Jakarta, TopBusiness—Program CSR yang diimplementasikan oleh Pudam Tirta Sembada Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) memudahkan BUMD tersebut dalam sejumlah hal. Program CSR dimanfaatkan optimal oleh perusahaan daerah tersebut untuk pengembangan perusahaan.
Hal itu dipaparkan oleh Direktur Pudam Tirta Sembada Sleman, Dwi Nurwata, dalam presentasi melalui Zoom untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2023 yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga (24/2/2023).
Dwi Nurwata mengatakan bahwa dengan adanya program CSR, pihaknya dimudahkan oleh masyarakat dalam memanfaatkan air baku.
Selain itu, untuk pemasangan jaringan pipa, Pudam Tirta Sembada Sleman menjadi lebih dimudahkan oleh masyarakat. “Dengan lebih lancarnya pemasangan sambungan baru air minum,” Dwi Nurwata menambahkan, “tentunya pendapatan kami bisa naik.”
Ia pun menjelaskan bahwa program CSR atau pun program TJSP (tanggung jawab sosial perusahaan) yang digelar tersebut, terbagi menjadi dua bagian. Yaitu, pertama, di lingkungan yang terkait dengan instalasi jaringan.
“Sedangkan yang kedua, adalah CSR atau pun TJSP yang digelar di masyarakat umum,” ia menambahkan.
Program CSR atau pun TJSP tersebut juga mengurangi gejolak yang timbul akibat kenaikan tarif air bersih yang diberlakukan Pudam Tirta Sembada Sleman ke masyakarat. “Jadi, CSR ini memudahkan urusan dan hubungan kami dengan masyakarat,” Dwi Nurwata menegaskan.
Dalam presentasi tersebut, Dwi Nurwata pun menjelaskan sejumlah hal tentang kinerja keuangan BUMD tersebut. Antara lain, dijelaskannya bahwa laba untuk tahun 2022 di Rp3,22 miliar. Angka tersebut lebih baik daripada perolehan di tahun 2022 yang senilai Rp1,32 miliar.
“Dalam hal laba, kami di tahun 2022 mendapatkan kenaikan hampir dua kali lipat kalau dibandingkan dengan di tahun 2021,” kata Dwi Nurwata.
Kemudian, untuk tahun 2022, Kementerian Dalam Negeri memberikan nilai 71,08 atau berarti ‘baik’ untuk Pudam Tirta Sembada Sleman. Adapun BPPSPAM memberikan skor 3,14 atau ‘sehat’.
Jumlah pelanggan, di akhir tahun 2022, sebanyak 42.316. Sebagian besar merupakan pelanggan rumah tangga yakni sebanyak 41.434 unit. Kemudian, pelanggan sosial sebanyak 340; pelanggan instansi di 215; pelanggan niaga sebanyak 233.
