. Pada sesi penjurian yang berlangsung secara virtual, Selasa (23/01/2023), Direktur Bank Giri Suka Dana Wonogiri Kebumen Suparmo hadir memaparkan sejumlah strategi bisnis dan capaian kinerja bank selama tahun 2021-2022.
Kepada Tim Dewan Juri TOP BUMD, Sutrisno mengatakan sebagai retail banking, BPR Bank Giri Suka Dana Wonogiri terus berupaya melakukan terobosan dan inovasi untuk memberikan layanan terbaik sebagai BUMD dan juga meraih target kinerja yang ditetapkan.
Salah satu inovasi yang paling diunggulkan antara lain ‘Kredit Sumeh, yang merupakan inovasi digital dalam pelayanan kredit yang dilakukan secara mudah, cepat, murah, dan tentunya dapat membantu pemulihan perekonomian pasca pandemi COVID-19 serta memerangi praktik rentenir dan pinjaman online illegal, yang semakin marak di masyarakat.
BUMD berperan serta dalam pengentasan renternir dan pinjaman online dengan adanya produk kredit Sumeh. Kredit ini diperuntukkan untuk memberantas rentenir dan pinjaman online, khususnya di wilayah Kabupaten Wonogiri.
“Kredit Sumeh bagi para pelaku usaha mikro kecil dengan tanpa agunan dan biaya administrasi. Tujuan kita merilis Kredit Sumeh ini adalah untuk memerangi bank plecit dan pinjol yang meresahkan masyarakat Wonogiri. Masyarakat dan UMKM yang mau mengajukan kredit ini juga mudah cukup punya KTP, punya dat UMK, dan menjadi nasabah penyimpan,” kata Suparmo
Produk layanan kredit ini terbilang baik, pasalnya tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) sebesar nol persen alia nihil. Tidak ada nasabah yang menunggak kredit. Keberhasilan itu membuat lembaga keuangan milik Pemerintah Kabupaten Wonogiri menjadi percontohan bagi BPR lain.
“Nasabah Kredit Sumeh ini banyak dari kalangan UMK di pasar-pasar tradisional. Sebab, di pasar itu banyak sekali bank plecit. Kredit Sumeh ini terus berjalan karena terbukti dapat membantu para UMK di Wonogiri,” ujar dia.
Suparmo menjelaskan Kredit Sumeh bisa diakses menggunakan aplikasi CrediGo yang mempunyai kelebihan mudah, cepat serta efektif dengan waktu kurang dari 1 jam dapat melakukan pencairan dana on the spot. Yang semua masih menggunakan proses tradisional debitur datang ke kantor. Dengan CrediGo debitur dapat mengajukan permohonan dari rumah, dan AO yang bertugas akan memeriksa data dari debitur.
“Jadi ini caranya debitur dapat mengisi formulir secara online melalui website atau menggunakan Aplikasi resmi CrediGo, AO (Account Officer) juga dapat membantu debitur saat berada di lokasi. Pembayaran angsuran tidak harus dengan AO atau datang ke lokasi tetapi bisa menggunakan system VA (Virtual Account) secara online, sehingga manfaat yang diterima tidak hanya di Kabupaten Wonogiri namun dapat di rasakan oleh perantau dari Wonogiri yang ada diluar daerah,” papar dia.
Menurut Suparmo inovasi Kredit Sumeh yang diluncurkan pada April 2022 ini membantu perusahaan dalam mendongkrak kinerjanya ditahun 2022. Ini terlihat dari meningkatnya laba perusahaan di tahun 2022 menjadi Rp 3,038 miliar (realisasi 103,15% dari target kinerja sebesar Rp 2,945 miliar) dari laba sebelumnya di tahun 2021 sebesar Rp 2,65 miliar.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah aset perusahaan di tahun 2022. Di mana aset perusahaan mengalami kenaikan menjadi Rp 137,38 miliar dari tahun 2021 lalu yang berada diangka Rp 122,52 miliar.
Peningkatan kinerja ini juga otomatis berdampak pada meningkatnya kontribusi perusahaan pada pembangunan daerah melalui setoran PAD kepada Pemkab Wonogiri. Tercatat di tahun 2022, perusahaan mampu menyetorkan PAD untuk pembangunan daerah sebesar Rp 1,185 miliar.
Penulis: Abi Abduljabbar S

Saya ingin mengajukan pinjaman bagaimana caranya